10+ Contoh Rumusan Masalah Makalah dan Penelitian

Contoh rumusan masalah makalah dan penelitian

Contoh Rumusan Masalah – Apa kabar para pembaca semua? ada yang tau tidak fungsi dari rumusan masalah guna suatu penelitian? Untuk para pembaca yang pernah sekolah atau kuliah sudah pasti tahu tentang apa yang dimaksud rumusan masalah. Rumusan masalah secara umum identik dan erat kaitannya dengan suatu berkas, laporan, skripsi, proposal, makalah dan lain-lain.

Sangat besar kemungkinan diantara kita pun sudah ada yang mengerti tentang pengertian dan fungsi dari rumusan masalah. Bagaimana jika ada sebagian dari Anda para pembaca yang belum mengerti? Kemudian solusinya? Tenang saja, karena pada kesempatan kali ini kita akan mengupas dan mempelajari tuntas tentang pengertian, fungsi, ciri-ciri, beserta contoh dari rumusan masalah yang baik dan benar sesuai dengan kaidah dan aturan dalam Bahasa Indonesia.

Sehingga sangat diharapkan ketika kamu membaca artikel ini, kamu pun akan jadi paham dan tau bagaimana cara membuat dan menyusun rumusan masalah yang tepat. Karena rumusan masalah ini sangat penting dan bagian paling riskan bagi pelajar dan mahasiswa yang ingin membuat atau menyusun sebuah laporan, skripsi, ataupun proposal.

Nah, berikut ini merupakan penjelasan lebih detailnya:

Pengertian Rumusan Masalah

Pengertian rumusan masalah

Rumusan masalah merupakan penjabaran dan ulasan singkat dari identifikasi sebuah masalah dan pembatasan dalam sebuah masalah. Maksudnya apa?

Jadi secara umumnya rumusan masalah adalah berupa sebuah atau beberapa pertanyaan yang lengkap dan sangat rinci mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti berdasarkan identifikasi masalah. Rumusan masalah dalam sebuah laporan maupun lainnya yang baik dan benar berarti telah menjawab setengah pertanyaan dari suatu permasalahan.

Rumusan masalah sama sekali tidak sama dengan masalah. Masalah yang ada pada suatu penelitian adalah kesenjangan yang terjadi antara harapan dan kenyataan sehingga dibutuhkan sebuah kajian atau penelitian untuk mencari tahu bagaimana solusi mengatasi masalah tersebut.

Rancangan solusi atau landasan teori tersebut adalah sebagai rancangan untuk menyelesaikan masalah selanjutnya akan diulas dan dibahas pada kajian pustaka atau kajian teori sehingga kesenjangan yang ada dapat diruntut solusinya dan berlandaskan teori juga penelitian terdahulu.

Masalah yang sudah disusun dan dirumuskan dengan baik, tidak hanya akan dapat membantu memusatkan pikiran kita mengenai kegelisahan kita mengenai suatu masalah, melainkan juga dapat mengarahkan cara berpikir kita terhadap suatu masalah atau persoalan yang akan dipecahkan.

Meskipun rumusan masalah sangat berbeda dengan masalah, akan tetapi pada keduanya pun memiliki kaitan yang sangat erat. Hal tersebut dikarenakan dalam setiap menuliskan rumusan masalah, haruslah berdasarkan pada masalah yang ada.

Penulisan rumusan masalah dalam sebuah skripsi, makalah, ataupun proposal merupakan hal yang paling mendasar sebelum penyusunan yang lainnya. Pertanyaan-pertanyaan tentang masalah yang diajukan dalam rumusan masalah, kemudian akan dijawab dan dibahas dalam proses penelitian dan tertuang secara sistematis ke dalam sebuah laporan penelitian.

Semua yang akan dibahas dalam laporan penelitian, termasuk di dalamnya pembahasan mengenai kerangka teori, definisi, dan metodologi yang digunakan, semua hal tersebut mengarah dan tertuju pada perumusan masalah tersebut.

