Penyimpangan Sosial: Pengertian, Penyebab, Bentuk dan Pencegahan [Lengkap]

Penyimpangan Sosial – Penyakit sosial selalu meresahkan dan mengganggu ketenteraman dan kedamaian dalam kehidupan masyarakat. Penyakit sosial adalah dampak dari penyimpangan sosial yang dilakukan oleh masyarakat secara terus menerus. Penyimpangan sosial menggambarkan perilaku orang yang berlaku dalam masyarakat.

Pada materi kali ini kita akan membahas secara lengkap mengenai pengertian penyimpangan sosial, penyebab, sifat, macam-macam, serta upaya pencegahan terjadinya penyimpangan sosial.

Pengertian Penyimpangan Sosial

Pengertian penyimpangan sosial
©pexels.com

Kalau kamu perhatikan orang-orang di sekitar tempat tinggalmu, kemungkinan besar kamu akan menemukan beberapa orang yang bertingkah tidak benar, yakni orang-orang yang berperilaku tidak sesuai dengan norma dan aturan-aturan yang berlaku.

Perilaku yang sesuai dengan norma dan aturan inilah yang diharapkan oleh komunitas dalam masyarakat. Perilaku yang diharapkan masyarakat disebut konformitas, sementara perilaku yang tidak sesuai dengan harapan  norma dan aturan dalam masyarakat disebut penyimpangan sosial.

Konformitas dan penyimpangan sosial adalah dua sisi perilaku masyarakat yang saling bertentangan. Konformitas cenderung bersifat positif, sedangkan penyimpangan sosial cenderung bersifat negatif.

Pada tatanan kehidupan masyrakat tertentu ada aturan dan norma-norma yang yang membatasi perilaku tiap individu maupun kelompok individu. Aturan dan norma-norma tersebut dimaksudkan agar kehidupan bermasyarakat dapat berlangsung dengan teratur, aman, tertib, dan damai.

Namun dalam hal kenyataannya, masih banyak dan mudah dijumpai pelanggaran-pelanggaran terhadap norma dan aturan tersebut. Pelanggaran ini dilakukan oleh individu maupun kelompok individu yang kemudian dikenal dengan penyimpangan sosial.

Dari penjelasan yang kami berikan di atas, dapatkah kamu mengambil kesimpulan apa pengertian  penyimpangan sosial? Kamu sudah dapat mendefinisikan penyimpangan sosial? Ayo kita bandingkan dengan pengertian penyimpangan sosial berikut ini.

Penyimpangan sosial adalah perbuatan atau tingkah laku yang melanggar, bertentangan, menyimpang atau tidak sesuai dengan norma, aturan maupun harapan lingkungan masyarakat. Dapat juga diartikan penyimpangan sosial adalah bentuk perbuatan yang mengabaikan nilai, norma dan aturan yang berlaku di masyarakat.

Penyebab Penyimpangan Sosial

Penyebab penyimpangan sosial
©pexels.com

Menurut kamu, apasih yang menyebabkan seseorang atau kelompok orang melakukan penyimpangan sosial? Apa penyebab penyimpangan sosial sebenarnya? Faktor apa saja yang memotivasi sehingga terjadi penyimpangan sosial? Tentu saja semua keadaan tidak terjadi begitu saja, bukan? Pasti ada faktor atau penyebabnya.

Ya, tentu saja mereka yang melakukan penyimpangan sosial punya alasan atau faktor pendorong sehingga mereka melakukan penyimpangan sosial. Hal itu bisa saja terjadi karena faktor lingkungan, mungkin karena motivasi-motivasi dan dorongan untuk mencapai kepuasan pribadi, penyimpangan sosial dilakukan karena hanya sekadar meniru tindakan orang lain, atau mungkin menginginkan hal lain daripada yang lain.

Penyimpangan sosial juga bisa terjadi karena ketidakpuasan terhadap suatu keadaan yang dihadapi serta masih banyak kemungkinan-kemungkinan lainnya yang menjadi faktor penyebab seseorang melakukan penyimpangan sosial. Dari berbagai penyebab tersebut kita dapat mengidentifikasi penyebab penyimpangan sosial sebagai berikut.

Keadaan keluarga yang kacau (broken home)

Keluarga adalah tempat dimana anak atau orang pertama kali melakukan interaksi dengan orang lain. Keluarga mempunyai pengaruh yang sangat kuat pada pembentukan watak perangai seorang anak/anggota keluarga. Oleh sebab itulah keadaan keluarga banyak memberikan pengaruh perilaku orang yang menjadi anggota keluarga tersebut.

