Manajemen Keuangan: Pengertian, Tujuan, Fungsi dan Ruang Lingkup

Manajemen Keuangan – Salah satu departemen yang paling penting dalam rangka mencapai tujuan perusahaan adalah departemen keuangan yang dipimpin oleh manajer keuangan. Hubungan departemen dengan departemen lainnya sangatlah penting, terutama dalam hal penyusunan anggaran yang dibutuhkan oleh masing-masing departemen.

Manajer keuangan juga harus mampu beradaptasi dan menyesuaikan dengan kondisi lingkungan eksternal agar keputusan tentang investasi, pendanaan, dan manajemen aktiva dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan.

Departemen keuangan bertugas merencanakan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan rencana keuangan secara keseluruhan baik rencana yang telah dijabarkan oleh departemen pemasaran, operasi, maupun sumber daya manusia.

Berikut di bawah ini merupakan penjabaran tentang pengertian manajemen keuangan menurut para ahli, ruang lingkupnya, tujuan perusahaan, tujuan dan fungsi manajemen keuangan, serta tugas bendahara, accounting dan komite keuangan.

Pengertian Manajemen Keuangan

Pengertian manajemen keuangan
energepic.com

Sebelum kita melangkah lebih dalam, tentang tugas manajer keuangan, sebaiknya kita harus tahu lebih dahulu pengertian manajemen keuangan menurut para ahli dan fungsi yang ada di manajemen keuangan.

James C. van Horne, mendefinisikan manajemen keuangan adalah segala aktivitas yang berhubungan dengan perolehan, pendanaan, dan pengelolaan aktiva dengan beberapa tujuan menyeluruh.

Dari definisi tersebut dapat diartikan bahwa kegiatan manajemen keuangan adalah berkutat di sekitar:

  1. Bagaimana memperoleh dana untuk membiayai usahanya.
  2. Bagaimana mengelola dana tersebut sehingga tujuan perusahaan tercapai.

Bagaimana perusahaan mengelola aset yang dimiliki secara efisien dan efektif.

Sedangkan fungsi dari pembuatan keputusan manajemen keuangan menurut beliau dibagi ke dalam:

  1. Keputusan sehubungan dengan investasi.
  2. Pendanaan.
  3. Manajemen aktiva.

Keputusan sehubungan dengan investasi, berkaitan dengan jumlah aktiva dimiliki, kemudian penempatan komposisi masing masing aktiva, misalnya berapa alokasi kas, aktiva tetap atau aktiva lainnya. Keputusan investasi ini berkaitan erat dengan sisi kiri dari laporan keuangan neraca.

Keputusan pendanaan, merupakan keputusan yang berkaitan dengan jumlah dana yang disediakan perusahaan, baik yang bersifat utang atau modal sendiri dan biasanya berhubungan dengan sebelah kanan laporan keuangan neraca.

Manajer keuangan harus memikirkan penggabungan dana yang dibutuhkan, termasuk pemilihan jenis dana yang dibutuhkan, apakah jangka pendek atau jangka panjang atau modal sendiri, serta kebijakan dividen.

Keputusan manajemen aktiva, hal ini berkaitan dengan pengelolaan aktiva secara efisien, terutama dalam hal aktiva lancar dan aktiva tetap. Pengelolaan aktiva lancar berkaitan erat dengan manajemen modal kerja dan yang berkaitan dengan aktiva tetap adalah yang berkaitan dengan manajemen investasi.

Sementara itu Brigham mengatakan manajemen keuangan adalah seni (art) dan ilmu (science), untuk me-menage uang, yang meliputi proses, institusi/lembaga, pasar, dan instrumen yang terlibat dengan masalah transfer uang di antara individu, bisnis, dan pemerintah.

Dari pengertian ini dapat disimpulkan bahwa aktivitas manajemen keuangan berkaitan erat dengan pengelolaan keuangan perusahaan, termasuk lembaga yang berhubungan erat dengan sumber pendanaan dan investasi keuangan perusahaan serta instrumen keuangan.

