Tanaman Obat Keluarga Lengkap dengan Khasiat dan Cara Memanfaatkannya

Tanaman Obat Keluarga – Pada artikel ini, kami menyajikan tanaman obat beserta penyakit yang dapat disembuhkan, bagian tanaman yang dapat digunakan, dan cara pemakaian dalam serta  pemakaian luarnya. Setiap tanaman juga dilengkapi dengan gambar tanaman untuk mempermudah Anda dalam mengenali tanaman obat keluarga tersebut sehingga bisa digunakan.

Semua tanaman berikut ini mudah ditemukan dan dibudidayakan serta tersebar di berbagai daerah di Indonesia dengan nama daerah tersendiri. Jika ada yang lebih sehat, mudah dan alami, mengapa tidak kita manfaatkan.

1. Tanaman Obat Keluarga – Bayam Duri (Amarantus spinosus)
khasiat tanaman bayam duri

Bayam duri – wikipedia.org

Khasiat dan cara pemanfaatan:

  • Kencing tidak lancar

Bahan: 1 potong akar (dengan bonggolnya) bayam duri.

Cara membuat: Direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas.

Cara menggunakan: Diminum sekaligus.

  • Gangguan pernapasan dan bronkhitis

Bahan: Batang bayam duri lengkap dengan daun, bunga dan akarnya.

Cara membuat: Ditumbuk halus, kemudian direbus dengan 1 liter air dan disaring.

Cara menggunakan: Diminum pagi dan sore

  • Memproduksi ASI

Bahan: Batang bayam duri lengkap dengan daun, bunga dan akarnya.

Cara membuat: Ditumbuk halus.

Cara menggunakan: Dioleskan/dibobolkan seputar payudara

  • Meningkatkan kadar Hemoglobin

Ramuan I

Bahan: 2 genggam daun batang bayam duri & 1 butir telur ayam kampung.

Cara membuat: Daun bayam ditumbuk halus, kemudian ditambah 1 gelas air dan diperas/disaring, telur ayam kampung dimasukan dan diaduk sampai merata.

Cara menggunakan: Diminum (untuk orang dewasa 1 minggu  sekali)

Ramuan II

Bahan: 1 genggam daun batang bayam duri dan 1 sendok makan madu.

Cara membuat: Daun bayam ditumbuk halus dan diambil airnya, kemudian ditambah madu.

Cara menggunakan: Diminum biasa (untuk bayi)

  • Eksim dan bisul

Bahan: 1 potong bayam duri.

Cara membuat: ditumbuk halus.

Cara menggunakan: dioleskan/dibobokan pada bagian yang sakit.

  • Demam

Bahan: 2 genggam daun batang bayam duri dan 1 butir telur ayam kampung.

Cara membuat: Ditumbuk halus, kemudian ditambah 1 gelas air secukupnya.

Cara menggunakan: Tempelkan di dahi sebagai kompres.

2. Tanaman Obat Keluarga – Bunga Matahari (Helianthus annuus)
Bunga matahari mengobati Tekanan darah tinggi

Bunga matahari – loghouseplants.com

Herba anual (umumya pendek, kurang dari setahun), tegak, berbulu, tinggi 1-3 m, Ditanam pada halaman dan taman-taman yang cukup mendapat sinar matahari, sebagai tanaman hias.

Penyakit yang dapat diobati: Hipertensi, Sakit kepala, Sakit gigi, nyeri menstruasi, reumatik; Nyeri lambung, radang payudara, Sulit melahirkan, Disentri, Campak; Infeksi saluran kencing, Bronkhitis, Batuk, Keputihan, Malaria.

Bagian yang dipakai: Seluruh tanaman.  Untuk penyimpanan: dikeringkan.

Kegunaan:

  • Bunga: Tekanan darah tinggi, mengurangi rasa nyeri pada sakit kepala, pusing, sakit gigi, nyeri menstruasi, nyeri lambung, radang payudara (mastitis), rheumatik (arthritis), sulit melahirkan.
  • Biji: Tidak nafsu makan, lesu, disenteri berdarah, merangsang pengeluaran rash (kemerahan) pada campak, sakit kepala.
  • Akar: Infeksi saluran kencing, radang saluran nafas (bronchitis), batuk rejan (pertussis), keputihan.
  • Daun: Malaria.
  • Sumsum dari batang dan dasar bunga: Kanker lambung, kanker esophagus dan malignant mole. Juga untuk nyeri lambung, buang air kemih sukar dan nyeri (dysuria), nyeri buang air kemih pada batu saluran kencing, air kemih berdarah (hematuria)dan ari kemih berlemak (chyluria).

Pemakaian:

Bunga: 30-90 gram.

Dasar bunga (Receptaculum): 30-90 gram.

Sumsum dari batang: 15-30 gram.  rebus.

Akar: 15-30 gram.

Pemakaian luar: Terbakar, tersiram air panas, rheumatik.

Cara Pemakaian:

Bunga (Flower head):

  • Sakit kepala: 25-30 gr bunga + 1 butir telur ayam (tidak dipecahkan) + 3 gelas air, direbus menjadi 1/2 gelas. Diminum sesudah makan, 2 x sehari.
  • Radang payudara (Mastitis): Kepala bunga (tanpa biji), dipotong halus-halus, kemudian dijemur. Setelah kering digongseng/sangrai sampai hangus, kemudian digiling menjadi serbuk/tepung. Setiap kali minum 10-15 gr, dicampur arak putih + gula + air hangat. 3 kali sehari, minum pertama kali harus keluar keringat. (Tidur pakai selimut).
  • Rheumatik: Kepala bunga digodok sampai menjadi kanji, ditempelkan ke tempat  yang sakit.
  • Disentri: 30 gram biji diseduh, kemudian ditim selama 1 jam. Setelah diangkat, ditambahkan gula batu secukupnya, minum.

Perhatian: Wanita hamil dilarang minum rebusan bunga.