Dalam keluarga yang mengalami broken home bisanya hubungan antar anggota keluarga sedang tidak harmonis. Keadaan keluarga tidak memberikan kebahagiaan dan ketentraman pada anggota keluarga. Masing-masing anggota keluarga tidak dapat saling memberikan kendali atas perilakunya.

Akibatnya setiap anggota keluarga  cenderung berperilaku semaunya dan mencari kebahagiaan di luar rumah. Dia tidak menyadari lagi, apakah perilakunya tersebut melanggar norma-norma kemasyarakatan atau tidak, yang penting mereka merasa bahagia. Hal inilah yang mendorong terjadinya penyimpangan sosial.

Baca juga:  Sel Tumbuhan dan Fungsinya Lengkap | Penjelasan & Gambar

Masalah ekonomi

Kebutuhan ekonomi yang tidak terpenuhi juga dapat menjadi pendorong seseorang melakukan apa saja, asal dapat memperoleh sesuatu yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan ekonominya.

Tidak jarang orang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang atau sesuatu yang bisa memenuhi kebutuhan ekonominya. Hal itulah yang menyebabkan orang melakukan kegiatan tanpa memperdulikan norma-norma dan atau aturan dalam masyrakat. Akibatnya terjadilah penyimpangan sosial dari orang-orang yang bersangkutan.

Pelampiasan rasa kecewa

Faktor penyebab penyimpangan sosial selanjutnya adalah adanya kekecewaan terhadap seseorang atau suatu keadaan. Menurut kamu, apa akibat jika ada orang mencintai seseorang, tetapi cintanya ditolak oleh orang yang dicintainya? Apa akibatnya jika seorang anak menginginkan sepeda motor namun keinginannya tidak kunjung terpenuhi? Apa akibatnya, jika seorang siswa tidak lulus ujian, padahal ia sangat berharap lulus ujian?

Tentu saja rasa kecewa yang dia rasakan. Kekecewaan ini dapat mendorong anak yang bersangkutan untuk melakukan sesuatu yang tanpa bisa dikendalikan. Pelampiasan rasa kecewa bisa menimbulkan perilaku di luar kendali orang yang bersangkutan.

Bahkan ketika dia menghiraukan norma-norma maupun aturan kemasyarakatan, yang penting dia bisa melampiaskan kekecewaannya. Hal inilah yang selanjutnya menimbulkan penyimpangan sosial dari pribadi tersebut.

Pengaruh lingkungan masyarakat

Penyimpangan sosial juga dapat terjadi karena pengaruh lingkungan. Orang yang hidup di lingkungan sering melakukan judi akan cenderung ikut melakukan hal perjudian. Orang yang berada dalam lingkungan peminum atau mabuk-mabukan akan cenderung ikut mabuk-mabukan, orang yang hidupnya di lingkungan preman akan cenderung berperilaku seperti preman.

Contoh-contoh tersebut menggambarkan betapa lingkungan mudah mempengaruhi perilaku seseorang yang berada di lingkungan tersebut.

Oleh karena itu, jika kehidupan lingkungan tidak sesuai dengan norma-norma sosial, maka orang yang berada di lingkungan tersebut cenderung juga berperilaku menyimpang. Akibatnya terjadilah penyimpangan sosial yang dilakukan oleh orang-orang yang berada di lingkungan tersebut.

Ketidakmampuan menyerap nilai dan norma yang berlaku

Hal ini terjadi umumnya terjadi pada para pendatang baru (penduduk baru) di lingkungan yang baru. Para pendatang baru yang tidak mampu menerapkan nilai-nilai dan norma yang berlaku atau yang tidak sanggup melakukan kegiatan yang sesuai dengan harapan masyarakat.

Perilaku individu seperti ini cenderung melakukan semaunya saja, hal ini terjadi karena ketidaktahuannya terhadap norma-norma dan budaya yang ada di masyarakat. Hal inilah yang memungkinkan orang yang melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan norma-norma dan budaya kemasyarakatan. Karena ketidaktahuannya terhadap nilai dan norma yang berlaku di masyarakat timbullah penyimpangan sosial dan perilaku orang tersebut.

