Contoh proposal penelitian skripsi

Contoh Proposal Penelitian Skripsi yang Baik dan Benar

Contoh Proposal Penelitian – Sebelum dilakukan sebuah penelitian, seorang peneliti perlu membuat proposal penelitian, ini biasanya dilakukan oleh siswa sekolah maupun mahasiswa, terutama oleh para mahasiswa tingkat akhir sebuah perguruan tinggi atau universitas.

Para mahasiswa diwajibkan membuat proposal penelitian yang akan dijadikan sebagai laporan penelitian berupa skripsi, tesis, atau disertasi. Proposal penelitian inilah yang terlebih dahulu diajukan sebelum membuat penelitian.

Pedoman Pembuatan Proposal Penelitian

Pedoman Pembuatan Proposal Penelitian
©kelarnugas.blogspot.co.id

Langkah pertama pembuatan proposal penelitian dimulai dari dengan menentukan judul dan topik penelitian. Dapat dikatakan bahwa judul dan tema penelitian adalah separauh bagian dari penelitian. Penetapan tema dan judul inilah yang merupakan langkah dan bagian yang tersulit dalam membuat proposal penelitian dikarenakan sebuah rencana penelitian harus memenuhi beberapa peryaratan; harus menarik, belum digunakan orang lain, dan harus bersifat sesuatu yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Menurut Sutrisno Hadi, sebagaimana dikutip Subyantoro dan Suwarto (2007: 110-1114), terdapat empat hal yang biasa digunakan untuk menentukan topik penelitian.

  1. Jangkauan peneliti terhadap topik (managable topic), yaitu latar belakang kemampuan peneliti untuk memecahkan masalah, tersedianya pembiayaan yang cukup, batas waktu untuk menyelesaikan penelititan.
  2. Data topik  mudah didapat (optainable data). Dalam hal ini, pertanyaan pentingnya adalah apakah sumber-sumber data penelitian mudah diperoleh? termasuk apakah tekhnik-tekhnik pengumpulan data nantinya mampu menangkap data yan dibutuhkan?
  3. Topik cukup penting untuk diteliti (significance of topic). topik yang dipilih berdasarkan pada kepentingan bahwa topik tersebut memang sangat penting untuk diteliti. Misalnya apakah hasil penelitian nantinya bergua untuk kepentingan akademis dan masyarakat luas.
  4. Topik menarik untuk diteliti (interested topic). Topik ini didasarkan pada minat dan semangat yang timbul dalam diri peneliti.  Tujuan dan rasa ingin tahun untuk mencari kebenaran, maka peneliti berniat untuk mengangkat topik penelitian ini.

Dalam penelitian, umumnya ada dua model penelitian, yaitu penelitian kepustakaan (studi literatur) dan penelitian lapangan. Penelitian kepustkaan adalah penelitian yang lebih bersifat pencarian sumber-sumber data pada literatur yang tersedia dalam buku-buku, jurnal-jurnal atau artikel-artikel ilmiah. Sementara itu, penelitian lapangan merupakan penelitian yang lebih banyak berfokus pada pengumpulan data lapangan (field research).

Secara umum, sistematika dalam menyusun proposal penelitian yang sering digunakan adalah sebagai berikut, yaitu.

A. Latar Belakang Masalah

Latar belakang masalah memaparkan hal-hal yang menjadi alasan dan melatarbelakangi pengajuan topik atau permasalahan dalam penelitian. Di bagian ini diuraikan garis besar penelitian, yang biasanya mencakup pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.

a. Mengapa penelitian dilakukan?

Di bagian ini dijelaskan alasan masalah yang diajukan dianggap penting untuk diteliti, dijelaskan bahwa masalah yang diajukan untuk kepentingan orang banyak, perlu segera diberi solusi, atau memiliki hubungan dengan permasalahan lain yang sangat rumit sehingga perlu dikaitkan secara erat.

b. Bagaimana cara penelitiannya?

Berisi penjabaran metode yang akan digunakan untuk menyelidiki masalah. Dijelaskna bahwa metode yang digunakan adalah metode yang oaling tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut.

c. Apa tujuan penelitian?

Berisi kegunaan-kegunaan dari hasil-hasil penelitian, yaitu menjelaskan tentang kegunaan penelitian, baik secara praktis maupun akademis.