3. Tanaman Obat Keluarga – Bunga Kembang Sepatu Sungsang (Hibiscus schizopetalus)
obat alami batuk berdahak

Kembang sepatu sungsang – wikipedia.org

Bagian yang dipakai: Daun, bunga, pemakaian segar atau kering

Kegunaan

  1. Bunga
    • Batuk berdahak dan bernanah, batuk rejan
    • Radang saluran nafas
    • Tuberkulosa (TBC)
    • Mimisan (epistaxis)
    • Disentri
    • Infeksi saluran kemih
    • Air kemih bernanah (gonorrhoea)
    • Keputihan
    • Haid tidak teratur
    • Melancarkan haid
    • Bisul (furunkulus), bisul di kepala anak, borok.
  2. Daun
  • Bisul (Furunkulus), radang kulit (dermatitis)
  • Mimisan (epistaxis)
  • Sariawan (Apthae)
  • Radang usus (enteritis)
  • Gondongan (parotitis)
  • Demam karena malaria

Pemakaian Luar

  • Bisul (Furunkulus), borok: bunga kembang sepatu, bunga tanaman pacar air secukupnya, giling keduanya hingga halus, tambahkan jus lidah buaya, dan norit secukupnya . Lalu ditempelkan pada bagian yang sakit
  • Bisul di kepala anak-anak: bunga kembang sepatu secukupnya dihaluskan, lalu tambahkan jus lidah buaya. Tempelkan campuran tersebut pada kepala anak.

Pemakaian dalam

  • Sariawan: 30 gram daun kembang sepatu diseduh dengan air mendidih selama 15 menit, lalu disaring dan airnya diminum. Lakukan dua kali sehari.
  • Mimisan: 30 kuntum bunga kembang sepatu kering direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan airnya diminum.
  • Batuk, radang saluran napas: dua kuntum bunga kembang sepatu dicuci lalu digiling hingga halus. Tambahkan 100 cc air masak dan sedikit garam, diperas, disaring lalu diminum 2x sehari.
  • Tuberkulosa (TBC): tiga kuntum bunga tanaman kembang sepatu, 30 gram krokot dicuci bersih lalu digiling hingga ha Tambahkan 100 cc air masak dan satu sendok makan madu lalu disaring, diminum untuk sekali minum. Lakukan 3x sehari.
  • Melancarkan haid, haid tidak teratur (irregular menstruation): tiga kuntum bunga kembang sepatu dicuci, lalu digiling hingga halus. Tambahkan 150 cc air masak dan cuka beras putih secukupnya, disaring lalu diminum sebanyak 100 cc, lakukan 2-3x sehari.
  • Infeksi saluran kemih: 15 gram akar kembang sepatu, 25 gram meniran, 30 Gram sambilot, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan diminum airnya.
  • Keputihan: 15 gram bunga tanaman kembang sepatu, 15 gram jengger ayam, 30 gram kulit delima segar atau 15 gram yang kering, direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan airnya diminum.
  • Demam karena malaria: 50 gram daun kembang sepatu, ½ lembar daun pepaya, 10 gram garam inggris, direbus dengan 0,5 liter air setelah mendidih, angkat dan diminum hangat.

Catatan:

  1. Wanita hamil dilarang minum rebusan tanaman obat ini
  2. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit berat, tetap konsultasikan ke dokter.
4. Tanaman Obat Keluarga – Tapak dara (Catharantus roseus)
Khasiat tapak dara

Tapak dara – wikipedia.org

Penyakit yang dapat diobati: Diabetes, hipertensi, leukimia, asma, bronkhitis, demam, radang perut, disentri, kurang darah, gondong, bisul, borok, luka bakar, luka baru, bengkak.

Cara Pemakaian:

  • Diabetes mellitus (sakit gula/kencing manis)

Bahan: 10-16 lembar daun tapakdara

Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas

Cara menggunakan: setelah dingin diminum, diulangi sampai sembuh.

  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)

Bahan: 7 lembar daun atau bunga tapakdara

Cara membuat: diseduh dengan 1 gelas air dan dibiarkan beberapa saat dan disaring

Cara menggunakan: diminum menjelang tidur.

  • Leukimia

Bahan: 20-25 gram daun tapakdara kering, adas pulawaras.

Cara membuat: direbus dengan 1 liter air dan disaring.

Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

  • Asma dan bronkhitis

Bahan: 1 potong bonggol akar tapakdara

Cara membuat: direbus dengan 5 gelas air.

Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

  • Radang Perut dan disentri

Bahan: 15-30 gram daun tapakdara kering

Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih.

Cara menggunakan: diminum pagi dan sore dan ditambah dengan gula kelapa.

  • Kurang darah

Bahan: 4 putik bunga tapak dara putih.

Cara membuat: direndam dengan 1 gelas air, kemudian ditaruh di luar rumah semalam.

Cara menggunakan: diminum pagi hari dan dilakukan secara teratur.

5. Tanaman Obat Keluarga – Tembelekan (Lantana camara)
khasiat tembelekan

Tembelekan – wikipedia.org

Penyakit yang dapat diobati: Influenza, TBC, reumatik, keputihan, batuk darah, sakit kulit, bisul, bengkak, gatal-gatal, panas tinggi, asma, memar.

Pemanfaatan:

Bagian yang dipakai : Daun, bunga, akar, kering..

Kegunaan :

  1. Akar: Influenza, TBC kelenjar, rheumatik, fluor albus (keputihan).
  2. Bunga: TBC dengan batuk darah, asthmatis.
  3. Daun: Obat sakit kulit, bisul, bengkak, gatal-gatal, panas tinggi, rheumatik, memar.

Pemakaian luar:

Daun segar dilumatkan untuk ditempelkan ke tempat yang sakit atau direbus secukupnya untuk cuci pada penyakit kulit, bisul, luka berdarah, memar, keputihan.

Cara pemakaian:

  • TBC paru dengan batuk darah: 6-10 gram, bunga kering direbus.
  • Rheumatik: rebusan akar secukupnya untuk mandi.

Perhatian:

  • Kelebihan dosis menyebabkan pusing dan muntah-muntah.
  • Wanita hamil: tidak boleh, kematian janin!
6. Tanaman Obat Keluarga – Beluntas (Pluchea indica)
khasiat beluntas

Beluntas – tanaman-herbal.blogspot.my

Penyakit yang dapat diobati: Bau badan, nafsu makan, menurunkan panas, scabies, TBC.

Bagian yang dipakai: Seluruh tanaman, segar/dikeringkan.

Cara Pemanfaatan: Pemakaian: 10-15 gr, direbus.