Ruang Lingkup Manajemen Keuangan

Secara umum, kita ketahui bahwa ruang lingkup manajemen keuangan cukup luas untuk dipelajari. Namun dalam praktiknya kita mengenal bahwa bidang keuangan dalam kajian manajemen keuangan dibagi menjadi dua macam, yaitu:

1. Financial service, yaitu merupakan bidang keuangan yang berhubungan dengan pembuatan desain dan konsultasi produk finansial baik kepada individu (perorangan), bisnis (dunia usaha), dan pemerintah.

Hal-hal yang berkaitan dengan jasa keuangan meliputi:

  • Loan officers;
  • Pialang; dan
  • Konsultan keuangan.

2. Managerial finance, merupakan kegiatan yang berhubungan dengan tugas-tugas manajer keuangan di perusahaan yang aktif dalam mengelola keuangan perusahaan seperti:

  • Menyusun budget;
  • Peramalan keuangan;
  • Manajemen kas;
  • Adminstrasi kredit;
  • Mencari dana; dan
  • Melakukan investasi.

Kedua bidang keuangan tersebut dalam praktiknya selalu berjalan searah dan saling mendukung, saling berkaitan, serta saling ketergantungan satu sama lainnya. Artinya, kedua jenis bidang keuangan ini selalu dibutuhkan guna mencapai tujuan perusahaan secara keseluruhan.

Baca juga:  27 Contoh Surat Izin Tidak Masuk Kerja yang Baik dan Benar

Tujuan Perusahaan

Seperti sudah dibahas sebelumnya bahwa perusahaan memiliki beberapa tujuan yang hendak dicapai baik tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang.

Dalam praktiknya tujuan semua perusahaan menurut ahli keuangan tidak jauh berbeda satu sama lainnya. Artinya, semua tujuan perusahaan didirikan adalah sama, hanya saja cara untuk mencapai tujuannya saja yang berbeda.

Berikut ini beberapa tujuan perusahaan yang dirangkum dari pendapat beberapa ahli keuangan, yaitu:

  1. Memaksimalkan Nilai Perusahaan.
  2. Maksimalisasi Laba.
  3. Menciptakan Kesejahteraan bagi Stakeholder.
  4. Menciptakan Citra Perusahaan.
  5. Meningkatkan Tanggung Jawab Sosial.

Semua tujuan perusahaan ini lebih banyak dibebankan kepada manajer keuangan dengan dibantu oleh manajer lainnya. Tugas manajer keuangan dalam hal memaksimalkan nilai perusahaan adalah memaksimalkan nilai saham perusahaan.

Tercapai tidaknya tujuan perusahaan ini dapat dilihat dan diukur dari harga saham perusahaan yang bersangkutan dari waktu ke waktu. Keuntungan dengan meningkatnya nilai saham perusahaan adalah perusahaan akan memperoleh kepercayaan dari lembaga keuangan (perbankan) untuk memperoleh pinjaman dengan persyaratan yang lebih lunak dan kepercayaan dari para supplier.

Selanjutnya dalam rangka menyejahterakan stakeholder, maka manajer keuangan harus mampu memaksimalisasi laba, dalam hal ini arti maksimalisasi laba adalah memaksimalkan penghasilan perusahaan setelah pajak. Dengan laba yang maksimal, maka tujuan menyejahterakan para stakeholder akan mudah tercapai.

Sedangkan tujuan membangun kesejahteraan bagi stakeholder adalah meningkatkan kualitas hidup melalui peningkatan kesejahteraan dan kesehatan kepada pemegang saham, manajemen, pelanggan, kreditor, supplier, dan masyarakat. Kesejahteraan pemegang saham secara otomatis akan meningkat dengan meningkatnya nilai perusahaan.

Artinya, dengan meningkatnya nilai perusahaan berarti akan meningkatkan nilai saham yang dimilikinya baik dari segi harga, maupun perolehan pembagian dividen. Bagi manajemen tentu saja dengan meningkatnya nilai saham juga akan memperoleh kesejahteraan berupa adanya peningkatan pembagian bonus atau kenaikan penghasilan atau tunjangan lainnya.