Maka dari itu, penyusunan serta penulisan rumusan masalah menjadi titik sentral dan poin penting dalam sebuah penelitian. Dan tentu di sinilah fokus utama yang akan menentukan arah sebuah penelitian yang akan kita lakukan.

Jenis-jenis Rumusan Masalah

Jenis jenis rumusan masalah

Rumusan masalah dalam sebuah penelitian itu sendiri terbagi menjadi 3 jenis. Bentuk-bentuk atau jenis rumusan masalah dikembangkan berdasarkan penelitian tingkat eksplanasi. Jenis-jenis rumusan masalah secara umum dikelompokkan ke dalam bentuk masalah deskriptif, komparatif dan asosiatif.

Untuk penjelasannya, adalah sebagai berikut:

1. Rumusan Masalah Deskriptif

Rumusan masalah deskriptif
slideplayer.info

Rumusan masalah deskriptif adalah suatu rumusan masalah yang berkaitan dengan pertanyaan terhadap keberadaan sebuah variabel atau lebih. Rumusan masalah deskriptif merupakan rumusan masalah yang berkaitan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri, baik itu pada satu variabel atau lebih. Maka dari itu, dalam sebuah penelitian tidak perlu membuat suatu perbandingan antara variabel yang satu dengan yang lainnya.

Jika merujuk kepada pengertian rumusan masalah deskriptif itu sendiri, menandakan bahwa penelitian yang dilakukan ini tidak perlu ataupun membutuhkan pembanding untuk menguji suatu variable, maupun mencari hubungan antara variable satu dengan yang lainnya. Penelitian ini hanya ada tentang 1 variabel tunggal, jika ada 2 variabel pun, maka secara umum ke-2 variabel tersebut akan berdiri sendiri-sendiri yang tidak memiliki hubungan apapun diantara keduanya atau tidak akan saling mempengaruhi maupun terkait.

Penelitian semacam inilah yang kemudian dinamakan sebagai penelitian deskriptif.

Contoh rumusan masalah deskriptif:

1. Bagaimana sikap dari masyarakat tentang perguruan tinggi yang memiliki suatu bandan hukum?

2. Seberapa tinggikah tingkat kepuasan dan juga aspirasi dari masyarakat pada pelayanan publik di ibu kota?

3. Seberapa bagus kah kebijakan yang telah diterapkan oleh pemerintah?

2. Rumusan Masalah Komparatif

Rumusan masalah komparatif
slideplayer.info

Rumusan masalah komparatif merupakan rumusan masalah dalam suatu penelitian yang membandingkan suatu variabel atau lebih dengan variabel yang lainnya. Berikut contoh rumusan masalah komparatif:

  • Apakah ada perbedaannya tingkat produktifitas antara masyarakat yang bekerja sebagai pegawai negeri dengan pegawai swasta?
  • Adakah perbedaan kapabilitas dan kedisiplinan kerja antara pekerja di perusahaan nasional dan pekerja swasta nasional?
  • Apakah ada perbedaan antara ketahanan fisik orang kota dengan orang pedalaman?

3. Rumusan Masalah Asosiatif

Rumusan masalah asosiatif
slideplayer.info

Rumusan masalah asosiatif adalah merupakan sebuah rumusan masalah dalam suatu penelitian yang bersifat menayangkan hubungan antara dua variabel atau bahkan lebih. Pada rumusan masalah sejenis ini pun dibedakan ke dalam tiga bentuk hubungan, adalah sebagai berikut:

a. Hubungan simetris

Hubungan simetris merupakan suatu hubungan di antara dua variable atau lebih yang kebetulan muncul dalam waktu yang bersamaan.

b. Hubungan kausal

Hubungan kausal dalam rumusan masalah jenis ini adalah merupakan hubungan yang bersifat sebab akibat. Sehingga pada penelitian tertentu akan terdapat variable independen atau variable yang mempengaruhi dan variable dependen atau suatu variable yang dipengaruhi.

c. Interaktif/reciprocal atau timbal balik.

Hubungan interaktif merupakan hubungan yang terkait dan saling mempengaruhi. Namun, berbeda dengan hubungan kausal, di sini tidak akan diketahui mana variabel independen maupun variabel dependen nya.