Cara Pemakaian:

  1. Gangguan pencemaan pada anak-anak: Daun dicampurkan pada bubur saring/nasi tim.
  1. TBC kelenjar leher:
    • Extra batang dan daun beluntas, extra gelatin dari kulit sapi, Laminaria japonica (rumput laut). Bahan-bahan ini ditim sampai lunak, Ialu dimakan.
    • Laminaria japonica (rumput laut)
  1. Nyeri rheumatik: 15 gram akar beluntas, direbus, minum.
  2. Menghilangkan bau badan: sebagai lalap.
  3. Peluruh keringat, menurunkan panas: Daun direbus, atau diseduh sebagai teh, minum.
7. Tanaman Obat Keluarga –  Sirih (Piper bettle)
khasiat daun sirih

Sirih – wikipedia.org

Pemanfaatan:

Cara Pemakaian:

  • Mengurangi produk ASI yang berlebihan

Bahan: 4 lembar daun sirih dan minyak kelapa secukupnya.

Cara membuat: daun sirih diolesi dengan minyak kelapa, Kemudian dipanggang dengan api.

Cara menggunakan: dalam keadaan masih hangat ditempelkan di seputar buah dada.

  • Keputihan

Bahan: 7-10 lembar daun sirih.

Cara membuat: direbus dengan 2,5 liter air sampai mendidih.

Cara menggunakan: air rebusan daun sirih tersebut dalam keadaan masih hangat dipakai untuk membasuh/membersihkan seputar kemaluan secara berulang-ulang.

  • Sakit Jantung

Bahan: 3 lembar daun sirih, 7 pasang biji kemukus, 3 siung bawang merah, 1 sendok jintan putih.

Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk sampai halus, ditambah 5 sendok air panas, dibiarkan  beberapa menit, kemudian diperas dan disaring.

Cara menggunakan: diminum 2 kali 1 hari dan dilakukan secara teratur.

  • Sifilis

Bahan: 25-30 lembar daun sirih bersama tangkainya; 0,25 kg gula aren dan garam dapur secukupnya.

Cara membuat: semua bahan tersebut direbus bersama dengan 2 liter air sampai mendidih, kemudian disaring.

Cara menggunakan: diminum 3 kali 1 hari secara terus menerus.

  • Sakit gigi berlubang

a. Bahan: 1 lembar daun sirih.

Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih

Cara menggunakan: setelah dingin dipakai untuk kumur, diulang secara teratur sampai sembuh.

b. Bahan: 2 lembar daun sirih diremas, Garam 0,5 sendok

Cara membuat: diseduh dengan air panas 1 gelas, aduk sampai garam larut, biarkan sampai dingin

Cara pemakaian: dipakai untuk berkumur-kumur.

8. Tanaman Obat Keluarga – Brotowali (Tinospora crispa)
khasiat brotowali

Brotowali – drfarrahcencercenter.com

Penyakit yang dapat diobati: Reumatik, demam, nafsu makan, kencing manis.

Cara  Pemanfaatan:

Bagian yang dipakai: Batang.

Kegunaan:

  1. Rheumatic arthritis, rheumatik sendi pinggul, memar.
  2. Demam, merangsang nafsu makan, demam kuning.
  3. Kencing manis.

Pemakaian luar: Air rebusan batang brotowali dipakai untuk cuci koreng, kudis, luka-luka.

Cara Pemakaian:

  • Rheumatik: 1 jari batang brotowali dicuci dan potong-potong seperlunya, direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 1 1/2 gelas.  Setelah dingin  disaring, ditambah madu secukupnya, minum.  Sehari 3x 1/2 gelas.
  • Demam kuning (icteric): 1 jari batang brotowali dicuci dan potong-potong, direbus dengan 3 gelas air  sampai menjadi 1 1/2 gelas. Diminum dengan madu secukupnya. Sehari 2 x 3/4 gelas.
  • Kencing manis: 1/3 genggam daun sambiloto, 1/3 genggam daun kumis kucing, 3/4 jari ± 6 cm batang brotowali dicuci dan dipotong-potong, direbus  dengan 3 gelas air sampai menjadi 2 gelas. Diminum setelah makan,  sehari 2 X 1 gelas.
  • Kudis (scabies): 3  jari batang brotowali, belerang sebesar kemiri, dicuci dan  ditumbuk halus, diremas dengan minyak kelapa seperlunya. Dipakai  untuk melumas kulit yang terserang kudis. Sehari 2 x.
  • Luka: Daun brotowali ditumbuk halus, letakkan pada luka, diganti 2x   perhari.  Untuk mencuci luka, dipakai air rebusan batang brotowali.
9. Tanaman Obat keluarga – Daun Dewa (Gynura procumbens)
khasiat daun dewa

Daun dewa – herbsfromdistantlands.blogspot.com

Penyakit yang dapat diobati: Luka terpukul, pendarahan, batuk darah, muntah darah, mimisan, infeksi kerongkongan, tidak datang haid, digigit binatang berbisa, pembekuan darah, tulang patah, pendarahan setelah melahirkan.

Pemanfaatan:

Bagian yang dipakai: Seluruh tanaman.

Kegunaan Daun:  Luka terpukul, melancarkan sirkulasi, menghentikan perdarahan (Batuk darah, muntah darah, mimisan), pembengkakan payudara, infeksi kerongkongan, tidak datang haid, digigit binatang berbisa.

Umbi: Menghilangkan bekuan darah (haematom) pembengkakan, tulang patah (Fraktur), perdarahan sehabis melahirkan.

Pemakaian: 15-30 gram daun segar, direbus atau ditumbuk kemudian diperas, minum.

10. Tanaman Obat keluarga -Gandarusa (Justicia gendarussa)
khasiat tanaman gandarusa

Gandarusa – flickr.com

Nama Daerah: Gandarusa (Jawa), Handarusa (Sunda)

Penyakit yang dapat diobati : Luka terpukul (memar), tulang patah, reumatik, bisul, borok, koreng;

Pemanfaatan:

Bagian yang dipakai: Daun, segar atau kering.

Kegunaan:

  1. Luka terpukul (memar), tulang patah fracture).
  2. Reumatik persendian.
  3. Bisul, borok, koreng.

Pemakaian: 15-30 gram, direbus atau ditumbuk kemudian diperas dan diminum airnya. Kulit pohon dipakai untuk merangsang muntah, daun dapat digunakan untuk membunuh serangga.

Pemakaian luar:  Tanaman segar dilumatkan, tempelkan ketempat yang sakit. Tanaman segar direbus, airnya untuk cuci..