Kemudian tujuan meningkatkan citra perusahaan adalah mengubah image (pandangan) masyarakat dan pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan, sehingga memiliki sikap dan pandangan yang positif terhadap perusahaan. Dengan demikian, segala aktivitas perusahaan akan memperoleh kepercayaan dari berbagai pihak dan diharapkan umur hidup perusahaan akan bertambah panjang.

Meningkatnya nilai saham perusahaan turut ikut meningkatkan keuntungan perusahaan. Dalam hal ini perusahaan harus menyisihkan keuntungan tersebut kepada masyarakat dan lingkungannya, melalui tanggung jawab sosial. Tanggung jawab perusahaan tersebut dituangkan dalam Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau lebih dikenal dengan nama Corporate Social Responsibility (CSR).

Tujuan Manajemen Keuangan

Dalam rangka mencapai tujuan perusahaan, semua pihak yang terlibat dalam organisasi baik departemen keuangan, produksi, pemasaran maupun sumber daya manusia harus bekerja sama. Tanpa kerja sama yang baik, tentu sulit untuk mencapai tujuan perusahaan seperti yang diharapkan.

Sebagai ujung tombak untuk mencapai tujuan perusahaan, maka departemen keuanganlah yang paling berkepentingan terhadap pengelolaan keuangan perusahaan dan memiliki tugas-tugas yang cukup berat.

Dalam praktiknya untuk mencapai tujuan tersebut, maka manajemen keuangan memiliki tujuan melalui dua pendekatan, yaitu:

1. Profit risk approach

Dalam hal ini manajer keuangan tidak hanya sekadar mengejar maksimalisasi profit, akan tetapi juga harus mempertimbangkan risiko yang bakal dihadapi. Bukan tidak mungkin harapan profit yang besar tidak tercapai akibat risiko yang dihadapi juga besar.

Di samping itu, manajer keuangan juga harus terus melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap seluruh aktivitas yang dijalankan. Kemudian seorang manajer keuangan dalam menjalankan aktivitasnya harus menggunakan prinsip kehati-hatian.

Secara garis besar profit risk approach terdiri dari:

  • Maksimalisasi profit;
  • Minimal risk;
  • Maintain control; dan
  • Achieve flexibility (careful management of fund and activities).

2. Liquidity and profitability

Tujuan manajemen keuangan bagian ini merupakan kegiatan yang berhubungan dengan bagaimana seorang manajer keuangan mengelola likuiditas dan profitabilitas perusahaan.

Dalam hal likuiditas, manajer keuangan harus sanggup untuk menyediakan dana (uang kas) untuk membayar kewajiban yang sudah jatuh tempo secara tepat waktu. Kemudian manajer keuangan juga dituntut untuk mampu me-manage keuangan perusahaan, sehingga mampu meningkatkan laba perusahaan dari waktu ke waktu.

Manajer keuangan juga dituntut untuk mampu mengelola dana yang dimiliki termasuk pencarian dana serta mampu mengelola aset perusahaan sehingga terus berkembang, dari waktu ke waktu.

Dalam melaksanakan tugasnya seorang manajer keuangan juga perlu memerhatikan berbagai perbedaan antara sudut pandang antara keuangan dengan akuntansi dan faktor inflasi.

Fungsi Manajemen Keuangan

Dalam menjalankan tugasnya departemen keuangan memiliki banyak tugas agar mencapai sasarannya. Tugas (kewajiban) ini kemudian dituangkan dalam berbagai kegiatan yang harus direncanakan, dilaksanakan, diawasi dan dikendalikan, sehingga dapat memuluskan pencapaian tujuan tersebut.

Baca juga:  Contoh Analisis SWOT Diri Sendiri, Produk, dan Perusahaan

Semua tugas ini lebih banyak menjadi tanggung jawab manajer keuangan atau direktur keuangan sebagai pimpinan tertinggi di departemen keuangan.