Untuk contohnya adalah sebagai berikut:

  1. Apakah ada suatu pengaruh dari sistem penggajian terhadap kinerja kerja?
  2. Seberapa besarkah pengaruh tata letak ruang kota terhadap kebahagiaan penduduknya?
  3. Adakah pengaruh antara pendidikan yang dilakukan oleh orang tua dengan prestasi belajar terhadap anak didik?
  4. Adakah hubungannya antara banyak populasi semut di pohon dengan tingkat kemanisan pada buah?
  5. Apakah ada hubungannya antara jumlah pengangguran dengan tingkat kriminal yang terjadi?

Fungsi Rumusan Masalah

Perumusan masalah adalah salah satu tahap di antara sejumlah tahap penelitian yang memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kegiatan penelitian tersebut. Tanpa ada nya perumusan masalah, suatu kegiatan penelitian akan menjadi percuma, sia-sia dan bahkan tidak akan membuahkan hasil apapun itu.

Perumusan masalah atau yang dikenal research questions maupun yang disebut juga sebagai research problem, diartikan sebagai suatu rumusan yang mempertanyakan suatu fenomena yang terjadi di sekitar kita, baik dalam kedudukannya sebagai fenomena mandiri (hubungan simetris), maupun dalam kedudukannya sebagai fenomena yang saling terkait di antara fenomena yang satu dengan yang lainnya, baik sebagai penyebab maupun sebagai akibat (hubungan kasual maupun hubungan interaktif atau timbal balik).

Mengingat demikian karena pentingnya kedudukan perumusan masalah di dalam suatu kegiatan penelitian, sampai-sampai memunculkan suatu anggapan yang menyatakan bahwa kegiatan melakukan perumusan masalah adalah merupakan kegiatan separuh dari penelitian itu sendiri.

Perumusan masalah dalam penelitian dapat dibedakan dalam dua sifat. Hal tersebut pun juga meliputi perumusan masalah deskriptif, apabila tidak menghubungkan antar fenomena, dan perumusan masalah eksplanatoris, apabila rumusannya menunjukkan adanya hubungan atau pengaruh antara dua atau lebih fenomena.

Rumusan masalah memiliki beberapa fungsi yang sangat penting dalam suatu kegiatan penelitian. Berikut penjelasannya :

  1. Rumusan masalah merupakan titik poin paling sentral dalam sebuah penelitian. Maksudnya adalah rumusan masalah biasanya atau secara umum digunakan sebagai pedoman dalam sebuah penelitian.
  2. Rumusan masalah umumnya akan berusaha memberikan sebuah solusi atas permasalahan yang dihadapi peneliti. Rumusan masalah secara umum berupa atau berbentuk sebuah pertanyaan yang mengulas sebuah permasalahan. Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa rumusan masalah merupakan sebuah solusi yang belum terwujud. Kemudian bagaimana cara untuk mewujudkannya? Tentu adalah dengan melakukan penelitian itu tadi.
  3. Rumusan masalah mampu membuka dan mengarahkan pikiran kita terhadap suatu permasalahan yang terjadi. Ketika tujuan dan arah dari suatu permasalahan sudah jelas dan terarah, maka kita hanya tinggal berfokus pada solusi yang akan kita tuju dan capai untuk masalah tersebut.
  4. Rumusan masalah juga sebagai pendorong kita untuk melakukan suatu kegiatan penelitian.

Ciri-ciri Rumusan Masalah

Suatu perumusan masalah biasanya timbul akibat adanya kesangsian ataupun kebingungan kita terhadap suatu hal atau suatu gejala, bisa berupa penafsiran yang berbeda tentang arti dan makna sesuatu hal, dapat juga halangan dan rintangan sebagai fenomena yang terjadi, celah antar kegiatan atau antar gejala, baik yang telah maupun yang akan terjadi.

Jadi dengan perumusan masalah di dalam penelitian akan menghilangkan dan mengatasi kebingungan kita tentang sesuatu, termasuk akibat dari penafsiran yang berbeda-beda atau terjadinya jurang yang sangat dalam antara idealisme dengan kenyataan yang ada.