Cara Pemakaian:

  • Tulang patah, bisul: Yang segar dilumatkan atau yang kering dihaluskan, diaduk dengan arak, cuka secukupnya, untuk kompres. Tulang yang patah sudah dalam posisi yang benar dan terfiksasi.
  • Memar, keseleo, reumatik: 15-30 gram kering atau 30-60 gram gandarusa segar direbus minum airnya.
  • Memar: Daun gandarusa diolesi minyak, layukan di atas api.  Tempelkan ke  tempat sakit.

Catatan: Di India dan Asia Tenggara, dipakai sebagai penurun panas, merangsang muntah, anti reumatik, pengobatan sakit kepala, kelumpuhan otot wajah, eczema, sakit mata  dan telinga.

Perhatian: Wanita hamil dilarang memakai tanaman ini.

11. Tanaman Obat Keluarga – Jambu biji (Psidium guajava)
tanaman obat keluarga Jambu biji

Jambu biji – tipsdisiase.com

Nama Daerah: Jambu klutuk (Jawa)

Penyakit yang dapat diobati : Diabetes melitus, maag, diare (sakit perut), masuk angin, beser, prolapsisani, sariawan, sakit kulit, luka baru;

Pemanfaatan:

Cara Pemakaian:

  • Diabetes Mellitus

Bahan: 1 buah jambu biji setengah masak

Cara membuat: buah jambu biji dibelah menjadi empat bagian dan direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya.

Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore

  • Maag

Bahan: 8 lembar daun jambu biji yang masih segar.

Cara membuat: direbus dengan 1,5 liter air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya.

Cara menggunakan: diminum 3 kali sehari, pagi, siang dan sore.

  • Sakit Perut (diare dan mencret)

Bahan: 5 lembar daun jambu biji, 1 potong akar, kulit dan batangnya

Cara membuat: direbus dengan 1,5 liter air sampai mendidih kemudian disaring untuk diambil airnya

Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari pagi dan sore.

  • Sakit Perut atau Diare pada bayi yang masih menyusui

Bahan: jambu biji yang masih muda dan garam secukupnya.

Cara menggunakan: dikunyah oleh ibu yang menyusui bayi tersebut, airnya ditelan dan ampasnya dibuang.

  • Masuk Angin

Bahan: 10 lembar daun jambu biji yang masih muda, 1 butir cabai merah, 3 mata buah asam, 1 potong gula kelapa, garam secukupnya

Cara membuat: semua bahan tersebut direbus bersama dengan 1 liter air sampai mendidih kemudian disaring untuk diambil airnya.

Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari.

  • Beser (sering kencing) berlebihan

Bahan: 1 genggam daun jambu biji yang masih muda, 3 sendok bubuk   beras yang digoreng tanpa minyak (sangan=Jawa).

Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus bersama dengan 2,5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas kemudian disaring.

Cara menggunakan: diminum tiap 3 jam sekali 3 sendok makan.

12. Tanaman Obat keluarga – Jarak (Ricinus communis)
khasiat tanaman jarak

Jarak – bananaridge.com

Nama Daerah: Jarak (Jawa), Paleng kaliki jera (Sulawesi)

Penyakit yang dapat diobati: Kanker rahim, kulit, sulit buang air besar, sulit melahirkan, TBC, bisul, koreng, scabies, infeksi jamur, jerawat, lumpuh otot muka, gatal, batuk, hernia, bengkak, reumatik, tetanus, bronkhitis;

Pemanfaatan: Bagian yang dipakai: Biji, akar, daun dan minyak dari bijinya.

Kegunaan:

  • Biji: Kesulitan buang air besar (Constipation), kanker mulut rahim dan kulit (Carsinoma of cervix and skin), visceroptosis/gastroptosis, kesulitan melahirkan dan retensi placenta/ari-ari (difficult labor and retention of placenta), kelumpuhan otot muka (facial nerve paralysis), TBC kelenjar, bisul, koreng, scabies dan infeksi jamur. Juga dipakai pada bengkak (edema).
  • Daun: Koreng, eczema, gatal (pruritus), batuk sesak, hernia.
  • Akar: Rheumatik sendi, tetanus, epilepsi, bronchitis pada anak-anak, luka terpukul, TBC kelenjar, schizophrenia (gangguan jiwa).
  • Minyak : Konstipasi, koreng, luka bakar.

Cara Pemakaian:

Biji:

  • Koreng: 20 biji dibuang kulitnya, dilumatkan menjadi berbentuk bubur, ditambah sedikit garam dan diaduk rata. Tempel di tempat sakit sehari 2x.
  • Prolapsus uterus dan rectum: Lumatkan biji jarak dan dipakai/ditempelkan pada titik Pai hui  yang terletak di kepala.
  • Kesulitan melahirkan dan retensi placenta: Lumatkan biji jarak dan tempelkan ketitik akupunktur  Yungchuan (VIII/1 = K-1) yang terletak di tengah-tengah telapak kaki.
  • Kelumpuhan otot wajah: Lumatkan biji jarak, tempelkan pada sendi mandibular dan lengkungan mulut, 1x hari, selama 10 hari.
  • Kanker cervix: Salep/cream berisi 3-50/o ricin & 3%  dimethyl sulfoxide, dioleskan pada kanker cervix 1x/hari, 5-6x/minggu untuk 1-2 bulan. Dilakukan bersama-sama dengan penyinaran extracorporal.

Efek samping: nyeri perut, gatal pada liang kemaluan, gatal seluruh tubuh, eczema, biduran (Urticaria), serak, pembengkakan larynx, gatal pada tenggorokan, pengelupasan kulit telapak tangan dan kaki, menggigil, demam, yang hilang dengan obat-obat symptomatik.

Daun:

  • Pemakaian luar: Direbus, airnya untuk cuci atau dilumatkan, tempel.
  • Bengkak: Daun dikukus matang, dibungkus ditempat yang sakit.
  • Hernia: Daun+sedikit garam dilumatkan, tempelkan dititik tengah telapak kaki.
  • Koreng: Daun segar direndam air panas sampai lemas, tempelkan ke tempat sakit.

