Terima kasih untuk cinta yang pernah datang

Terima Kasih Untuk Cinta, Telah Memilihku Sebagai Seorang yang Pernah Diperjuangkan

Terima Kasih Untuk Cinta – Aku tak tau bagaimana Tuhan merawat harapan. Yang aku tahu saat ini, aku kecewa. Namun, tak perlulah mengkhawatirkan aku, kecewa itu bisa kulipat jaraknya, dengan harapan yang tepat kuletakkan di tangan Tuhan, dengan rasa yang rebah tanpa sangkaan, bukan praduga sementara pengabur kenyataan.

Karena pada akhirnya, rencana yang Tuhan takdirkan jauh lebih indah dari ingin yang sekedar angan, wujud kebutuhan yang Tuhan berikan akan lebih bermanfaat dari expektasi sebelum ketiadaan.

Terima kasih untuk cinta yang pernah menghampiriku

terima kasih cinta
instagram.com/fasihsugihamanah

Apakah kamu lelah?
Apakah kamu jenuh?
Bagaimana rasanya melawan waktu?
Bagaimana rasanya menunggu hal yang tak pasti?
Bagaimana rasanya mencari jawaban atas segala penantian?

Aku tahu itu menyakitkan, aku paham itu menyedihkan, aku mengerti itu membosankan. Namun aku memilih diam
Sebab aku masih ingin melihatmu berjuang.

Maafkan aku cinta, aku hanya takut kecewa terlalu dalam

wanita solehah
©instagram.com/tazkiyaliya

Maaf saja jika aku membuat hatimu terluka, maaf saja jika aku membuat batinmu tersiksa. Ini bukan inginku tuk menguras emosi serta kesabaranmu. Tetapi, aku tak ingin salah untuk menjatuhkan hati. Dan yang pasti, aku butuh waktu tuk menentukan apakah kamu pantas, meskipun aku juga bukan siapa-siapa dibanding dirimu yang luar biasa.

Ternyata kamu tak mampu melanjutkan langkah, untuk mempertahankan inginmu yang masih abu-abu. Tak mengapa, karena aku masih belum bisa berharap penuh terhadap manusia. Aku takut jika kecewa merasuki jiwaku pada akhirnya.

Terima kasih untuk cinta yang telah memberiku pelajaran hidup

muslimah hijrah
©instagram.com/detaksajak

Apa boleh buat, semua hanya histori belaka, tinggal menjadi memori yang tak lagi menjadi mimpi. Yang sebentar lagi terhapus seiring berjalannya waktu dan tergantikan akan cerita yang baru. Kisah yang ada diantara kita, biarkanlah tetap pada hakikatnya. Menjadikan kita saling mempelajari akan kesalahan di masa lalu dan menghargai keputusan dengan penuh rasa lapang dada.

Baca juga:  Hukum Nikah dalam Islam dan Jenis-jenis Pernikahan Terlarang

Terima kasih cinta, telah memilihku sebagai seseorang yang pernah diperjuangkan, dan maafkan jika aku tak mampu membalas segalanya. Dirimu begitu sempurna untuk kusakiti

Dan aku terlalu bodoh telah bersandiwara untuk melukai hatimu.

Sebuah harapan kecil yang pernah ada karenamu

sebuah harapan
©instagram.com/tausiyahukhty

Aku bukanlah wanita yang memiliki predikat sholehah, aku hanyalah wanita yang selalu berusaha jadi baik. Aku hanyalah wanita akhir zaman yang kini menjadi perindu surga-Nya, dan begitu takut dengan murka-Nya, berharap rinduku terbalas. Melaluimu, bolehkah aku menjadi wanita yang dirindukan surga? Menuntunku ke sana.

Tapi ternyata kamu tak bisa bersabar oleh sikapku. Kamu pun masih ragu dengan niatmu.

Tuhan begitu baik, mungkin ini adalah caranya dia menyayangiku

hijrah cinta
©instagram.com/fasihsugihamanah

Setelah menyadari bahwa kau perlahan menjauh karena ketidak sabaranmu, aku mulai menyadari bahwa terkadang Tuhan mematahkan semangat untuk menyelamatkan jiwa kita, terkadang Dia hancurkan hati kita berkeping-keping agar kita kembali pada-Nya, agar kita selalu mengingat-Nya, agar kau tau bahwa Dia tak akan pernah membuatmu sakit dan kecewa

Dia beri aku kegagalan bukan berarti Dia tak sayang padaku, tetapi agar aku tak melupakan-Nya dan kehilangan panduan, segalanya adalah milik-Nya, aku bersyukur pada ujian yang menyapa ini, Dia ingin melihat kualitas keimananku, bukan untuk merendahkanku.

Terima kasih cinta, lewat dirimu kini aku mengenal lebih dekat Tuhanku.

