Diwajibkan dalam Sholat

Bacaan Sholat Lengkap dengan Artinya Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis [+pdf]

Bacaan Sholat Lengkap dengan Artinya – Sholat merupakan rukun Islam yang kedua dan diwajibkan pada waktu yang telah ditentukan. Sholat adalah salah satu ibadah mahdah (murni) yang harus dilaksanakan dengan niat yang ihklas karena Allah SWT dan sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Mengenai bacaan-bacaan dalam sholat, baik yang fardhu maupun yang sunnah, juga harus sesuai contoh yang diberikan Rasulullah SAW yang banyak diriwayatkan dalam hadits-hadits yang shahih.

Sholatlah kamu sekalian sebagaimana kalian melihat aku sholat.” (Hr. Bukhari, Musim, dan Ahmad).

Barangsiapa beramal suatu amalan yang tidak ada petunjuk dari kami, maka amalan itu ditolak” (Hr. Muslim).

Sholat yang didirikan sebanyak lima kali setiap harinya, akan mendapatkan manfaat dan keutamaan yang besar bagi setiap muslim. Dengan sholat berjamaah, akan tumbuh rasa persaudaraan dan kecintaan di antara kaum muslimin ketika berkumpul untuk menunaikan di rumah Allah SWT (masjid).

Untuk Bacaan Sholat Lengkap dengan Artinya, silakan download file pdf tuntunan shalat lengkap berikut ini yang disusun oleh Ust. Achmad Rofi’i, Lc. M. Mpd

Ditetapkannya Sholat

Bacaan Sholat Lengkap dengan Artinya
©muslimedianews.com

Di antara ibadah dalam Islam, sholat adalah yang pertama kali ditetapkan kewajibannya oleh Allah SWT, dimana Nabi Muhammad SAW menerima perintah dari Allah SWT tentang sholat pada malam mikraj (perjalanan ke langit) tanpa perantara.

Abu Dzar ra. mengabarkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, bahwa ketika beliau berada di Hatim (dekat Ka’bah), Jibril as. mendatanginya dan membelah dadanya kemudian membersihkannya dengan air zam-zam. Setelah itu jibril mengambil sebuah bejana emas penuh berisi hikmah dan iman, lalu menuangkannya ke dada beliau. Setelah itu Jibril as. menutup dada beliau kembali.

Selanjutnya, Jibril as. memegang tangan rasulullah SAW dan membawanya naik ke langit dunia. Sesampainya di langit, Malaikat Jibril as meminta kepada kepada penjaga agar dibukakan pintu.

“Siapakah itu?” tanya malaikat penjaga langit,
“Aku Jibril.”
“Siapakah yang bersama engkau?”
“Muhammad SAW”
“Apakah dia sudah mendapat panggilan?”
“Ya, dia telah mendapat panggilan”

Setelah mendengar jawaban malaikat Jibril, penjaga langit dunia itu membuka pintu dan mengucapkan sambutan kepada Nabi Muhammad SAW. Di langit pertama, Nabi SAW melihat seorang laki-laki yang di sebelah kanan dan kirinya samar-samar tampak wujud-wujud hitam. Apabila lelaki itu melihat ke sebelah kanan, dia tertawa, sebaliknya jika lelaki itu menengok ke kirinya dia menangis.

Selamat datang hai Nabi dan anak yang shaleh.” sambut lelaki tersebut.

Siapakah dia hai Jibril?” Tanya Nabi Muhammad SAW.

Jibril menjelaskan, “Dialah Adam as., Yang tampak hitam di kanan kirinya adalah umatnya. Di sebelah kanan calon penduduk surga, sedangkan di sebelah kirinya calon penduduk neraka. Karena itu jika menengok ke kanan dia tertawa, dan apabila menengok ke kiri dia menangis.

Kemudian Malaikat Jibril as. membawa Nabi Muhammad SAW naik ke langit kedua, ketiga dan seterusnya. Setiap akan naik ke langit berikutnya, Malaikat Jibril as. memohon kepada penjaga pintu langit masing-masing untuk membuka pintunya dan terjadilah dialog sebagaimana ketika akan memasuki langit pertama.