Suatu kegiatan penelitian harus didasarkan pada suatu permasalahan yang dirumuskan. Lalu kemudian yang memenuhi syarat sebagai suatu masalah yang perlu diteliti tersebut. Rumusan masalah yang baik dan benar sendiri mempunyai ciri-ciri sebagaimana diulas di bawah ini :

  1. Rumusan masalah yang berkualitas, yang baik maupun benar adalah yang dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya.
  2. Rumusan masalah umumnya harus jelas, padat, tidak terlalu bertele-tele.
  3. Rumusan masalah ditulis untuk dapat memberikan petunjuk atau sebagai titik sentral dalam sebuah proses penelitian agar memungkinkan menampung data guna menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam sebuah rumusan masalah.
  4. Rumusan masalah harus menjadi pedoman yang mampu mengarahkan cara berpikir kita terhadap suatu permasalahan.
  5. Masalah dalam rumusan masalah yang dipilih pun harus mempunyai nilai penelitian.
  6. Selain itu, masalah dalam rumusan yang dipilih harus memiliki visibilitas.
  7. Dan yang terakhir, masalah yang dipilih dan ditulis sebagai rumusan masalah harus sesuai dengan kualifikasi dari si peneliti itu sendiri.

Selanjutnya, ada pula kriteria yang harus dipenuhi dalam membuat atau menulis rumusan masalah tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Pertama, pada perumusan masalah suatu penelitian kriteria pertama bentuknya berupa kalimat interogatif atau kalimat tanya, baik itu merupakan pertanyaan yang perlu jawaban eksplanatoris atau jawaban yang deskriptif. Sedangkan Eksplanatoris sendiri adalah menghubungkan dua atau pun lebih gejala atau fenomena dalam kehidupan manusia.
  2. Kedua, harus berhubungan atau bermanfaat untuk berusaha membuat dan mengembangkan suatu teori, di dalam makna pemecahan yang jelas, nantinya diharapkan dengan dilakukannya penelitian ini akan memberikan teoritik yang bermutu, baik itu untuk membuat dan menemukan teori baru atau mengembangkan sebuah teori lama atau sudah ada melalui kegiatan penelitian sebelumnya.
  3. Ketiga, untuk membuat atau menyusun sebuah rumusan masalah yang bagus, maka sebaiknya masalah dirumuskan di dalam sebuah konteks yang benar dan aktual. Jadi, pemecahan masalah tersebut memberikan keterkaitan kebijakan yang sesuai, dan bisa diaplikasikan dengan jelas guna untuk proses perumusan masalah bagi kehidupan manusia

Cara Membuat Rumusan Masalah

Hal yang pertama kali ada, ketika akan membuat rumusan masalah adalah menentukan topik dari kegiatan penelitian yang akan dilaksanakan. Dari topik yang sudah ditentukan ini kemudian difokuskan ke bagian yang lebih spesifik lagi atau lebih melebar lagi pembahasannya. Kemudian ketika cakupan tersebut sudah ditentukan, baru dimulai dari sini bisa, kita pun dapat menentukan permasalahannya.

Berikut ada beberapa hal-hal yang harus kamu perhatikan dan pahami dalam membuat sebuah rumusan masalah yang baik. Nah, ini adalah penjelasannya :

  1. Masalah dirumuskan haruslah berupa atau dalam bentuk pertanyaan.
  2. Rumusan masalah yang dirumuskan tersebut hendaknya jelas dan padat.
  3. Rumusan masalah harus berisi atau berupa implikasi adanya data untuk mencari sebuah solusi dalam suatu permasalahan.
  4. Masalah ini yang harus menjadi dasar bagi judul dalam sebuah proses penelitian.