 

13.Tanaman Obat Keluarga – Jeruk nipis (Citrus aurantifolia)
khasiat jeruk nipis

Jeruk nipis – tazekaaromatherapy.com

Nama daerah: Jeruk pecel (Jawa), Limau asam (Sunda)

Penyakit yang dapat diobati: Amandel, Malaria, Ambeien, Sesak Nafas, Influenza, Batuk; Sakit panas, Sembelit, Terlambat haid, perut mules saat haid; Disentri, Perut Mulas, Perut Mual, Lelah, Bau badan, Keriput wajah;

Pemanfaatan:

Cara Pemakaian:

  • Amandel

Bahan: 1 buah jeruk nipis, 1 1/2 rimpang kunyit sebesar ibu jari diparut dan 2 sendok makan madu;

Cara membuat: jeruk nipis diperas untuk diambil aimya, kunyit diparut dan diperas untuk diambil airnya, kemudian dioplos dengan madu dengan ditambah 1/2 gelas air, diaduk sampai merata, dan disaring;

Cara menggunakan: diminum 2 hari sekali secara teratur.

  • Malaria

Bahan: 1 buah jeruk nipis, 1 sendok makan kecap, garam secukupnya;

Cara membuat: jeruk nipis diperas untuk diambil airnya, kemudian dioplos dengan bahan lainnya dan disaring;

Cara menggunakan: diminum tiap pagi menjelang sarapan.

  • Sesak Nafas

Bahan: 1 buah jeruk nipis, 2 siung bawang merah, 1 butir telur ayam kampung, 1 sendok teh bubuk kopi, 1 potong gula batu,

Cara membuat: jeruk nipis diperas untuk diambil airnya, bawang merah diparut kemudian dicampur dengan bahan lainnya dan diseduh dengan air panas secukupnya, diaduk sampai merata, kemudian disaring;

Cara menggunakan: diminum setelah makan pagi secara teratur.

  • Influenza

Bahan: 1 buah jeruk nipis, 1/2 sendok minyak kayu putih, kapur  sirih secukupnya;

Cara membuat: jeruk nipis dipanggang sejenak dan diperas untuk diambil airnya, kemudian dicampur dengan bahannya dan diaduk sampai merata, dan disaring; Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari secara teratur.

  • Batuk

Bahan: 1 buah jeruk nipis, 1 1/2 sendok kecap, garam secukupnya;

Cara membuat: jeruk nipis diperis untuk diambil airnya,

Cara menggunakan: diminum secara teratur 1 kali sehari selama sakit.

14. Tanaman Obat keluarga -Temulawak (Curcuma xanthorrhiza)
khasiat tanaman obat keluarga temu lawak

Temu lawak – tokopedia.com

Penyakit yang dapat diobati: Sakit limpa, sakit ginjal, sakit pinggang, asma, sakit kepala, masuk angin, maag, sakit perut, produksi ASI, nafsu makan, sembelit, sakit cangkrang, cacar air, sariawan.

Pemanfaatan:

Cara Pemakaian:

  • Sakit Limfa

Bahan: 2 rimpang temulawak, 1/2 rimpang lengkuas, 1 genggam daun meniran.

Cara membuat: temulawak dan lengkuas diparut, kemudian semua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, dan disaring.

Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari 1 cangkir.

  • Sakit Ginjal

Bahan: 2 rimpang temulawak, 1 genggam daun kumis kucing, 1 genggam daun kacabeling.

Cara membuat: temulawak diiris tipis-tipis, kemudian direbus bersama dengan bahan lainnya dengan 1 liter air, dan disaring.

Cara menggunakan: diminum selama 3 hari.

  • Sakit Pinggang

Bahan: 1 rimpang temulawak, 1 rimpang kunyit sebesar ibu jari, 1 genggam daun kumis kucing.

Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air, dan disaring.

Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari 1 gelas.

  • Asma

Bahan: 1 1/2 rimpang temulawak, 1 potong gula aren.

Cara membuat: temulawak diiris tipis-tipis dan dikeringkan. Setelah kering direbus dengan 5 gelas air ditambah 1 potong gula aren sampai mendidih hingga tinggal 3 gelas, kemudian disaring.

15. Tanaman Obat Keluarga – Cocor bebek (Kalanchoe pinnata)
khasiat cocor bebek

Cocor bebek – flickr.com

Penyakit yang dapat diobati: Sakit panas, sakit kepala, batuk, melancarkan air seni;

Pemanfaatan: Bagian yang dipakai: Seluruh tanaman, pemakaian segar.

Kegunaan:

  • Bisul,koreng, pembengkakan payudara (mastitis), memar, tulang patah.
  • Rheumatik, wasir, buang air kecil kurang lancar, datang haid tidak teratur.
  • bengkak-hengkak, peluruh dahak, penurun panas.
  • Radang amandel (Tonsilitis), radang telinga tengah (Otitis media acuta).
  • Batuk darah, muntah darah, luka berdarah.
  • Terbakar dan tersiram air panas.

Pemakaian: 30-60 gr tumbuhan segar direbus.

Pemakaian luar: Daun dilumatkan, dipakai ditempat yang sakit sebagai tapal pada:

  • Disentri, diare. menurunkan demam: Tapal di perut, sehari diganti 2 kali
  • koreng, mastitis, memar: 30-60 gr daun sosor bebek dilumatkan, ambil airnya (peras) ditambah madu, minum, sisa perasan daun, ditempelkan pada tempat  kelainan sebagai tapal.
  • Radang amandel: 5 – 10 lembar daun sosor bebek segar dilumatkan, ambil airnya untuk kumur-kumur (gargle).
  • Radang telinga luar (Otitis externa): Air perasan daun sosor bebek dipakai untuk obat tetes telinga.

Cara Pemakaian:

  • Nyeri lambung (Gastritis): Air perasan 5 lembar daun sosor bebek ditambah sedikit  garam, minum.
  • Muntah darah: 7 lembar daun sosor bebek dilumatkan, campur arak + gula  merah (gula enau), ditim, minum hangat-hangat.
  • Sendi-sendi sakit (Rheumatik): Seluruh tanaman sosor bebek seberat 30 gr direbus, minum airnya, atau: 4 lembar daun sosor bebek, 1 sendok teh adas, 1 jari pulosari,  2 jari gula enau, dan  3 gelas air. Semua bahan direbus sampai menjadi 3/4-nya, sesudah dingin disaring, diminum 3 x sehari @ 3/4 gelas.
  • Wasir: Daun sosor bebek dicuci bersih, diangin-anginkan sampai kering,  dibuat menjadi bubuk.

Pemakaian: 1 sendok makan bubuk diseduh air panas 3/4 cangkir,   ditambah madu 1 sendok makan, minum hangat-hangat, sehari 3 kali.