Aku akan bersabar sembari memperbaiki diri, ketetapan Tuhan adalah yang terbaik buatku

hijrah cinta
©instagram.com/s.muna94

Perasaan yang sedang tumbuh, inginnya lekas mekar, ingin segera ranum.

Diamkan saja, rapatkan saja. Riuhkan ia dalam doa. Langitkan namanya
Allah Maha membolak balikkan hati, Allah Maha Tau siapa yg terbaik, yang beruntung membersamai rasa yang hampir ranum
Sebentar lagi,
Sedikit lagi,
Bersabarlah, wahai hatiku.

Baca juga:  Unmei No Akai Ito, Legenda Benang Merah dan Takdir Cinta Sejati

Untuk yang mengenalku jauh sebelum hijrahku

hijrah cinta
©instagram.com/rismawati_arsyah

Untuk yang mengenalku jauh sebelum hijrahku, mungkin engkau berfikir bahwa perubahanku ini mendadak, begitu mengejutkan, sehingga membuatmu heran. Mungkin engkau mengira bahwa hidupku tak lama lagi, sehingga aku segera berubah atau mungkin engkau berfikir aku berubah karena dunia yang semakin tua hingga kiamat sudah terasa dekat

Mungkin iya memang ada benarnya, salah satu alasanku berhijrah ada yang tepat dalam pemikiranmu. Tetapi sebenarnya aku hanya ingin menjadi orang yang lebih baik, aku sedang berusaha untuk taat. Bukan karena aku fanatik, aku bukan wanita sholehah tanpa cela, dan dosa, aku bukan wanita yang pandai agama, maaf bukan itu semua.

Pesan sederhana untukmu, wahai diri

pesan untuk ukhti
©instagram.com/detaksajak

Wahai diriku, jadilah kamu seseorang dimana siapapun yang memilikimu nanti adalah orang yang paling beruntung. Jaga diri dan akhlakmu.

Dimana ada diam yang terpelihara. Sengaja ditumbuhkan bukan untuk menjauh, bukan untuk saling acuh, bukan.
Ada norma-norma yang kita tau, sebab Tuhan muaranya. Hingga hening aku cukupkan demi keberpihakanku atas rasa malu yang mulai tumbuh. Inginku ia berkembang dalam keridhoan. Sampai nanti ia ranum oleh ilmu dan manisnya iman.

Usah cemas, namamu masih riuh aku langitkan di depan Tuhan.

Dan aku bahagia dengan keadaan ini.

***

Sebuah pesan ayah terhadap putrinya

anak sholehah
©instagram.com/bellmirs

“Duhai anakku, kemarin aku bertemu teman-temanku, mereka dengan bangga menceritakan anak-anaknya yang baru selesai S3, ada yang baru saja datang ke wisuda anaknya di Melbourne, ada yg bangga karena anak semata wayangnya sudah menjadi dokter, ada yang bangga karena anaknya jadi direktur dan manajer, ada yang bangga karena anaknya menjadi pemenang cover girl, ada yg bangga karena anaknya menjabat asisten manager, ada yang bangga karena anaknya menjadi fashion designer.

Ayah hanya mampu tersenyum dan mengucap selamat pada mereka semua, bukan karena ayah iri ataupun kecewa, bukan pula karena ayah ingin berada di posisi mereka, melainkan karena ayah bangga memiliki putri seperti dirimu, yang hatinya tak pernah terpaut oleh dunia, yang matanya tak pernah tergiur oleh emas mutiara, yang pribadinya ayah doakan mampu menjadi anak sholihah.

Baca juga:  Kamu Akan Menikah? Baca Dulu Tuntunan Pernikahan dalam Islam Ini

Ayah tak pernah memintamu untuk mampu menjadi mereka, atau bahkan melebihi mereka, karena ayah sadar kebahagiaan dunia takkan membahagiakan selamanya.

Cukuplah menjadi putri yang selalu ayah cinta, dengan kesederhaan dan hijab syar’inya, dengan ketaatanmu kepada Allah semata, dengan ketaatanmu kelak pada suamimu saja, cukuplah tutup auratmu, cukuplah jadikan Al-Qur’an sebagai teman hidupmu, cukuplah doamu selalu untukku.

Duhai putriku, Cukup jadilah wasilah untukku dan ibumu meraih jannah Allah, tak perlulah kaya terlalu berlebih di dunia, cukup mudahkan kami menuju syurga-Nya, maka ayah akan selalu bangga memilikimu, Cukuplah ketakwaanmu pada Rabbmu.

Mudahkanlah kami menuju syurga dengan akhlaqmu, jangan seret ayah dan ibumu ke neraka, sungguh ayah dan ibu lebih bangga bila melihatmu tumbuh menjadi wanita sholihah, sedang dunia dan rezeki yg lainnya semata mata bonus dari Allah saja.”

Terima kasih untuk cinta yang kau berikan ini yaa Allah, tuntunlah aku selalu.

Content Protection by DMCA.com