Kendati demikian, tidak hanya memperhatikan hal-hal diatas saja. Anda para pembaca pun juga harus memperhatikan bagaimana caranya membuat formulasi atau susunan sebuah permasalahan yang baik dan benar. Lalu bagaimana caranya? Maka dari itu, berikut adalah penjelasan selengkapnya :

  1. Dengan menurunkan dan menjabarkan masalah dari teori yang sudah ada, seperti hal nya suatu permasalahan pada penelitian eksperimental.
  2. Dapat dari observasi atau pengamatan langsung di lapangan, seperti yang sudah sering dilakukan oleh para ahli sosiologi maupun antropologi. Apabila masalah yang sudah dapat diperoleh di lapangan, maka sebaiknya Anda pun juga harus menghubungkan masalah tersebut dengan teori-teori yang sudah ada sebelumnya. Karena ada kalanya suatu penelitian tersebut bisa menghasilkan dalil-dalil dan dapat membentuk sebuah teori yang baru.

Contoh Rumusan Masalah Makalah

Berikut di bawah ini adalah contoh rumusan masalah untuk makalah untuk berbagai tema pembahasan.

Rumusan Masalah Pergaulan Bebas Di Kalangan Remaja

  1. Apa pengertian dari remaja?
  2. Apa pengertian pergaulan bebas?
  3. Apa yang dimaksud seks bebas ?
  4. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan pergaulan bebas dan seks bebas ?
  5. Dampak dan akibat apa yang ditimbulkan dari pergaulan bebas dan seks bebas ?
  6. Apa dampak hukumnya terhadap pergaulan bebas dan seks bebas?
  7. Bagaimana solusi dan cara untuk mencegah pergaulan bebas dan seks bebas ?

Rumusan Masalah Lingkungan Kesehatan

  1. Apa dimaksud dengan Kesehatan Lingkungan ?
  2. Apa saja syarat untuk memenuhi lingkungan yang sehat ?
  3. Bagaimana ruang lingkup dari kesehatan lingkungan sekitar?
  4. Bagaimana cara untuk memelihara dan menjaga kesehatan lingkungan ?
  5. Apa tujuan dari pemeliharaan kesehatan lingkungan ?

Rumusan Masalah Tentang Software Bajakan

  1. Apakah yang dimaksud software bajakan itu?
  2. Seperti apakah ciri-ciri dan kriteria dari software bajakan?
  3. Bagaimanakah cara orang bisa mendapatkan software bajakan?
  4. Latarbelakang apakah yang membuat orang lebih memilih software bajakan?
  5. Berapa banyak orang yang memilih memakai software bajakan?
  6. Software bajakan apa saja yang sering dan umum dipakai orang Indonesia?
  7. Apa alasan sebagian orang yang tidak memilih untuk memakai software bajakan?

Rumusan Masalah Tentang Narkoba

  1. Apa itu yang dimaksud narkoba ?
  2. Ada berapakah jenis-jenis narkoba ?
  3. Mengapa penggunaan narkoba sangat berbahaya?
  4. Bagaimana cara mengatasi dan mencegah peredaran narkoba?

Rumusan Masalah Tentang Pengaruh Rokok Bagi Anak di Bawah Umur

  1. Sesungguhnya apa itu rokok ?
  2. Mengapa rokok sangat berbahaya bagi kesehatan ?
  3. Faktor apa saja yang dapat menyebabkan anak merokok ?
  4. Bagaimana cara dan solusi untuk mengatasi anak tidak merokok ?

Rumusan Masalah Tentang Mengatasi Sampah dalam Masyarakat

  1. Apa pengertian dari sampah?
  2. Ada berapa jenis dan contoh sampah?
  3. Bagaimana perkembangan sampah di tengah-tengah masyarakat?
  4. Bagaimana dampak akibat dari sampah bagi masyarakat sekitar?
  5. Bagaimana cara pengelolaan sampah yang benar dan bermanfaat?

Rumusan Masalah Tentang Pengamen Jalanan

  1. Bagaimana teori tentang kemiskinan?
  2. Apa perbedaan antara anak jalanan dengan anak bangsa ?
  3. Apa yang menjadi dasar dan faktor orang untuk mengamen?
  4. Bagaimana solusi agar orang-orang tidak mengamen?