Perhatian: Dilarang memakan herba sosor bebek bila ada kegagalan fungsi pencernaan (kelenjar pancreas menurun, dingin).

16.Tanaman Obat Keluarga – Pule (Alstonia scholaris)
khasiat daun pule pandak

Pule pandak – flickr.com

Penyakit yang dapat diobati: Demam, malaria, limfa membesar, batuk berdahak, diare, disentri, kurang napsu makan, perut kembung, sakit perut, kolik, anemia, kencing manis (diabetes melitus), wasir, gangguan haid, bisul, tekanan darah tinggi (Hipertensi), rematik akut, borok (ulcer), beri-beri, masa nifas, payudara bengkak karena ASI.;

Pemanfaatan:

Bagian yang dipakai: Kulit kayu dan daun. Kulit kayu dikeringkan dengan cara di jemur atau pemanasan.

Kegunaan:

Kulit kayu dapat mengatasi:

  • demam, malaria, limpa membesar,
  • batuk berdahak,
  • diare, disentri,
  • kurang nafsu makan,
  • perut kembung, sakit perut, kolik,
  • kencing manis (diabetes mellitus),
  • tekanan darah tinggi (hipertensi),
  • wasir,
  • anemia,
  • gangguan haid, dan
  • rematik akut.

Daun dapat digunakan untuk mengatasi:

  • borok (ulcer), bisul,
  • perempuan setelah melahirkan (masa nifas),
  • beri-beri, dan
  • payudara bengkak karena bendungan ASI.

Cara Pemakaian: Kulit kayu sebanyak 1-3 g direbus, lalu minum. Untuk pemakaian luar, getahnya diteteskan untuk mematangkan bisul, tertusuk duri dan radang kulit. Air rebusan kulit batang pulai digunakan untuk mencuci luka, radang kulit bernanah, borok atau sebagai obat kumur pada sakit gigi.

Catatan: Ada beberapa jenis pulai, di antaranya pulai putih dan pulai hitam (pulai wuloh). Di Nepal, serbuk kulit kayu pulai digunakan sebagai obat kontrasepsi, dan alkaloid akarnya dikatakan berkhasiat hipotensif dan antikanker.

17. Tanaman Obat Keluarga – Pegagan (Centella asiatica)
khasiat pegagan sebagai tanaman obat

Pegagan – vineveracosmetics.com

 

Pemanfaatan dan Cara Pemakaian:

  • Kencing keruh (akibat infeksi/batu sistem saluran kencing): 30 gram pegagan segar direbus dengan air cucian beras dari bilasan kedua.
  • Susah kencing: 30 gram pegagan segar dilumatkan, tempel di pusar.
  • Demam: Segenggam daun pegagan segar ditumbuk, kemudian ditambah sedikit air dan garam, saring. Diminum pagi-pagi sebelum makan.
  • Darah tinggi: 20 lembar daun pegagan ditambah 3 gelas air, direbus sampai menjadi 3/4-nya.  Sehari diminum  3 x 3/4 gelas.
  • Wasir: 4-5 batang pegagan berikut akar-akarnya direbus dengan 2 gelas air selama ± 5 menit.  Minum rebusan ini selama beberapa hari.
  • Pembengkakan hati (liver): 240 gram-600 gram pegagan segar direbus, minum secara rutin.
  • Campak: 60-120 gram pegagan direbus, minum
  • Bisul: 30-60 gram pegagan segar direbus, diminum. Pegagan segar dicuci bersih, dilumatkan ditempelkan ke yang sakit.
  • Mata merah, bengkak: Pegagan segar dicuci bersih, dilumatkan, diperas, airnya disaring. Teteskan ke mata yang sakit 3-4 kali sehari.
  • Batuk darah, muntah darah, mimisan: 60-90 gram pegagan segar direbus, atau diperas, airnya diminum.
  • Batuk kering: segenggam penuh pegagan segar dilumatkan, peras. Ditambah air dan gula batu secukupnya. Minum.
  • Lepra: 3/4 genggam pegagan dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air, sampai menjadi 3/4 -nya. Saring, diminum setelah dingin, sehari 3 x 3/4 gelas.
  • Penambah nafsu makan: 1 genggam daun pegagan segar direbus dengan 2 gelas air sampai menjadi 1 gelas.  Minum sehari 1 gelas.
  • Teh daun pegagan segar berkhasiat: Pembangkit nafsu makan, menyegarkan badan, menenangkan, menurunkan panas, batuk kering, mengeluarkan cacing di perut, mimisan.
  • Lalaban pegagan berkhasiat segar berkhasiat: Membersihkan darah, terutama pada bisul, tukak berdarah. Memperbanyak empedu, sehingga memperbaiki gangguan pencernaan.
18. Tanaman Obat Keluarga – Pepaya (Catica papaya)
khasiat pepaya

Pepaya – grandmaglasses.wordpress.com

Penyakit yang dapat diobati: Batu ginjal, Hipertensi, Malaria, Sakit keputihan, Kekurangan ASI; Reumatik, Malnutrisi, Gangguan saluran kencing, haid berlebihan; Sakit Perut saat haid, Disentri, Diare, Jerawat, Ubanan;

Pemanfaatan:

Cara Pemakaian:

  • Batu Ginjal (niersteen = Belanda)

Bahan: 7 lembar daun pepaya

Cara membuat dan menggunakan :

Memakai formula 3-5-7 plus, artinya :

  • Untuk menutupnya ditambah dengan minum air kelapa muda (degan=Jawa), yang dipilih dari buah kelapa hijau. Catatan : bagi yang mengidap hipertensi tidak boleh minum resep ini.
  • Hari Ketiga, 7 lembar daun pepaya yang masih segar direbus dengan air secukupnya, kemudian air rebusan daun pepaya tersebut diminum 1 gelas sekaligus.
  • Hari Kedua, 5 lembar daun pepaya yang masih segar direbus dengan air secukupnya, kemudian air rebusan daun pepaya tersebut diminum 1 gelas sekaligus.
  • Hari Pertama, 3 lembar daun pepaya yang masih segar direbus dengan air secukupnya, kemudian air rebusan daun pepaya tersebut diminum 1 gelas sekaligus.
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)

Bahan: 2 potong akar pepaya

Cara membuat: direbus dengan 1 liter air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring;

Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1 cangkir

  • Malaria

Bahan: 1 lembar daun pepaya, tempe busuk sebesar ibu jari, garam secukupnya.

Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk halus, kemudian diperas dan disaring untuk diambil airnya.

Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari selama 7 hari berturut-turut.

  • Sakit Keputihan

Bahan: 1 lembar daun pepaya, 1 potong akar rumput alang-alang, adas pulosari secukupnya.

Cara membuat: daun pepaya dicincang halus, kemudian direbus bersama bahan lainnya dengan 1,5 liter air sampai mendidih dan disaring

Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari 1 gelas dan dilakukan secara teratur.

19. Tanaman Obat Keluarga – Pisang (Musa paradisiaca)
khasiat pisang sebagai tanaman obat keluarga

Pisang – studyblue.com

Penyakit yang dapat diobati: Pendarahan rahim, merapatkan vagina, sariawan usus, ambeien, cacar air, telinga dan tenggorokan bengkak, disentri, amandel, kanker perut, sakit kuning (lever), pendarahan usus besar, diare;

Pemanfaatan:

Cara Pemakaian:

  • Kanker Perut

Bahan:  Tunas/anak batang pohon pisang dan 1 potong tumbuhan benalu teh    Cara membuat:  anak pisang diparut dan diambil airnya sebanyak 4 gelas, kemudian direbus bersama dengan benalu teh tersebut sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas.

Cara menggunakan:  diminum 2 kali sehari 1 gelas, pagi dan sore dan dilakukan secara teratur.

  • Sakit Kuning

Bahan:  Buah pisang emas yang sudah masak

Cara menggunakan:  makan buah pisang emas yang banyak.

  • Keluarga Berencana

Bahan:  Bunga Pisang ambon

Cara membuat:  direbus dengan air sampai mendidih

Cara menggunakan: diminum airnya 2 kali sehari,  pagi hari dan sebelum tidur. Dilakukan selama 7 hari berturut turut sesudah menstruasi  atau melahirkan.

  • Pendarahan Usus Besar

Bahan:  tunas/anak pisang dan 1 potong bonggol benalu teh

Cara membuat: anak pisang diparut dan diperas untuk di ambil airnya sebanyak 2 gelas kemudian  direbus bersama dengan bonggol benalu teh tersebut sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas.

Cara menggunakan:  disaring dan diminum 2 kali sehari 1 cangkir.

  • Merapatkan Vagina dan Mencegah Pendarahan

Bahan:  batang pohon pisang batu yang belum berbunga.

Cara membuat:  Pohon pisang dipancung untuk diambil airnya yang bersih

Cara menggunakan:  digunakan untuk mencuci Vagina setelah bersalin.

  • Sakit mata

Bahan:  Pisang ambon atau pisang cere yang sudah masak

Cara menggunakan: makan pisang ambon 2 kali 3 buah setiap hari, atau makan pisang cere 3 kali 4 buah setiap hari.

20. Tanaman Obat Keluarag – Pule pandak (Rauplfia serpentine)
khasiat daun pule pandak

Pule pandak – flickr.com

 

Cara Pemakaian:

Tekanan darah tinggi: Akar pule pandak sebanyak 50 g direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring. Minumlah pagi  dan sore hari, masing-masing 1/2 gelas.

  • Sakit pinggang: Akar pule pandak sebanyak 50 g direndam dalam 1 gelas arak selama 1 malam. Keesokan harinya diminum sekaligus, setelah makan.
  • Sakit tenggorok: Akar pule pandak secukupnya setelah dicuci bersih lalu diiris tipis-tipis. Bahan tersebut lalu diisap-isap dalam mulut.

Efek Samping : Jarang terjadi efek samping yang berat. Penekanan sentral menimbulkan gejala sakit kepala, mimpi buruk, rasa lelah, dan tidur tak nyenyak. Pada jantung dan pembuluh darah menimbulkan gejala denyut jantung melambat, hidung tersumbat, dan kadang gagal jantung (jarang terjadi). Pada sistem pencernaan menyebabkan mulut kering, kontraksi lambung dan usus meningkat, sering buang air besar, atau diare.

Catatan:

  • Pule pandak meningkatkan keluarnya asam lambung sehingga dapat menyebabkan perdarahan lambung.
  • Penderita dengan penyakit lambung dan kondisi badan lemah jangan minum rebusan pule pandak.
21. Tanaman Obat Keluarga – Putri malu (Mimosa pudica)
khasiat tanaman putri malu

Putri malu – wikipedia.org

 

Kegunaan:

  1. Susah tidur (insomnia).
  2. Radang saluran nafas (bronchitis).
  3. Panas tinggi pada anak-anak.
  4. Herpes (radang kulit karena virus).
  5. Cacingan (ascariasis).
  6. Rheumatik.

Pemakaian: 15-60 gramam, direbus.

Pemakaian luar: Luka, radang kulit bemanah (piodermi), herpes; Tanaman segar dilumatkan, ditempelkan di tempat yang sakit.

Cara Pemakaian:

  • Insomnia:
  1. Daun mimosa pudica 30-60 gram, direbus. Minum.
  2. Campuran:
    • Mimosa pudica (si kejut) 15 gram.
    • Vemonia cinerea (sawi langit) 15 gram.
    • Oxalis repens (calincing) 30 gram. Semuanya direbus.
  • Chronic bronchitis:
  1. Akar minosa pudica 60 gram. dan air 600 cc., direbus dengan api kecil menjadi 200 cc, dibagi 2 kali minum. 10 hari adalah 1 kuur.
  2. Campuran:
    • Mimosa pudica 30 gramam.
    • Akar peristrophe roxburghiana 10 gram., keduanya direbus, dibagi menjadi 2 dosis/hari.
  • Batuk dengan dahak banyak: Akar putri malu 10 – 15 gram. D
  • Ascariasis: Mimosa pudica 15-30 gramam. D
  • Rheumatik: 15 gramam akar Mimosa pudica direndam dalam arak putih 500 cc selama 2 minggu.

Kontraindikasi (dilarang dipakai): Wanita hamil.

22. Tanaman Obat Keluarga – Sambiloto (Androgramaphis paniculata)
khasiat tanaman sambiloto

Sambiloto – wikipedia.org

Pemanfaatan:

Bagian yang dipakai: Herba. Dipanen sewaktu tumbuhan ini mulai berbunga. Setelah dicuci, dipotong-potong seperlunya lalu dikeringkan.