Di langit-langit selanjutnya, Nabi Muhammad SAW bertemu dan diperkenalkan oleh Jibril as. dengan Nabi Idris as., Nabi Musa as., dan Nabi Ibrahim as.. Di setiap langit itu Nabi Muhammad SAW selalu mendapatkan sambutan yang baik dari para nabi itu sebagaimana sambutan yang telah diberikan oleh Nabi Adam as.

Ibnu Syihab mendengar dari Ibnu Hazm bahwa Ibnu Abbas ra. dan Abu Habbah Al-Anshori ra. mengungkapkan, Rasulullah SAW bersabda bahwa selanjutnya beliau dibawa ke Mustawa, dimana beliau mendengar goresan kalam. Lalu Allah SWT mewajibkan atas umat Nabi Muhammad SAW sholat lima puluh kali sehari semalam. Setelah itu rasulullah SAW turun kembali membawa perintah tersebut dan bertemu Nabi Musa as.

Kewajiban apa yang diperintahkan Allah atas umatmu?” tanya Nabi Musa as.
“Allah memerintahkan sholat wajib lima puluh kali.” Jawab rasulullah SAW.
Kembalilah menghadap Allah.” saran Nabi Musa as. “Sesungguhnya umatmu tidak akan sanggup melakukan sholat sebanyak itu.

Karena itu Rasulullah SAW kembali menghadap Allah SWT, lalu Allah SWT mengurangi perintah sholat menjadi separuhnya. Kemudian beliau kembali kepada Nabi Musa as. dan menceritakan kewajiban sholat yang telah dikurangi setengahnya.

kembalilah menghadap Allah.” saran nabi Musa as. untuk kedua kalinya. “Sungguh umatmu tidak akan sanggup melakukan sholat sebanyak itu.”

Baca juga:  Walimatul Ursy, ini Adabnya yang Perlu Diperhatikan Agar Bernilai Ibadah

Rasulullah SAW kembali menghadap Allah SWT hingga beberapa kali lagi. Akhirnya Allah SWT menetapkan kewajiban sholat hanya lima waktu namun nilainya sama dengan lima puluh kali. Allah SWT berfirman; “Keputusan ini tidak dapat diubah lagi.”

Setelah itu Nabi Muhammad SAW menemui Nabi Musa as. lagi. Dan untuk kesekian kalinya beliau menyarankan agar Nabi SAW menghadap kembali kepada Allah SWT, namun Nabi SAW menjawab, “Aku malu terhadap Tuhanku.”

Selanjutnya Nabi Muhammad SAW menceritakan, “Lalu jibril as. membawaku melanjutkan perjalanan sampai di Sidratul Muntaha. Tempat tersebut diselimuti aneka warna yang tidak aku ketahui namanya. Kemudian aku dimasukkan ke surga. Di dalamnya terdapat kubah-kubah dari permata dan tanahnya dari katsuri.” (Hr. Bukhari dan Muslim).

Untuk Bacaan Sholat Lengkap dengan Artinya, silakan download file pdf tuntunan shalat lengkap berikut ini yang disusun oleh Ust. Achmad Rofi’i, Lc. M. Mpd

Kedudukan Sholat

Ditetapkannya Sholat
©ummi-online.com

Dipanggilnya Rasulullah SAW menghadap Allah SWT untuk menerima hadiah sholat mengindikasikan tentang pentingnya ibadah sholat di sisi Allah, sekaligus sebagai isyarat bagi kehormatan umat Nabi Muhammad SAW di sisi-Nya.

Kalau kita melihat rukun Islam yang kelima, maka kita akan menemukan bahwa seorang muslim dibenarkan melaksanakan sebagian rukun tersebut dan meninggalkan sebagian yang lain karena sebab-sebab tertentu. Misalnya, seorang muslim yang fakir dan tidak memiliki bahan makanan pokok dibolehkan untuk tidak menunaikan kewajiban zakat dan haji. Seorang Muslim yang menderita sakit selama bertahun-tahun diperbolehkan tidak melaksanakan kewajiban puasa ramadhan.

Bahkan apabila seorang muslim yang fakir dan telah menderita sakit selama bertahun-tahun maka gugurlah baginya tiga kewajiban tersebut sekaligus, yaitu zakat, puasa dan haji. Ia hanya melaksanakan dua kewajiban saja, yaitu syahadat dan sholat.