B. Identifikasi Masalah

Di bagian ini diuraikan lebih lanjut perihal permasalahan yang diteliti. Uraian identifikasi masalah sebaiknya dibuat dalam bentuk pertanyaan dan urutannya di dasarkan pada urutan intensitas pengaruhnya dalam penelitian.

C. Maksud dan Tujuan Penelitian

Maksud dan Tujuan Penelitian
©pixabay.com

Di bagian ini dijelaskan maksud, yaitu hal-hal yang ingin dicapai dan tujuan yaitu sasaran-sasaran yang ingin dituju dalam penelitian. Maksud dan tujuan ini harus dirumuskan sesuai dengan kepentingan penelitian. Pada umumnyakedua hal ini saling berkaitan dengan bagian identifikasi masalah yang telah ditetapkan sebelumhya. Dengan kata lain, antara permasalahan dan sikap yang akan diambil dalam kegiatan penelitian ini memiliki hubungan.

D. Kegunaan Penelitian

Berbeda dengan maksud dan tujuan, kegunaan penelitian lebih bersifat keluar. Uraian kegunaan penelitian biasanya berhubungan dengan hal-hal yang akan disumbangkan bagi hasil penelitian, baik secara teoritis maupun praktis.

Baca juga:  Bersahabat dengan Stress, Cara Jitu Jadi Mahasiswa Sukses

E. Kerangka Teori

 Kerangka Teori proposal penelitian skripsi
©pixabay.com

Di bagian ini diuraikan kerangka teori yang digunakan dalam pebnelitian. Maksunya, menjelaskan aliran jalan pemikiran penelitian sesuai dengan kerangka teori yang logis. Untuk itu, masukkan identifikasi masalah yang telah ditetapkan ke dalam kerangka teori yang sesuai agar masalah-masalah yang diidentifikasi menjadi jelas.

Cara berpikir yang bisa digunakan adalah dengan kerangka berpikir deduktif, yaitu menjelaskan hal-hal yang bersifat umum, lalu mengerucut ke hal-hal yang lebih spesifik. Hal-hal yang bersifat spesifik adalah masalah yang telah diidentifikasi (Subyantoro dan Suwarto. 2007: 120-121).

Biasanya, sebelum menjelaskan kernagka teori yang digunakan dlaam penelitian, perlu menjelaskan terlebi dahulu secara konseptual istilah-istilah kunci dalam masalah penelitian. Tahap ini disebut dengan tahap konsepsi.

Sebagai fakta, dalam masalah terdapat konsep-konsep baik sebagai determinant (faktor) maupun sebagai hasil. Sementara itu, konsep (baik sebagai faktor atau hasil) memiliki variasi sifat dan besaran tertentu yang disebut dengan variabel.

Selanjutnya dibuat judgement, yaitu penyusunan ketentuan-ketentuan berupa teori-teori atau dalil-dalil, hukum-hukum atau kaidah-kaidah yang dapat digunakan sebagai deduksi untuk menjawab permsalahan penelitian. Ketentuan-ketentuan tesebut dapat diperoleh lewat kajian kepustakaan (Subyantoro dan Suwarto, 2007: 122).

Setelah itu, dibuat reasoning, yaitu menyusun pertimbangan-pertimbangan atau semacam argumentasi-argumentasi mengenai duduk perkara dari premis minor di dalam premis mayornya (Subyantoro dan Suwanto, 2007:122).

F. Tinjauan Pustaka

Di bagian ini dipaparkan hasil-hasil penelitian sejenis yang pernah dilakukan oleh ornag lain sebagai bahan onformasi penelitian yang sedang atau akan dilakukan sudah dilakukan oleh orang lain atau belum. Selain itu, tinjauan pustaka juga berguna untuk menentukan langkah-langkah penelitian berikutnya.

G. Metode Penelitian

Metode Penelitian
©mediacerita.com

Secara umum, di bagian ini dijelaskan metode yang digunakan dalam penelitian. Selain itu, deskripsi tentang bentuk penelitian, objek dan lingkup studi, sumber data, data yang diperlukan, tekhnik pengumpulan data, tekhnik analisis data, maupun jadwal penelitian juga dimuat di dalam metode penelitian ini.

H. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan berisi rencana susunan atau sistematika penulisan dalam penelitian. Penyusunannya dimulai dari bab pertama sampai bab akhir, yaitu kesimpulan. Dengan kata lain, bagian ini merangkum outline dari proposal penelitian yang akan diajukan ke dosen pembimbing atau lembaga akademis kampus.

