Astagfirullah! Inilah Tanda-tanda Orang Terkena Sihir atau Guna-guna, Bacakan Ayat Ini Untuk Mengancurkannya

Tanda-tanda Orang Terkena Sihir atau Guna-guna – Dalam kehidupan masyarakat di Nusantara, sejak dahulu telah banyak digunakan sihir dan ada sihir ini ada banyak jenisnya. Bagaimana membuktikan bahwa sihir itu ada dan cara-cara mengobatinya telah ditunjukkan oleh Rasulullah SAW.

Banyak ayat-ayat Allah yang dapat digunakan sebagai ayat ruqyah untuk melawan sihir, pelet dan lain-lain. Baik sihir berupa pelet, santet, teluh, dan lain sebagainya, Insyaa Allah bisa hancur dengan ayat-ayat-Nya. Tinggal kita menguatkan hati untuk terus meruqyah diri sendiri, dan meminta pertolongan Allah melalui sabar dan shalat.

Tanda-tanda Terkena Sihir

Secara keseluruhan, sihir digunakan bertujuan untuk mendatangkan kesusahan, kejelekan, musibah dan kesakitan. Di antara sihir-sihir yang populer di masyarakat kita dan tanda-tandanya ialah:

1. Sihir pemisah

Sihir ini digunakan untuk memisahkan atau memutuskan kasih sayang antara ibu, ayah dan anak. Memutuskan ikatan suami istri, merusak hubungan persaudaraan, persahabatan dan kerabat dekat.

Tanda-tanda orang yang terkena sihir ini adalah:

  • Perubahan secara tiba-tiba dari yang penuh kasih sayang menjadi benci
  • Timbul keraguan atau curiga antara suami istri, ibu anak dan seterusnya
  • Enggan meminta maaf
  • Membesar-besarkan perkara kecil dan remeh
  • Pandangan terbalik si suami terhadap istri dan begitu juga sebaliknya. Pada hakikatnya, istrinya cantik tetapi suami melihatnya jelek.
  • Tidak senang melihat kebaikan si istri kepada suami atau anak kepada ibu atau sebalaiknya.

2. Sihir guna-guna (percintaan)

Biasa digunakan untuk mengikat kasih sayang agar tidak melihat atau tertarik kepada yang lain atau mendapatkan kasih sayang dengan jalan paksa.

Tanda-tanda terkena sihir ini ialah:

  • Gelora cinta yang berlebihan (dimabuk cinta)
  • Hasrat seksual berlebihan
  • Perasaan cinta yang menggebu-gebu
  • Rindu yang menggila
  • Patuh secara membabi buta.

3. Sihir pengantin

Sihir jenis ini digunakan untuk menahan pernikahan dan banyak terjadi di masyarakat Nusantara. Puncaknya adalah hasad, dengki muncul, terjadi perpecahan pendapat dalam keluarga, putus cinta atau khianat. Dalam bahasa Arab, sihir ini dikenali sebagai sihir ta’tilu al-zawaj. Umumnya pihak wanita yang sering menjadi korban sihir jenis ini.

Tanda-tanda seseorang terkena sihir jenis ini yakni:

  • Merasa pusing terus-menerus dimana segala macam obat yang diberikan tidak berefek.
  • Sesak napas, terutama setelah waktu asar hingga tengah malam.
  • Banyak berangan-angan
  • Selalu merasa gelisah pada saat tidur.
  • Selalu ada rasa sakit di bahagian perut.
  • Rasa sakit di tulang punggung bagian bawah.

4. Sihir majnun

Sihir jenis ini juga dikenal sebagai junun dalam bahasa Arab. Maksud majnun atau junun ialah gila. Tujuan sihir ini dibuat adalah semata-mata agar korbannya menjadi gila; mungkin karena dendam, pertikaian, perebutan harta dan lain-lain.

Tanda-tanda seseorang terkena sihir ini ialah:

  • Melatah, pelupa, bingung
  • Kacau pada saat berbicara
  • Mata kuyu
  • Gelisah
  • Berjalan dan tidur di luar sadar.

5. Sihir birahi

Sihir ini bertujuan membangkitkan keinginan syahwat seseorang untuk menyerahkan tubuhnya. korban yang terkena sihir ini akan hilang pertimbangan diri dan senantiasa merindu lelaki yang menyihirnya sehingga sanggup keluar malam untuk melakukan hubungan seks.