Kesuksesan dalam menjalankan tugas tersebut merupakan hal yang diharapkan perusahaan dan merupakan prestasi bagi para manajer keuangan apabila dapat mencapainya. Namun sebaliknya dalam praktiknya tidak semua usaha dijalankan akan berhasil atau menghasilkan keuntungan seperti yang diharapkan, dengan berbagai sebab.

Kegagalan ini dapat dijadikan dasar sebagai alat untuk melakukan evaluasi, tindakan mana yang salah, sehingga menjadi pelajaran ke depan. Bagi manajer keuangan terkadang hal ini merupakan hukuman terhadap kariernya di perusahaan tersebut, akibat kegagalannya dalam mencapai target yang telah ditetapkan.

Oleh karena itu, manajer keuangan harus tahu fungsinya sebagai apa di perusahaan tersebut terlebih dahulu, sebelum menjalankan aktivitasnya, sehingga dapat memahami serta menjalankan tugasnya secara baik.

Fred, menjelaskan bahwa fungsi utama manajer keuangan adalah, merencanakan, mencari dan memanfaatkan dana untuk memaksimalkan nilai perusahaan, atau dengan kata lain aktivitasnya berhubungan dengan keputusan tentang pilihan sumber dan alokasi dana.

Secara umum aktivitas dan fungsi manajer keuangan adalah:

1. Meramalkan dan merencanakan keuangan

Artinya, seorang manajer keuangan harus mampu berinteraksi dengan eksekutif lain dan bersama sama merencanakan kegiatan apa saja yang harus dilakukan untuk ke depan.

Sebelumnya tentu saja terlebih dahulu meramalkan kondisi yang akan terjadi di masa yang akan datang dan yang kemungkinan besar berdampak, baik langsung maupun tidak langsung terhadap pencapaian tujuan perusahaan.

Setelah diramalkan barulah manajer keuangan menyusun rencana-rencana yang akan dilakukan terutama yang berkaitan dengan keuangan perusahaan yaitu kebutuhan keuangan dan pengelolaan keuangan.

2. Keputusan permodalan, investasi dan pertumbuhan

Manajer keuangan dituntut untuk mampu menghimpun dana yang dibutuhkan, baik jangka pendek (keperluan modal kerja) maupun jangka panjang.

Permodalan jangka panjang juga sangat diperlukan guna mendukung pertumbuhan perusahaan, seperti peningkatan investasi pabrik, peralatan dan aktiva lainnya, terutama pada saat dibutuhkan.

Manajer keuangan juga harus mampu menentukan pertumbuhan penjualan, alternatif proyek yang akan dibiayai, bentuk investasi yang akan dilakukan, serta alternatif sumber dana penggunaan utang dan ekuitas.

3. Melakukan pengendalian

Dalam perjalanannya bisa saja aktivitas perusahaan menyimpang dari hal yang sudah direncanakan sebelumnya, baik disengaja maupun tidak.

Oleh karena itu, dalam menjalankan aktivitasnya manajer keuangan dituntut untuk mampu berinteraksi dengan eksekutif lain dalam menjalankan operasi perusahaan secara efisien, sehingga apabila terjadi penyimpangan masing-masing pihak dapat mengendalikan ke arah seperti yang telah direncanakan.

Tanpa pengendalian kemungkinan kegagalan dalam pencapaian tujuan perusahaan sangat besar.

4. Hubungan dengan pasar modal

Kebutuhan akan modal dapat dicari dari berbagai alternatif sumber dana dan salah satunya adalah dari pasar modal. Dalam hal ini manajer keuangan harus mampu berhubungan dengan pasar modal sehingga pencarian modal dari sumber ini dapat dipenuhi.

Lebih dari itu bahwa nilai saham perusahaan juga sangat banyak dipengaruhi dan tergantung pada kegiatan di pasar modal, sehingga manajer keuangan harus terus memantau dan berhubungan terus-menerus dengan pasar modal agar nilai saham dapat dipertahankan dengan berbagai cara dan pada akhirnya diharapkan mampu untuk meningkatkan nilai saham perusahaan seperti tujuan perusahaan sebelumnya.