Rumusan Masalah Tentang Banjir

  1. Apa yang dimaksud banjir ?
  2. Apa yang menjadi penyebab terjadinya banjir?
  3. Bagaimana dampak terjadinya banjir bagi masyarakat?
  4. Bagaimana cara menanggulangi dan mengatasi banjir?
  5. Bagaimana cara mencegah terjadinya banjir?

Rumusan Masalah Tentang Pernikahan Dini

  1. Bagaimana dampak positif dan negatif dari pernikahan dini yang marak terjadi?
  2. Bagaimana perspektif dari hukum islam mengenai pernikahan dini?
  3. Mengapa peran pernikahan dini perlu dipertahankan?
  4. Faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya pernikahan dini?

Contoh Rumusan Masalah Penelitian

Berikut di bawah ini contoh rumusan masalah penelitian.

Rumusan Masalah Penelitian Tempe

  1. Apa yang dimaksud dengan tempe?
  2. Bagaimana proses dan mekanisme pembuatan tempe?
  3. Bagaimana proses terjadinya dan terbentuknya tempe?
  4. Apa saja nilai gizi yang terkandung di dalam tempe?
  5. Apa saja kandungan dan nilai zat gizi pada tempe?
  6. Apa saja manfaat memakan tempe bagi kesehatan tubuh manusia?

Rumusan Masalah Penelitian Tanaman Hidroponik

  1. Apa yang dimaksud dengan tanaman hidroponik?
  2. Bagaimana teknis untuk menanam tanaman dengan cara hidroponik?
  3. Bagaimana manfaat dari tanaman hidroponik?
  4. Apa saja keunggulan yang di dapat dari cara menanam dengan hidroponik?
  5. Apa saja manfaat yang di dapat menanam dengan hidroponik?

Rumusan Masalah Penelitian Limbah Tahu

  1. Apa yang dimaksud dari makanan tahu?
  2. Bagaimana proses dalam pembuatan tahu?
  3. Bagaimana pengaruh limbah pengolahan tahu terhadap kesehatan tubuh manusia?
  4. Bagaimana cara dan solusi untuk menanggulangi limbah tahu?
  5. Bagaimana cara memanfaatkan dan mengolah ampas tahu?

Rumusan Masalah Tentang Penelitian Cacing Tanah

  1. Bagaimana manfaat penggunaan cacing tanah untuk kesehatan tubuh manusia?
  2. Apa saja kandungan nutrisi yang didapat dari cacing tanah?
  3. Bagaimana proses pengolahan cacing tanah menjadi obat?
  4. Bagaimana dampak dari mengkonsumsi secara rutin cacing tanah?
  5. Bagaimana cara yang dianjurkan dan benar untuk mengomsumsi cacing tanah?

Penutup

Ada begitu banyak cara yang berbeda untuk menulis maupun menyusun rumusan masalah, adapun beberapa sumber referensi yang merekomendasikan untuk langsung membahas masalah itu sendiri, sementara juga ada sumber lainnya merekomendasikan memberikan konteks latar belakang terlebih dahulu agar masalah beserta  solusinya lebih mudah untuk dipahami oleh pembaca sekalian.

Bila Anda begitu tidak yakin bagaimana harus memulainya, dianjurkan pilihlah opsi kedua. Kendati  keringkasan adalah sesuatu yang harus ditujukan oleh setiap tulisan yang praktis, pemahaman yang baik adalah yang lebih penting. Mulailah untuk menjelaskan bagaimana seharusnya hal-hal bekerja. Sebelum Anda memaparkan masalah Anda, jelaskan dalam beberapa kalimat bagaimana terjadinya hal-hal tertentu apabila tidak ada masalah.

Demikian pembahasan singkat mengenai pengertian, ciri-ciri, jenis, fungsi beserta contoh rumusan masalah yang lengkap ini. Dimulai dari contoh rumusan masalah penelitian, contoh rumusan masalah makalah, contoh rumusan masalah skripsi, dan contoh rumusan masalah proposal. Semoga dengan penjelasan ini dapat menambah wawasan kamu mengenai cara membuat rumusan masalah dengan baik dan benar.