Pengaruh kemajuan teknologi

Kemajuan teknologi memunculkan berbagai alat komunikasi dan alat hiburan yang lebih canggih. Televisi dan internet adalah hasil kemajuan teknologi. Program acara televisi tidak semuanya cocok untuk konsumsi anak-anak. Tetapi banyak anak-anak menikmati acara tv yang seharusnya bukan tidak dilihatanya.

Misalnya acara televisi film keras mengakibatkan anak-anak sering berperangai keras. Perangai keras ini dapat menyebabkan perilaku keras pada anak tersebut cenderung menyimpang dari kebiasaan masyarakat.

Internet  dapat disalahgunakan untuk mendapatkan gambar-gambar tidak senonoh. Akibatnya anak-anak yang belum cukup umur sudah menikmati gambar-gambar yang harusnya hanya bisa dilihat oleh orang-orang dewasa.

Hal ini tentu saja akan berpengaruh terhadap perilaku anak tersebut. Besar kemungkinan anak akan melakukan penyimpangan sosial. Ini berarti anak telah melakukan penyimpangan terhadap norma-norma sosial.

Sifat Penyimpangan Sosial

Sifat penyimpangan sosial
©pexels.com

Penyimpangan sosial ternyata tidak selamanya berdampak negatif. Ada beberapa jenis penyimpangan sosial yang justru berdampak positif. Apakah kamu melihat sopir bus wanita, karnet wanita, tukang batu wanita, tukang parkir wanita dan sebagainya?

Berbagai profesi wanita itu pada dasarnya merupakan bentuk penyimpangan terhadap norma-norma yang berlaku dalam masyarakat kita. Umumnya pekerjaan seperti itu adalah pekerjaan yang dilakukan oleh kaum pria

Oleh karena itu bentuk penyimpangan-penyimpangan tersebut juga dikategorikan sebagai bentuk penyimpangan sosial. Namun demikian, penyimpangan tersebut tidak cukup meresahkan dan mengganggu ketenteraman masyarakat.

Baca juga:  Kebugaran Jasmani | Pengertian, Fungsi, Bentuk, Faktor & Manfaat

Bahkan penyimpangan tersebut bisa memberikan dampak yang baik karena dapat mendukung emansipasi wanita. Oleh sebab itu, bentuk penyimpangan sosial ini dapat dikategorikan sebagai penyimpangan positif.

Di lain hal, kamu juga mungkin sering melihat perilaku orang yang mempunyai kecenderungan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.

Misalnya pergaulan bebas, hubungan di luar nikah, kumpul kebo, pesta coret-coret baju dan rambut ketika lulus sekolah, serta berkendaraan keliling jalan raya dengan memenuhi seluruh badan jalan. Penyimpangan sosial semacam ini dapat dimasukkan dalam kategori penyimpangan negatif karena meresahkan masyarakat sehingga harus dihindari.

Penyimpangan sosial yang dilakukan secara terus menerus pada umumnya memiliki dampak negatif bagi kehidupan diri pelaku maupun masyarakat di sekitarnya. Adapun dampak tersebut adalah munculnya kejahatan beruntun.

Misal: Orang yang berjudi jika kalah uangnya habis, ada kecenderungan untuk melakukan penipuan, pemerasan, pencurian, atau perampokan. Perampokan dapat menyebabkan pembunuhan. Jika berjudi menang (banyak uang), ada kecenderungan uangnya untuk foya-foya (mabuk-mabukan, pelacuran dan perjudian kembali).

Itu hanya salah satu contoh bentuk kejahatan yang terjadi secara beruntun. Sebenarnya masih banyak contoh kejahatan lain yang merupakan dampak dari penyimpangan sosial. Yang pasti bahwa penyimpangan sosial yang dilakukan secara terus-menerus akan berdampak munculnya kejahatan yang meresahkan dan mengganggu ketenangan masyarakat.

Di samping itu, penyimpangan sosial juga dapat merugikan si pelakunya. Contoh: Pengguna obat-obat terlarang yang dilakukan secara terus-menerus akan mengakibatkan ekonomi si pelaku menjadi tidak karuan dan kesehatan mental maupun fisiknya akan terganggu.

Macam-macam Bentuk Penyimpangan Sosial

Bentuk penyimpangan sosial
©pexels.com

Penyimpangan sosial terdiri atas beberapa bentuk. Di bawah ini merupakan penyimpangan sosial yang dapat ditemukan di lingkungan masyarakat yang dibedakan berdasarkan bentuknya.