Agar manajer keuangan dapat menjalankan tugas seperti di atas, maka harus membagi fungsi keuangan yang ada dalam perusahaan. Dalam praktiknya fungsi keuangan perusahaan dibagi ke dalam dua hal, yaitu:

  1. Bendahara (treasurer).
  2. Administrasi dan accounting (controller).

Baik bendahara, maupun administrasi dan accounting, semuanya harus bertanggung jawab kepada Direktur Keuangan (Chief Financial Officer/CFO) sebagai pimpinan tertinggi di departemen keuangan.

Tugas Bendahara

Dalam menjalankan kegiatannya bendahara juga memiliki sejumlah tugas, di mana masing masing tugas harus dijalankan secara disiplin agar tidak terjadi penyimpangan.

Tugas bendahara antara lain bertanggung jawab dalam bidang berikut ini.

1. Penerimaan dana

Artinya, bendahara bertugas menerima seluruh dana dari berbagai sumber yang ada, misalnya dana dari pinjaman bank atau dari hasil penjualan atau dana dari pihak-pihak lainnya.

2. Penyimpanan dana

Bendahara dalam hal ini berkewajiban untuk menyimpan dana yang diperoleh dari berbagai sumber di atas secara aman, baik dalam bentuk peti kas, atau simpanan dalam berbagai rekening bank.

3. Menyampaikan laporan kas

Bendahara berkewajiban untuk melaporkan aktivitas keuangan, baik laporan posisi kas harian maupun modal kerja perusahaan secara berkala, sehingga setiap dibutuhkan untuk mengetahui kondisi kas perusahaan dengan mudah dapat diketahui dari laporan kas bendahara.

Baca juga:  Uraian Lengkap Zaman Praaksara di Indonesia

4. Mengelola kredit

Terhadap perolehan dana secara kredit dari kreditor harus dikelola benar oleh bendahara terutama hal-hal pembayaran bunga dan pokok pinjaman. Kemudian juga bendahara harus menyiapkan dana pelunasan kredit.

Di samping itu, juga perlu dikelola hasil dari penjualan kredit yang dilakukan secara angsuran atau cicilan oleh debitur.

5. Pembagian dividen

Bendahara dalam hal ini melakukan pembayaran terhadap dividen atau insentif lainnya kepada pemegang saham atau yang berhak menerima.

6. Menjalin hubungan dengan berbagai pihak

Tugas ini adalah menjaga hubungan baik dengan pihak perbankan agar perolehan dana dapat berjalan terus dengan kreditor (bank). Demikian pula dengan pihak investor, sehingga mampu menjaga kepercayaan investor terhadap perusahaan.

7. Mengelola asuransi

Bendahara harus mengelola dana guna membayar premi asuransi yang sudah menjadi beban perusahaan. Asuransi ini digunakan untuk menutup sejumlah risiko kerugian yang mungkin akan dihadapi perusahaan sekarang dan di masa yang akan datang.

8. Mengelola dana pensiun

Dewasa ini kebanyakan pengelolaan dana pensiun sudah diserahkan ke lembaga tertentu, baik lembaga yang dibentuk oleh perusahaan maupun yang tidak ada hubungan dengan perusahaan.

Namun di beberapa perusahaan dana pensiun masih dikelola perusahaan dan dalam hal ini bendahara menyiapkan pembayaran pensiun kepada para mantan karyawannya.

Tugas Administrasi dan Accounting

Selanjutnya tugas dan tanggung jawab yang diemban fungsi administrasi dan accounting, tidak kalah beratnya dengan bendahara. Administrasi dan accounting berusaha untuk menyelamatkan setiap aktivitas keuangan perusahaan agar tidak menyimpang dari tujuan penggunaannya.