I. Daftar Pustaka

Daftar pustaka berisi sumber-sumber pustaka yang digunakan dalam penyusunan proposal penelitian.

Baca juga: Contoh Kata Pengantar Makalah, Laporan, Skripsi, dan Karya Ilmiah

Contoh Proposal Penelitian Skripsi

Contoh Proposal Penelitian Skripsi
©proferyk.blogspot.co.id

Berikut ini kami berikan contoh proposal penelitian skripsi yang sesuai standar, diambil dari salah satu proposal penelitian mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin.



RENCANA PENELITIAN

JUDUL PENELITIAN            :PENGARUH EKSTRAK AIR KELOPAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI AMOXICILLIN TERHADAP Methicilin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA)

NAMA MAHASISWA            : ERMA YULISTIANA

NOMOR MAHASISWA        : N11113072

PEMBIMBING UTAMA        : Dr. Hj. Sartini, M.Si., Apt.

PEMBIMBING PERTAMA   : Dra. Rosany Tayeb, M.Si., Apt.


BAB I

PENDAHULUAN

Sepanjang sejarah manusia, jutaan orang meninggal dunia akibat infeksi bakteri. Prevalensi penyakit infeksi belum menunjukkan penurunan dari tahun ke tahun (1). Penyakit infeksi ini merupakan ancaman bagi kelangsungan hidup manusia.  Beberapa bakteri yang dapat menyebabkan penyakit diantaranya adalah: Staphylococcus aureus  (S.  aureus) dan Escherichia coli (E. coli) (2).

Infeksi yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus dapat menimbulkan beberapa penyakit seperti, septikemia, pneumonia, endokarditis, osteomielitis, gastroentritis dan abses (3). Resistensi Staphylococcus aureus terhadap antibiotik telah banyak dilaporkan sehingga pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri ini semakin sulit karena munculnya strain resistant multidrug seperti Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) (4). Resistensi Staphycoccus aureus terhadap golongan penisilin terjadi pada lebih dari 86% kasus (5). Menurut data sistem nosocomial surveilence rumah sakit Dr. Kariadi, pada bulan juli-desember 2007 ditemukan kuman MRSA pada 30 kasus infeksi luka operasi di bangsal A2 dan A3 sebanyak 18 kasus (60%), dan periode Januari-mei 2008 sebanyak 16 kasus (67%) dari 24 kasus. MRSA telah menjadi sebuah masalah besar bagi para klinisi di rumah sakit selama bertahun-tahun sebagai penyebab infeksi nosokomial yang angka kejadiannya meningkat 10-20 % (6,7).

Baca juga:  Contoh Kata Pengantar Makalah, Laporan, Skripsi, dan Karya Ilmiah

Pencarian antibiotik baru memerlukan waktu yang lama dan dana penelitian yang tinggi sehingga salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah mencari bahan alam yang dapat mencegah resistensi antibiotika atau bahan yang mampu meningkatkan aktivitas antibiotika yang ada.

Rosela (Hibiscus Sabdariffa L.) merupakan salah satu tanaman yang sedang dikembangkan menjadi tanaman herbal terstandar yang memiliki efek sebagai antibakteri (8). Senyawa yang terkandung pada kelopak bunga Rosella adalah senyawa fenolik yang terdiri dari anthocyanins seperti delphinidin-3-glucoside, delphinidin-3-sambubioside, dan cyanidin-3-sambubioside, kandungan flavonoid seperti gossypetin, hibiscetin, dan glukosida lainnya (9,10). Secara in vitro, aktivitas antibakteri kelopak rosela disebabkan oleh adanya kandungan flavonoid/antosianin. (11, 12).

Menurut penelitian yang dilakukan Rostinawati (2009) aktivitas aktibakteri ekstrak etanol bunga rosella memiliki kosentrasi hambat minimum terhadap E.coli, Staphylococcus aureus, dan  Salmonella typhyi sebesar 0,20 g/ml. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Zuhrotun (2009) menunjukkan bahwa ekstrak air dari kelopak bunga rosella memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan KHM antara 0,41%-0,81% dan nilai banding aktivitas antibakteri pembanding tetrasiklin HCl dengan ekstrak air kelopak bunga rosella terhadap S. aureus adalah (1 : 8,24). Selain itu penelitian yang dilakukan oleh Mulyani (2016) tentang uji aktivitas anti bakteri dari kombinasi infus kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dan Isoniazid (INH) terhadap Mycrobacterium tuberculosis H37Rv. Hasil penelitiannya menunjukkan Infus rosella 25%, kombinasi infus rosella 25% dan INH 0,1 bpj dengan inkubasi 6 minggu bersifat bakterisid terhadap Mycobacteriumtuberculosis.