Bagi mereka yang merasakan dirinya dikawal oleh sesuatu khususnya soal nafsu birahi, maka dia dianjurkan membaca dan mengamalkan surah al-mukminun ayat 115-118.

Dan masih ada beberapa jenis sihir yang lain yang biasa di jumpai di masyarakat, seperti sihir penyakit, sihir tarik semangat, sihir mendengar panggilan, dan lain-lain. Semuanya dilakukan oleh orang-orang yang dengki lagi hasad.

Cara mengatasi sihir menggunakan Al-Qur’an dan Al-Mu’awwidzaat

Jika seseorang terkena ilmu sihir, maka ia bisa mengalami sakit, masalah berkepanjangan, atau bahkan kematian. Maka orang di sekitarnya akan berusaha untuk mengeluarkan sihir tersebut lewat cara ruqyah.

Ruqyah biasanya dilakukan dengan membaca ayat-ayat di dalam Al-Qur’an. Agar ruqyah tersebut berhasil maka kita harus membaca ayat untuk menghancurkan ilmu sihir. Lantas, ayat apa sajakah yang harus dibaca tersebut? Berikut ayat-ayat pilihan dalam Al-Qur’an yang dapat diamalkan untuk menghancurkan sihir.

  1. Al-Baqarah ayat 102
  2. Al-A’raaf ayat 117-122
  3. Yunus ayat 81-82
  4. Thaha ayat 69

Jika orang-orang yang terkena sihir ataupun gangguan jin kemudian dibacakan ayat-ayat di atas, maka mereka akan merasakan tanda-tanda khusus. Di antaranya yaitu akan ada rasa yang menjalar di tubuh, bergetar atau kesemutan dari ujung badan/persendian. Ada pula yang merasakan sakit kepala yang hebat serta sesahk napas.

Dalam kitab Al-Fath, Al-Hafizh mengatakan, “Saya memberi jimat kepada di Fulan” berarti “Saya melindunginya.” Dengan demikian, meminta jimat sama artinya dengan meminta perlindugan.

Kata Al-Mu’awwidzaat dalam kalimat “Bi Al-Qur’an wa Al-Mu’awwidzaat” maksudnya surah al-Falaq, An-Naas, dan Al-Ikhlas.

Ada pula yang mengatakan, maksudnya adalah surah Al-Falaq, An-Naas, dan semua surah dalam Al-Qur’an yang mengandung arti meminta perlindungan kepada Allah SWT. Seperti firman ALlah,

“Dan katakanlah, “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan -bisikan setan.” (Al-Mukminun: 97)

Juga firman Allah,

“Hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” (An-Nahl: 98)

Dan masih banyak lagi ayat yang lain yang mengandung permintaan perlindungan kepada Allah SWT.

At-Tirmidzi (dan juga An-Nasa’i) meriwayatkan sebuah hadis hasan dari Abu Said. Dia berkata, “Rasulullah SAW pernah meminta perlindungan kepada Allah SWT dari gangguan jin dan manusia, sehingga kemudian turun surah Al-Falaq dan An-Naas. Ketika dua surah ini turun, beliau menggunakan keduanya dan meninggalkan yang lainnya (dalam pengobatan dari gangguan jin dan sihir).” (HR. At-Tirmidzi 2058)

Ibnu Qayyim berkata:

“Setelah bebas dari sihir, Rasulullah menjadi lebih sehat daripada sebelumnya. Ini merupakan pengobatan yang luar biasa terhadap penderita. Umpama menghilangkan kotoran dari badan hingga sempurna”

Dalam syariat Islam dikenal dua macam ruqyah, yakni ruqyah syar’iyah dan ruqyah syirkiyah. Ruqyah syariyah yaitu ruqyah yang benar menurut syariat Islam diantaranya dengan cara membacakan ayat Al-Qur’an, sebagaimana di antara nama surat Al-Fatihah adalah Ar-Ruqyah, meminta perlindungan kepada Allah, zikir dan doa dengan maksud menyembuhkan sakit, misalnya mengamalkan bacaan-bacaan Al-Qur’an yang telah disebutkan di atas. Kemudian ada ruqyah syirkiyah yakni yang biasa dipraktekkan para dukun. Ruqyah di kalangan para dukun dikenal dengan istilah jampi-jampi.

Batasan dan ketentuan ruqyahn dalam mengatasi sihir

Ruqyah yang syar’i memiliki beberapa ketentuannya tertentu. Jika tidak memenuhi kriteria tersebut maka ruqyah tersebut tidak syar’i, yakni serupa dengan jampi-jampi yang dilakukan oleh para dukun. Kriteria ruqyah yang syar’i (yang sesuai syariat Islam) dijelaskan berikut ini.