Dua kalimat syahadat itu bersaksi bahwa “Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.“. Kewajiban mengucapkan kalimat dua kalimat syahadat itupun hanya sekali dalam seumur hidup.

Kewajiban shalat lima waktu dalam sehari semalam merupakan satu-satunya kewajiban yang tidak dapat digugurkan oleh seorang muslim di mana pun dan dalam kondisi apapun, baik dalam kondisi kaya, miskin, sehat, sakit, bahagia, maupun sengsara. Oleh karena itu, sholat merupakan ibadah yang membedakan antara seorang Muslim dan non Muslim.

Rasulullah SAW bersabda;

“Pemisah di antara kita dan mereka orang kafir adalah sholat. Barangsiapa meninggalkannya, maka sungguh dia telah kafir.” (Hr. Ahmad, At-Tirmidzi, dan Ibnau Majah)

Pengertian Sholat

Pengertian Sholat
©caratahajjud.blogspot.com

Sholat berasal dari bahasa Arab; As-Shalah. Sholat secara etimologi (bahasa) bermakna Doa. ketika seseorang sedang melakukan sholat, berarti dia sedang berdoa, karena apa yang ada di dalam bacaan sholat semuanya adalah doa. Secara etimologi (istilah) atau syariat, sholat adalah suatu ibadah yang terdiri dari atas ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan tertentu atau khusus yang dibuka atau dimulai dengan takbir (takbiratul ihram) diakhiri atau ditutup dengan salam dengan syarat-syarat tertentu.”

Hukum Sholat

Hukum Sholat
©ayoshalat.blogspot.co.id

Melaksanakan sholat adalah fardu’ain bagi setiap orang yang sudah mukallaf (terbebdani kewajiban syari’at), baligh (telah dewasa dengan ciri telah bermimpi), dan ‘aqil (berakal).

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadanya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (Qs. Al-Bayyinah: 5).

Sholat disyariatkan sebagai bentuk tanda syukur kepada Allah, untuk menghilangkan dosa-dosa, ungkapan kepatuhan dan merendahkan diri di hadapan Allah SWt, menggunakan anggota badan untuk berbakti kepada Allah yang dengannya seseorang bisa bersih dari dosa dan suci dari kesalahan-kesalahannya dan kemudian mengajarkan akan ketaatan dan ketundukan.

Allah telah menentukan bahwa sholat merupakan syarat asasi dalam mendapatkan atau menggapai hidayah dan ketakwaan sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:

Alif Laaam Miiim. Kitab (Al-Qur’an) tidak ada keraguan di dalamnya, menjadi petunjuk bagi mereka yang bertakwa. Yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.” (Qs. Al-Baqarah: 1-2).

Untuk Bacaan Sholat Lengkap dengan Artinya, silakan download file pdf tuntunan shalat lengkap berikut ini yang disusun oleh Ust. Achmad Rofi’i, Lc. M. Mpd

Rukun-rukun Sholat

Rukun-rukun Sholat
©madinatuliman.com

Menurut bahasa, rukun berarti bagian dari sesuatu tersebut tidak akan ada kecuali dengannya. Misalnya, sujud merupakan rukun dalam sholat karena ia merupakan bagian dari sholat dan dianggap tidak ada atau tidak sah kecuali dengan melakukan sujud sebagai salah satu rukunnya.

Orang yang meninggalkan rukun-rukun sholat baik dengan sengaja maupun karena lupa, sholatnya dianggap batal atau tidak sah.

Baca juga:  Tulisan Arab Bismillahirrahmanirrahim yang Benar, Arti, Makna dan Keutamaannya

Yang termasuk rukun sholat adalah:

  1. Berdiri bagi yang mampu, bila tidak mampu berdiri maka dengan duduk, bila tidak mampu duduk, maka dengan berbaring secara miring atau terlentang.
    Firman Allah SWT:
    Peliharalah semua sholat dan sholat wustha dan berdirilah untuk Allah dengan khusyu.” (Qs. Al-Baqarah: 238).
    Sabda Rasulullah SAW:
    Sholatlah sambil berdiri, jika kamu tidak mampu sholatlah sambil duduk, dan jika kamu tidak mampu sholatlah sambil berbaring.” (Hr. Bukhari dari Imran bin Hushain).
  2. Taakbiratul ihram ketika memulai sholat.Sabda Rasulullah SAW:
    Kunci sholat adalah bersuci, dan pengharamnya adalah takbir dan penghalalnya adalah mengucapkan salam.” (Hr. Abu Daud dan At-Tirmidzi)
  3. Membaca Al-fatihah.
    Dari ubadah bin Ash-Shamith ra. sesungguhnya Nabi SAW bersabda,
    Tidak sah shalat bagi orang yang tidak membaca surah Al-Fatihah.” (Hr. Jemaah).
  4. Rukuk
    Perintah Rasulullah SAW kepada orang yang salah dalam sholatnya.
    Kemudian rukuklah kamu sehingga kamu tumakninah dalam melaksanakannya.” (Hr. Bukhari).
  5. Iktidal
    Perintah rasulullah SAW kepada orang yang salah dalam shalatnya.
    Kemaudian berdirilah sehingga engkau tegak berdiri (iktidal).” (Hr. Bukhari).
  6. Sujud
    Perintah Rasulullah SAW kepada orang yang salah dalam sholatnya.
    Kemudian sujudlah, sehingga kamu tumakninah dalam melaksanakannya.” (Hr. Bukhari).Dari Ibnu Abbas ra. sesungguhnya Nabi SAW bersabda, “Aku diperintahkan untuk bersujud dengan tujuh tulang, dahi (sambil beliau mengisyaratkan pada hidungnya), dua tangan, dua lutut, dan ujung-ujung jari kaki.” (Hr. Bukhari).
  7. Bangun dari sujud dan duduk di antara dua sujud.
    Perintah Rasulullah SAW kepada orang yang salah dalam shalatnya.
    Kemudian bangkitlah sehingga kamu duduk dengan tumakninah.” (Hr. Bukhari).
  8. Tumakninah ketika melakukan setiap rukun sholat.
    Tumakninah adalah sikap tenang untuk sementara waktu setelah anggota badan yang digunakan tetap dan stabil. Rentang waktunya menurut para ulama, kira-kira sama dengan membaca satu kali tasbih.
  9. Duduk Tasyahud Akhir
    Rasulullah SAW ketika sholat melakukan duduk tasyahud akhir. Belia bersabda, “jika engkau telah bangkit dari sujud yang akhir, lalu duduklah selama waktu tsyahud, selesailah sudah sholatnya.”
  10. Tasyahud Akhir
    Berkata Qudamah, diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa ia berkata, Sebelum difardhukan tasyahud, biasanya kami membaca, ‘Assalamu’alaikum qablaibadihi assalamu’ala Jibrila, assalamu’ala Mikaila,‘ Maka Nabi SAW bersabda, Janganlah katakan ‘Assalamu’alaihi, tapi ucapkanlah, ‘Attahiyatulillah!‘.
  11. Shalawat kepada nabi
    Dari Abu Mus’ad al-Badari, berkata, “Basyir bin Sa’ad bertanya, ‘Yaa Rasulullah! Allah telah memerintahkan agar kami mengucapkan shawalat kepada engkau. Bagaimana cara kami mengucapkan shalawat itu?” Nabi SAW pun diam lalu bersabda, “Katakanlah: Allahumma shalli ‘ala Muhammad …” (Hr. Muslim dan Ahmad).
  12. Tertib dalam melaksanakan setiap rukun sholat
  13. Salam
    “Saya sholat bersama Rasulullah SAW maka ia memberi salam ke sebelah kanan dengan mengucapkan ‘Assalamu’alaikum warahmatullahi’ dan sebelah kiri dengan mengucapkan pula ‘Assalamu’alaikum warahmatullahi.’ (Hr. Abu Daud).
Untuk Bacaan Sholat Lengkap dengan Artinya, silakan download file pdf tuntunan shalat lengkap berikut ini yang disusun oleh Ust. Achmad Rofi’i, Lc. M. Mpd

Diwajibkan dalam Sholat

Diwajibkan dalam Sholat
©ummi-online.com

Wajib dalam sholat adalah apa yang diperintahkan oleh syara’ untuk dilaksanakan dalam sholat. jika ditinggalkan dengan sengaja, maka sholat tersebut batal akan tetapi jika meninggalkan perintah tersebut karena lupa maka diharuskan melakukan sujud syahwi.