Permasalahan yang timbul adalah apakah ekstrak kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) memiliki efek yang sinergis dengan antibiotika amoxicillin sehingga dapat digunakan sebagai terapi suportif untuk pasien yang terinfeksi bakteri Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh ekstrak kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dalam meningkatkan aktivitas antibiotika amoxicillin terhadap Methicillin Resistan Staphylococcus aureus (MRSA).

BAB II 

Tinjauan Pustaka

(………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….)

 

BAB III

PELAKSANAAN PENELITIAN

II.1 Alat dan Bahan

Alat-alat yang digunakan adalah cawan petri, cawan porselen, labu Erlenmeyer (Pyrex®), enkas, Gelas ukur, corong pisah, mikropipet, ose bulat, ose lurus, pinset, spoit (OneMed®), labu tentukur, lampu spiritus, lemari pendingin, jangka sorong, oven, inkubator, sendok tanduk, spektrofotometri, timbangan analitik.

Bahan yang digunakan adalah air steril, alkohol 70%, asam galat, ektstrak kelopak bunga dari tanaman Rosella (Hibiscus sabdariffa L.), Follin ciocalteau, Medium MHA (Mueller Hinton Agar), Medium NA (Nutrient Agar), Medium NB (Nutrien Broth), bakteri uji Meticllin Resistent Staphylococus aureus koleksi laboratorium Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin, metanol, NaOH.

II.2. Metode Kerja

III.2.1 Sterilisasi alat

Cawan petri dan alat-alat gelas lainnya disterilkan dalam oven pada suhu 180°C selama 2 jam. Adapun alat-alat gelas yang berskala dan tidak tahan terhadap pemanasan dan yang terbuat dari plastik disterilkan dalam autoklaf pada suhu 121°C selama 15 menit. Ose disterilkan dengan cara dipijarkan pada nyala api bunsen.

III.2.2 Penyiapan sampel

III.2.2.1 Metode Ekstraksi Sampel

Sampel kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) diambil di daerah Makassar yaitu di taman Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin. Sampel di ektraksi dengan metode modifikasi dari infundasi. Rasio berat sampel dan air 1:10 yaitu 100 gram sampel dalam 1 L air. Sebanyak 100 g sampel di basahi dengan 400 ml air dan di cukupkan lagi dengan 600 ml air. Dipanaskan dalam tangas air selama 15 menit, dihitung mulai suhu dalam panci mencapai 90C.

II.2.2.2 Penyiapan Ekstrak Kering Infus Rosella

Hasil ekstraksi dari kelopak bunga rosela ditambahkan maltodekstrin 10 gram kemudian diaduk dan dikeringkan dengan metode spray drying sehingga diperoleh ekstrak kering.

III.2.3 Penentuan Kadar Polifenol

Penentuan kadar polifenol ektsrak kelopak bunga rosella dilakukan secara spektrofotometri dengan menggunakan baku asam galat dan preaksi Follin ciocalteau dan NaOH.

Baca juga:  Contoh Kata Pengantar Makalah, Laporan, Skripsi, dan Karya Ilmiah

III.2.3.1 Persiapan Larutan Uji Untuk Ekstrak

Timbang seksama sebanyak 12,5 mg ekstrak, masukkan ke dalam labu erlenmeyer, tambahkan 25 ml metanol P, aduk selama 30 menit dengan pengaduk magnetik. Saring ke dalam labu tentukur 25 ml, tambahkan metanol P hingga tanda

III.2.3.2 Persiapan Larutan Pembanding

Timbang seksama lebih kurang 10 mg pembanding, masukkan ke dalam labu tentukur 25 ml, larutkan dengan metanol P, tambahkan metanol P sampai tanda. Buat pengenceran secara kuantitatif hingga kosentrasi 8 ppm, 4 ppm, 2 ppm, 1 ppm, dan 0,5 ppm.

III.2.3.3 Pengukuran Polifenol

Pada masing-masing 1 ml larutan uji dan enceran larutan pembanding dalam tabung reaksi, tambahkan 5 ml enceran Folin-Ciocalteu LP (7,5% dalam air). Diamkan selama 8 menit, tambahkan 4 ml NaOH 1%, inkubasi selama 1 jam. Ukur serapan masing-masing larutan pada panjang gelombag serapan maksimum lebih kurang 730 nm. Lakukan pengukuran blangko dengan cara yang sama, tanpa penambahan larutan uji.