Fungsi utama Administrasi dan accounting adalah pendataan dan pelaporan informasi keuangan yang menyangkut hal-hal berikut:

1. Menyiapkan dan menyampaikan anggaran

Administrasi dan accounting berfungsi dalam hal menyampaikan anggaran yang akan dianggarkan pada periode tertentu Penyampaian anggaran ini perlu guna direalisasikan sesuai dengan penggunaannya.

2. Pemrosesan data akuntansi

Administrasi dan accounting bertugas melakukan pemrosesan data akuntansi mulai dari buku besar, gaji, piutang, dan utang.

3. Penyampaian laporan keuangan;

Pada akhir periode atau pada saat dibutuhkan, maka Administrasi dan accounting menyampaikan laporan keuangan perusahaan, baik berbentuk neraca, laporan laba rugi, atau laporan keuangan lainnya.

4. Daftar gaji

Administrasi dan accounting berfungsi daftar gaji untuk seluruh karyawan yang harus dikeluarkan perusahaan pada akhir bulan bagi karyawannya.

5. Pajak

Dalam hal ini Administrasi dan accounting juga bertangungjawab terhadap pajak yang harus dibayarkan perusahaan, termasuk dalam hal perhitungan pajak untuk segala aktivitas yang berhubungan dengan perusahaan.

6. Audit Internal

Administrasi dan accounting secara berkala melakukan audit internal terhadap aktivitas keuangan perusahaan selama periode tertentu.

Fungsi keuangan ini, secara khusus tiap perusahaan berbeda satu perusahaan dengan perusahaan lain. Perbedaan ini biasanya tergantung dari jenis usaha yang dijalankan serta besar kecilnya aktivitas perusahaan tersebut (besar atau kecil).

Tugas Komite Keuangan

Dalam perusahaan besar di samping fungsi keuangan di atas juga dibentuk komite keuangan (finance committees). Komite ini terdiri dari orang orang yang memiliki latar belakang dan kemampuan yang berbeda.

Tugas komite keuangan antara lain:

  1. Melakukan pencarian dana, oleh karena itu dibutuhkan keahlian menyangkut keputusan pemilihan bentuk utang jangka pendek dan jangka panjang yang dibutuhkan, penggunaan utang atau ekuitas, serta persyaratan ekuitas.
  2. Mengelola anggaran modal dan operasi, misalnya membuat rencana operasi dan investasi yang dibutuhkan.

Dalam menjalankan tugasnya komite keuangan umumnya dibagi ke dalam subkomite dengan bidang tugas yang telah diberikan kepadanya. Adapun pembagian tugas tersebut terdiri dari:

  1. Subkomite pencarian modal yang bertanggung jawab terhadap penyusunan anggaran modal dan pengeluaran/biaya dalam suatu periode tertentu.
  2. Subkomite anggaran yang berkecimpung dalam pembuatan anggaran operasional untuk tahun yang akan datang.
  3. Subkomite pensiun yang tugasnya mengelola dana pensiun bagi seluruh karyawannya.
  4. Subkomite gaji dan keuntungan bertanggung jawab terhadap perencanaan pengelolaan gaji dan penetapan kompensasi atau bonus bagi pihak manajemen.

Secara ringkas kedudukan manajer keuangan dalam struktur organisasi perusahaan dapat digambarkan sebagai berikut:

Rangkuman

Perlu diingat bahwa fungsi direktur atau manajer keuangan setara dengan direktur lainnya, seperti direktur produksi, pemasaran, dan direktur sumber daya manusia. Dan masing masing fungsi ini bertanggung jawab langsung kepada direktur utama.

Kemudian masing-masing fungsi memiliki pembantu atau bawahan untuk menjalankan kegiatan. Dalam hal ini manajer keuangan dibantu oleh bendahara dan administrasi pembukuan/akuntansi. Adapun tugas bendahara dan administrasi pembukuan/akuntansi dapat dilihat dalam pembahasan sebelumnya.

Pustaka:
Kasmir. 2009. Pengantar Manajemen Keuangan. Jakarta: Kencana

Tinggalkan komentar