Penyimpangan primer dan sekunder

Penyimpangan sosial bisa dibedakan menjadi 2 bentuk, yakni penyimpangan primer dan penyimpangan sekunder. Jika penyimpangan sosial itu sifatnya sementara, tidak didominasi oleh pelaku, dan masyarakat masih bersedia memberikan toleransi, maka penyimpangan sosial ini dikategorikan sebagai bentuk penyimpangan primer.

Contohnya adalah membolos sekolah, bolos dari pekerjaan, melakukan pelanggaran terhadap rambu-rambu lalu lintas, menyontek pada saat ulangan.

Tetapi jika penyimpangan tersebut bersifat sementara dan berkelanjutan, didominasi oleh si pelaku, serta masyarakat sudah tidak bisa memberikan toleransi, maka penyimpangan sosial tersebut masuk dalam kategori penyimpangan sekunder.

Contoh penyimpangan sekunder antara lain tindak perampokan, pembunuhan, pemerkosaan dan lainnya.

Penyimpangan sosial individu dan kelompok

Penyimpangan sosial yang biasanya terjadi dalam masyarakat bisa saja dilakukan oleh seorang individu maupun dilakukan secara berkelompok. Jika penyimpangan sosial dilakukan secara individual, maka penyimpangan sosial tersebut masuk dalam kategori sebagai penyimpangan individual.

Contoh penyimpangan sosial individu di antaranya seorang siswa tidak mau belajar, santri di pondok tidak ingin mengaji. Tetapi jika penyimpangan sosial dilakukan secara berkelompok (kolektif), maka penyimpangan sosial tersebut dimasukkan dalam kategori penyimpangan kelompok.

Penyimpangan kelompok biasanya mempunyai dampak yang lebih kuat bagi lingkungan dan masyarakat. Contohnya aksi demo, mogok kerja, aksi protes, dan gerakan pengacau.

Pencegahan Penyimpangan Sosial

Pencegahan penyimpangan sosial
©pexels.com

Pernah dengar istilah pengendalian sosial? Pengendalian sosial adalah upaya atau cara yang dilakukan oleh masyarakat untuk menertibkan anggotanya yang melakukan penyimpangan sosial, melanggar, atau membangkang terhadap nilai, aturan dan norma.

Pengendalian ini dilakukan untuk mencegah munculnya penyimpangan sosial dan penyakit sosial lainnya. Pengendalian sosial dilakukan agar masyarakat mau mematuhi aturan dan norma yang berlaku.

Di samping itu, pengendalian sosial dimaksudkan agar tercipta keserasian, ketertiban dalam kehidupan, memberikan peringatan kepada para pelaku untuk tidak bertindak yang menyimpang atau bertentangan dengan norma, nilai dan aturan yang diakui.

Lalu, bagaimana cara pengendalian sosial? Bagaimana bentuk pengendalian sosial dan lembaga apa saja yang berperan penting dalam pengendalian sosial ini? Untuk menjawab pertanyaan ini, ikuti penjelasan di bawah.

Cara Pengendalian Sosial

Cara pengendalian sosial
©pexels.com

Setidaknya ada 4 cara yang bisa dilakukan untuk pengendalian sosial, yakni tanpa kekerasan, dengan kekerasan, menciptakan situasi yang dapat mengubah sikap dan perilaku, dan penyampaian norma dan aturan secara berulang-ulang.

Baca juga:  Interaksi Sosial (Pengertian, Syarat, Klasifikasi, Faktor, Pola, Dst. - Lengkap)

Tanpa kekerasan (persuasif)

Cara ini dilakukan dengan penekanan pada usaha atau mengajak berupa anjuran. Contohnya adalah penertiban PKL (pedagang kaki lima) dengan memindahkan ke lokasi-lokasi tertentu yang telah disiapkan.

Dengan kekerasan (coersive)

Mestinya langkah ini ditempuh setelah langkah persuasif telah dilakukan. Apabila dengan anjuran, bujukan tidak berhasil, tindakan kekerasan bisa dilakukan. Contohnya adalah polisi pamong praja terpaksa membongkar paksa lapak (tempat berjualan) PKL yang telah mengabaikan peringatan sebelumnya.

Menciptakan situasi yang bisa mengubah sikap dan perilaku (kompulsi)

Pengendalian sosial snagat tepat dengan menciptakan situasi dan kondisi yang dapat mengubah sikap dan perilaku seseorang. Misalnya, ketika para siswa tidak mengindahkan ketertiban sekolah dengan membuang sampah sembarangan, para guru dan kepala sekolah justru sering memungut sampah dan memberikan contoh membuang sampah pada tempat yang disediakan.