III.2.4 Pembuatan Medium

II.2.4.1 Pembuatan Medium NB (Nutrient Broth)

Sebanyak 1,3 gram Nutrient Broth dilarutkan dengan aqaudes hingga 100 ml, kemudian dipanaskan hingga larut. Bahan yang telah homogen kemudian disterilisasi menggunakan autoklaf pada suhu 121°C selama 15 menit.

II.2.4.2 Pembuatan Medium MHA (Mueller Hinton Agar)

Mueller Hinton Agar 3,4  gram  dilarutkan dengan aquadest hingga 100 ml kemudian dipanaskan  sampai larut.    Media    disterilisasi    dengan   autoklaf selama 15 menit pada suhu 121°C.

II.2.5 Pembuatan Larutan Uji

II.2.5.1 Pembuatan Larutan Uji Ekstrak Kelopak Bunga Rosella

Ekstrak dari kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dilarutkan dengan air steril kemudian dibuat kosentrasi 4000 bpj, 2000 bpj, 1000 bp, dan 500 bpj.

II.2.5.2 Pembuatan Larutan Uji Amoxicillin

Amoxicillin dilarutkan dengan air steril kemudian dibuat konsentrasi 50 bpj, 25 bpj, 12,5 bpj, 6,25 bpj.

III.2.6 Penyiapan Biakan Bakteri

Bakteri yang digunakan adalah Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) koleksi Laboratorium Penelitian Rumah Sakit Universitas Hasanuddin. Diremajakan bakteri uji dalam NA miring serta diinkubasi pada suhu 37ºC selama 1 x 24 jam. Biakan bakteri didispersikan dan selanjutnya digunakan sebagai bakteri uji.

II.2.7 Penentuan Kosentrasi Hambatan Minimun (KHM)

II.2.7.1 Penentuan KHM Ekstrak Kelopak Bunga Rosella

Uji kadar hambat minimal dari ekstrak kelopak bunga rosella dilakukan dengan metode dilusi cair menggunakan media Nutrien Broth (NB). Sebanyak 4000 mg ekstrak kelopak bunga rosella dilarutkan dengan air steril hingga 100 ml sebagai larutan stok. Dibuat pengenceran bertingkat dari konsetrasi 4000 bpj, 2000 bpj, 1000 bp, dan 500 bpj ke dalam media cair, kemudian masing-masing tabung diinokulasi suspensi bakteri uji MRSA sebanyak 0.1 ml yang setara dengan McFarland 0,5 (1.5 × 108 CFU/mL). Diinkubasi selama 1 x 24 jam pada suhu 37° C dan amati kekeruhan medium.

II.2.7.2 Penentuan KHM Amoxicillin

Uji kadar hambat minimal dari amoxicillin dilakukan dengan metode dilusi cair menggunakan media Nutrien Broth (NB). Sebanyak 50 mg amoxicillin dilarutkan dengan air steril hingga 100 ml sebagai larutan stok (500 bpj). Dibuat pengenceran bertingkat dari konsetrasi 50 bpj, 25 bpj, 12,5 bpj, 6,25 bpj ke dalam media cair, kemudian masing-masing tabung diinokulasi bakteri uji MRSA sebanyak 0.1 ml yang setara dengan McFarland 0,5 (1.5 × 108 CFU/mL). Diinkubasi selama 1 x 24 jam pada suhu 37° C dan amati kekeruhan medium.

II.2.8 Uji  modulasi ekstrak terhadap efek antibiotik Amoxicillin terhadap MRSA

Konsentrasi hambat minimal dari ekstrak kelopak bunga rosella yang  terpilih dikombinasi dengan antibiotik amoxicillin  dengan beberapa dosis  berdasarkan KHM dari antibiotik tersebut.   Faktor modulasi (FM) dapat dihitung dengan rumus sbb.:

FM = KHM (antibiotika)/KHM (antibiotika + ekstrak)

dengan mengetahui faktor modulasi tersebut, maka dapat diketahui kekuatan kombinasi berapa kali efeknya dibanding antibiotika sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

  1. … dst.

Demikianlah contoh proposal penelitian dan panduan penulisannya. Semoga bisa membantu kamu menyelesaikan skripsi ya. Semangaat!!!

Content Protection by DMCA.com