Dari Abdullah bin buhairah, Rasulullah SAW berdiri pada waktu sholat zuhur, padahal sebetulnya ia harus duduk. Maka tatkala sholat itu selesai ia pun sujud dua kali dengan membaca takbir pada setiap kali sujud sementara duduk, sebelum memberi salam, dan orang-orang pun ikut sujud bersamanya. Maka sujud itu adalah sebagai imbalan duduk yang terlupa.” (Hr. Jemaah).

Termasuk wajib sholat adalah takbir selain takbiratul ihram.

“Apabila Rasulullah SAW berdiri hendak mengerjakan sholat, ia mengerjakan takbir ia membaca takbir ketika berdiri, kemudian membaca takbir ketika rukuk, lalu meluruskan punggung dari rukuk dibacanya ‘Sami Allahu liman hamidah, dan sewaktu berdiri sebelum sujud dibacaya “Rabbana lakal hamdu.”

Kemudian ketika hendak sujud dibacanya Allahu Akbar, begitu pula ketika mengangkat kepala dibacanya takbir, begitu pula ketika bangkit dari rukuk menjelang rakaat kedua.” (Hr. Muslim dan Ahmad).

Tasmi’ atau mengucapkan ‘Sami’ Allahu Liman Hamidah.”

Dari Abu Hurairah ra. berkata, “Nabi  SAW mengucapkan ‘Sami’allahu liman hamidah’ ketika mengangkat punggungnya dari rukuk… ” (Hr. Ahmad)

  1. Tahmid, atau mengucapkan doa ‘Rabbana lakal Hamdu’ atau yang sejenisnya.
    “… Kemudian sewaktu berdiri membaca ‘Rabbana walakal hamdu.” (Hr. Ahmad).
  2. Mengucapkan doa-doa rukuk
  3. Mengucapkan doa-doa sujud.
  4. Mengucapkan doa ketika duduk di antara dua sujud
  5. Duduk tasyahud Aawal
    “Bila Rasulullah SAW duduk untuk membaca tasyahud, diletakkan tangannya yang kiri di atas lututnya yang kiri, dan tangannya yang kanan di lututnya yang kanan, dan dibuatnya ikatan 53 serta menunjuk dengan jari telunjuknya.” (Hr. Muslim)
  6. Tasyahud Awal
Untuk Bacaan Sholat Lengkap dengan Artinya, silakan download file pdf tuntunan shalat lengkap berikut ini yang disusun oleh Ust. Achmad Rofi’i, Lc. M. Mpd

Bacaan Sholat Lengkap dan Sunnah-sunnah dalam Sholat

Sunnah dalam Sholat
©ummi-online.com

Sunnah dalam sholat adalah amalan dalam sholat yang apabila ditinggalkan dengan sengaja maupun lupa tidak membatalkan sholat dan tidak diwajibkan melakukan sujud syahwi. Di antara sunnah-sunnah dalam sholat adalah:

  1. Mengangkat kedua tangan ketika takbir.
    “Bila Nabi SAW berdiri hendak melakukan shalat diangkatnya kedua tangannya hingga sejajar dengan bahunya lalu membaca takbir.” (Hr. Muslim).
  2. Membaca doa Iftitah
    “Bila Rasulullah SAW berdiri hendak melakukan sholat diucapkannya takbir kemudian dibacanya. ” Wajjahtu wajhiya … ‘Aku hadapkan muka ke hadirat Allah…” (Hr. Muslim).
  3. Membaca taawudz ketika memulai bacaan
    “Jika kamu membaca Al-Qur;an, maka berlindunglah kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.” (Q.s An-Nahl: 98)
  4. Membaca surah dari Al-Qur’an setelah membaca Al-Fatihan pada dua rakaat awal.
    “Dari Abu Qatadah berkata, Nabi SAW membaca pada rakaat pertama dari sholat zuhur, Alfatihah dan dua buah surah, dan pada rakaat kedua Al-Fatihah dan kedengaran oleh kami membaca ayat. Berbeda dengan rakaat yang kedua. Pada rakaat pertamanya bacaannya lebih dipanjangkan, demikian pula di waktu sholat ashar dan sholat subuh.” (Hr. Bukhari)
  5. Mengarahkan pandangan mata ke tempat sujud selama sholat.
  6. Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri selama berdiri.
    Diterima dari Sahl bi Sa’ad ra. berkata, ‘mereka disuruh meletakkan tangan kanan di atas tangan kirinya ketika sholat.” (Hr. Bukhari)
  7. Mengucapkan Aamiin
    Dari Abu Hurairah ra. bahwa rasulullah SAW bersabda, ‘bila imam mengucapkan ‘ghairil magdubi ‘alaihim…” maka bacalah “Aamiin”, karena barang siapa yang bersamaan dengan malaikat, diampuni dosanya.” (Hr. Bukhari)
  8. Meletakkan dua tangan pada lutut selama rukuk.
    Diterima dari ‘uqbah bin Amr ra. ‘Bahwa ia rukuk, maka direnggangkan kedua tangannya dan diletakkannya ke atas lututnya..” (Hr. Ahmad, Abu Daud, dan An- Nasa’i).
Untuk Bacaan Sholat Lengkap dengan Artinya, silakan download file pdf tuntunan shalat lengkap berikut ini yang disusun oleh Ust. Achmad Rofi’i, Lc. M. Mpd

Makruh dalam Sholat

Makruh dalam Sholat
©nu.or.id
  1. Memejamkan mata
  2. Menguap
  3. Menoleh tanpa keperluan
    Dari Abu Hurairah ra. bahwa Nabi SAW bersabda, ‘Hendaklah orang-orang itu menghentikan perbuatannya, yaitu menengadah ke atas, atau kalau tidak akan dicungkilkan mata mereka! (Hr. Ahmda, Muslim, dan An-Nasa’i)
  4. Meletakkan lengan di lantai ketika sujud
  5. banyak melakukan gerakan yang sia-sia, misalnya bermain-main dengan jam (melihat jam, memperbaiki tali jam) memainkan baju , atau lainnya.
    Dari Abu Dzar, bahwa Nabi SAW bersabda, “Apabila salah seorang di antaramu berdiri mengerjakan sholat, maka di saat itu ia sedang berhadapan dengan rahmat. Janglah ia meratakan kerikil” (Hr. Ahmad)
  6. Menahan buang air besar,kecil maupun kentut.
    Dari Aisyah ra. berkata, ‘Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Janganlah seseorang sholat di waktu hidangan telah disajikan, dan jangan pula di waktu ia menahan buang air kecil atau air besar.” (Hr. Muslim, Ahmad, dan Abu Daud).
Untuk Bacaan Sholat Lengkap dengan Artinya, silakan download file pdf tuntunan shalat lengkap berikut ini yang disusun oleh Ust. Achmad Rofi’i, Lc. M. Mpd

Membatalkan Sholat

Membatalkan Sholat
©tasdiqulquran.or.id
  1. Berbicara ketika sholat.
    Diterima dari Zaid bin Arqam ra. katanya, ‘Dahulu kami biasa berbicara dalam sholat, seorang mengajak temannya yang di sampingnya berbicara, hingga turunlah ayat; ‘Dan tegaklah kamu menyembah Allah dengan khusyuk!’, Maka semenjak itu kami pun diperintahkan diam dan dilarang berbicara.” (Hr. Jemaah).
  2. Tertawa.
    Ibnu Munzir menyebutkan, menurut ijma ulama, sholat itu batal disebabkan tertawa. Menurut pendapat An-Nawawi pendapat ini dimaksudkan kalau tertawa ketika itu sampai keluar dengan jelas dua huruf.
  3. Makan dan minum
  4. Berjalan terlalu banyak tanpa ada keperluan
  5. Tersingkapnya aurat
  6. Memalingkan badan dari kiblat
  7. Menambah rukuk, sujud, berdiri atau duduk secara sengaja.
  8. Mendahului imam dengan sengaja.
Untuk Bacaan Sholat Lengkap dengan Artinya, silakan download file pdf tuntunan shalat lengkap berikut ini yang disusun oleh Ust. Achmad Rofi’i, Lc. M. Mpd
Content Protection by DMCA.com