Bacaan ruqyah dengan menggunakan ayat Al Qur’an, do’a yang syar’i atau yang tidak bertentangan dengan do’a yang dituntunkan.

  • Menggunakan bahasa Arab kecuali jika tidak mampu menggunakannya.
  • Tidak bergantung pada ruqyah karena ruqyah hanyalah sebab yang dapat berpengaruh atau tidak.
  • Isi ruqyah jelas maknanya.
  • Tidak mengandung do’a atau permintaan kepada selain Allah (semisal kepada jin dan setan).
  • Tidak mengandung ungkapan yang diharamkan, seperti celaan.
  • Tidak menyaratkan orang yang diruqyah mesti dalam kondisi yang aneh seperti harus dalam keadaan junub, harus berada di kuburan, atau mesti dalam keadaan bernajis.
  • Sebagaimana dinukil dari Fathul Majid, Imam As-Suyuthi berkata, “Ruqyah itu dibolehkan jika memenuhi tiga syarat: (1) bacaan ruqyah dengan menggunakan ayat Al Qur’an atau nama dan sifat Allah, (2) menggunakan bahasa Arab atau kalimat yang mempunyai makna (diketahui artinya) dan (3) harus yakin bahwa ruqyah dapat berpengaruh dengan izin Allah, bukan dari zat ruqyah itu sendiri.”

Dari kriteria-kriteria di atas dijadikan tolok ukur untuk dapat mengkategorikan mana praktek ruqyah yang benar dan mana yang menyimpang. Jika si pelaku menggunakan mantera-mantera yang tidak jelas maknanya, menggunakan do’a yang tidak dipahami, atau menyembuhkan dengan jalan memindahkan penyakit yang diderita ke hewan, maka hal seperti ini dikategorikan sebagai tindak perdukunan.

Lebih terlarang lagi apabila di dalamnya menggunakan jampi-jampi yang jelas-jelas mengandung kesyirikan, meminta tolong pada jin, atau meminta agar kita menyembelih hewan tertentu untuk jin. Yang seperti ini jelas syirik. Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa dia mendengar Rasulullah Saw bersabda,

“Sesungguhnya mantera-mantera, jimat-jimat dan pelet adalah syirik”

Hukum Sihir

Keterangan mengenai kufurnya sihir ini, seperti disebutkan sebelumnya sudah jelas dan sesuai dengan beberapa macam sihir yang telah disebutkan di atas, pelakunya mengabdi kepada setan-setan dan bintang-bintang.

Ada juga jenis lain selain sihir, yakni sulap. Sulap ini boleh dipelajari dan tidak kafir bagi yang mempelajarinya.

Imam Nawawi mengatakan, “Mengamalkan sihir adalah haram dan termasuk dosa besar menurut kesepakatan ulama. rasulullah SAW memasukkan sihir sebagai tujuh perkara yang dilarang. Sihir ada yang kufur dan ada yang dan ada juga yang hanya dosa besar. Jika dalam sihir tersebut terdapat ucapan maupun perbuatan yang mengarah pada kekufuran, maka penggunanya menjadi kafir.

Adapun mempelajari dan mengajarkan kepada orang lain adalah haram. Jika dalam mempelajari atau dalam mengamalkannya mengarah pada kekufuran, maka itu adalah perbuatan kafir dan harus segera bertaubat atau (jika tidak bertaubat) dihukum mati. Jika dia mau bertaubat, maka taubatnya bisa diterima. Jika dalam mempelajari atau mengajarkan sihir tidak mengarah pada kekufuran, maka dia masuk dalam dosa besar dan harus dihukum dengan diasingkan.”

Demikianlah informasi mengenai sihir dan ayat-ayat yang bisa dibacakan ketika seseorang terkena sihir dari orang-orang yang mengerjakan kebathilan. Semoga bisa menjadi sumber referensi untuk menolong orang lain yang terkena sihir, sekaligus menjauhkan kita dari amalan syetan tersebut. Aamiin.


Source: 

  • Buku “Bahaya Sihir, Cara Mencegah & Mengobatinya” oleh Syeikh Mutawalli Syarawi (ulama terkemuka Timur Tengah)
  • Buku “Gangguan Jin, Perawatan & Pendidinding” oleh Razalli Sulaiman
  • islampos.com
  • masbrosb.blogspot.co.id

Tinggalkan komentar