Contoh lain, ketika para siswa dan guru sering terlambat masuk sekolah, kepala sekolah justru datang paling awal dan menunggu di pintu masuk gerbang sekolah. Kamu juga bisa mencari contoh-contoh lain yang sejenis.

Bentuk Pengendalian Sosial

Bentuk pengendalian sosial
©pexels.com

Untuk dapat mencegah dan mengatasi penyimpangan sosial, maka bentuk-bentuk pengendalian sosial bisa dilakukan melalui cara-cara cemohan, teguran, pendidikan, agama, pengucilan, dan meminta pihak khusus menanganinya.

Cemoohan. Seseorang yang melanggar nilai atau norma dan aturan mendapat cemoohan atau teguran dari masyarakat menyebabkan ia malu, sungkan dan pada akhirnya tidak mengulang perilakunya.

Teguran. Orang yang melanggar nilai, norma dan aturan diberikan teguran, nasehat agar tidak melakukan perbuatan yang melanggar nilai, norma dan aturan.

Pendidikan. Melalui pendidikan seseorang individu akan belajar nilai, norma dan aturan yang berlaku. Pendidikan ini bisa dilakukan di lingkungan keluarga, masyarakat maupun sekolah.

Agama. Agama memiliki peran yang sangat besar dalam pengendalian sosial. Orang yang memiliki agama akan memahami bahwa melanggar nilai, norma dan aturan di samping ada hukuman di dunia juga akan ada hukuman di akhirat. Dengan pemahaman tersebut maka individu akan terkendali untuk tidak melanggar nilai, norma dan aturan yang berlaku di masyarakat.

Ajaran agama merupakan pondasi dasar yang amat penting dalam membangun generasi yang berakhlak mulia, sehingga mampu menghindarkan atau mencegah perilaku dari penyimpangan sosial.

Pengucilan. Orang yang melanggar nilai, norma dan aturan dikucilkan oleh masyarakat. Dengan cara seperti ini, orang akan berpikir berkali-kali jika akan melakukansuatu tindakan yang melanggar atau hal yang tidak sesuai dengan norma, nilai dan aturan yang berlaku di masyarakat.

Meminta bantuan pihak lain (franundelens). Pengendalian sosial dapat dilakukan dengan cara meminta bantuan pihak lain yang dianggap kompeten dalam menangani masalah, misalnya kepolisian.

Lembaga Pengendali Sosial

Lembaga pengendali sosial
©pexels.com

Setidaknya ada 3 lembaga pengendalian sosial, yakni adat, pengadilan, dan kepolisian.

Adat istiadat

Adat istiadat adalah aturan atau kebiasaan yang tumbuh dari suatu masyarakat atau daerah yang dianggap mempunyai nilai dan harus dijunjung tinggi dan dipatuhi oleh anggota di masyarakatnya. Dengan adanya aturan dan sanksi dari adat maka pengendalian sosial bisa dilakukan.

Pengadilan

Pengadilan adalah salah satu lembaga yang dibentuk pemerintah untuk menangani, menyelesaikan dan mengadili dan memberikan sanksi hukum kepada para pelanggar hukum atau aturan. Siapapun yang melanggar aturan mestinya akan berhadapan dengan lembaga pengadilan dan mendapatkan hukuman.

Kepolisian

Kepolisian adalah bagian dari lembaga pemerintah yang memiliki tugas untuk memelihara keamanan, ketenteraman, da ketertiban masyarakat juga wajib mengambil tindakan terhadap orang-orang yang melanggar aturan dan undang-undang yang berlaku.

Dengan demikian orang yang melanggar keamanan, melanggar ketertiban, meresahkan keamanan, melanggar aturan akan ditindak oleh kepolisian. Selanjutnya yang bersangkutan akan diproses sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku.

Penutup

Bentuk penyimpangan sosial yang terjadi dalam masyarakat ada banyak bentuknya. Pada umumnya bentuk penyimpangan sosial ini memiliki dampak negatif, merugikan individu pelaku dan orang-orang lain di sekitarnya.

Oleh karena itu, penyimpangan sosial perlu ditindak berupa upaya pencegahan. Upaya pencegahan sosial bisa dilakukan dengan cemoohan, teguran, agama, pendidikan, pengucilan serta cara meminta bantuan pihak lain yang dianggap kompeten.

Tinggalkan komentar