Kegunaan:

Herba sambiloto ini berkhasiat untuk mengatasi:

  • hepatitis, infeksi saluran empedu,
  • disentri basiler, tifoid, diare, influenza, radang amandel (tonsilitis), abses paru, radang paru (pneumonia), radang saluran napas (bronkhitis), radang ginjal akut (pielonefritis akut), radang telinga tengah (OMA), radang usus buntu, sakit gigi,
  • demam, malaria,
  • kencing nanah (gonore),
  • kencing manis (DM),
  • TB paru, skrofuloderma, batuk rej an (pertusis), sesak napas (asma),
  • darah tinggi (hipertensi),
  • kusta (morbus hansen = lepra),
  • leptospirosis,
  • keracunan jamur, singkong, tempe bongkrek, makanan laut,
  • kanker: penyakit trofoblas seperti kehamilan anggur (mola hidatidosa) dan penyakit trofoblas ganas (tumor trofoblas), serta tumor paru.

Cara Pemakaian:

Herba kering sebanyak 10-20 g direbus atau herba kering digiling halus menjadi bubuk lalu diseduh, minum atau 3-4 kali sehari, 4-6 tablet. Untuk pengobatan kanker, digunakan cairan infus, injeksi, atau tablet. Untuk pemakaian luar, herba segar direbus lalu airnya digunakan untuk cuci atau digiling halus dan dibubuhkan ke tempat yang sakit, seperti digigit ular berbisa, gatal-gatal, atau bisul.

23. Tanaman Obat Keluarga – Selendri (Apium gramaveolens)
khasiat selendri

Selendri – keyserver.lucidcentral,org

Penyakit yang dapat diobati: Hipertensi, sakit mata, reumatik.

Pemanfaatan:

Cara Pemakaian:

  • Hipertensi

Bahan: daun seledri secukupnya

Cara membuat: diperas dengan air masak secukupnya kemudian disaring;

Cara menggunakan: diminum 3 kali sehari 2 sendok makan, dan dilakukan secara teratur.

Catatan: penggunaan berlebihan berbahaya!

  • Berguna untuk obat mata yang memiliki khasiat mengatasi sakit mata kering.

Bahan: 2 tangkai daun seledri, 2 tangkai daun bayam, 1 tangkai daun kemangi.

Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk bersama kemudian diseduh dengan 1 gelas air panas dan disaring.

Cara menggunakan: di minum biasa.

  • Reumatik

Bahan: 1 tangkai daun seledri

Cara menggunakan: dimakan sebagai lalapan setiap kali makan.

24. Tanaman Obat Keluarga – Kumis kucing (Orthosiphon stamineus)
khasiat tanaman kumis kucing

Kumis kucing – nungkinuaridewi96.wordpress.com

Penyakit yang dapat diobati: Infeksi Ginjal, Infeksi Kandung kemih, Kencing batu, Encok; Peluruh air seni, menghilangkan panas dan lembab,

Pemanfaatan:

Bagian yang dipakai: Seluruh tumbuhan, basah atau kering (dianginkan dahulu, lalu dijemur di panas matahari).

Kegunaan:

  1. Infeksi ginjal (Acute dan chronic nephritis), infeksi kandung kemih (Cystitis).
  2. Sakit kencing batu.
  3. Encok (Gout arthritis).
  4. Peluruh air seni (Diuretic).
  5. Menghilangkan panas dan lembab.

Pemakaian: 30-60 gram. (kering) atau 90-120 gramam (basah) direbus, atau yang kering/basah diseduh sebagai teh.

Cara Pemakaian:

  • Nephritis, edema (bengkak): aristatus (kumis kucing) 30 gram, Planto asiatica (daun urat) 30 gram, Hedyotis diffusa. (rumput lidah ular) 30 gram, semuanya direbus.
  • Infeksi saluran kencing, sering kencing sedikit-sedikit (anyang-anyangan): O. aritatus, Phyllanthus urinaria (meniran), Commelina communis, masing-masing 30 gram, direbus.
25. Tanaman Obat Keluarga – Kunyit (Curcuma domestica)
khasiat kunyit

Kunyit – flickr.com

Penyakit yang dapat diobati: Diabetes melitus, tifus, usus buntu, disentri, sakit keputihan, haid tidak lancar, perut mulas saat haid, memperlancar ASI, amandel, berak lendir, morbili, cangkrang (Waterproken).

Pemanfaatan:

Cara Pemakaian:

  • Diabetes mellitus

Bahan: 3 rimpang kunyit, 1/2 sendok the garam

Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring.

Cara menggunakan: diminum 2 kali seminggu 1/2 gelas.

  • Tifus

Bahan: 2 rimpang kunyit, 1 bonggol sere, 1 lembar daun sambiloto

Cara membuat: Semua bahan tersebut ditumbuk halus dan dipipis, kemudian ditambah 1 gelas air masak yang masih hangat, dan di saring.

Cara mengunakan: diminum, dan dilakukan selama 1 minggu berturut-turut.

  • Usus buntu

Bahan: 1 rimpang kunyit, 1 butir buah jeruk nipis, 1 potong gula kelapa/aren. Garam secukupnya.

Cara membuat: Kunyit diparut dan jeruk nipis diperas, kemudian dicampur dengan bahan yang lain dan disedu dengan 1 gelas air panas, kemudian disaring.

Cara menggunakan: diminum setiap pagi setelah makan, secara teratur.

  • Disentri

Bahan: 1-2 rimpang kunyit, gambir dan kapur sirih secukupnya

Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas kemudian disaring.

Cara menggunakan: diminum dan diulangi sampai sembuh.

  • Sakit Keputihan

Bahan: 2 rimpang kunyit, 1 genggam daun beluntas, 1 gagang buah asam, 1 potong gula kelapa/aren

Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian di saring.

Cara menggunakan: diminum 1 gelas sehari.

  • Memperlancar ASI

Bahan: 1 rimpang kunyit

Cara membuat: kunyit ditumbuk sampai halus

Cara menggunakan: dioleskan sebagai kompres diseputar buah dada 1 kali setiap 2 hari.

26. Tanaman Obat Keluarga – Lengkuas (Alpinia galanga)
khasiat lengkuas

Lengkuas – ebay.com

Penyakit yang dapat diobati: Reumatik, Sakit Limpa, Gairah seks, Nafsu makan, Bronkhitis; Morbili, Panu.

Pemanfaatan:

Cara Pemakaian:

  • Reumatik

Bahan: 2 rimpang lengkuas sebesar ibu jari dan 1 butir telur ayam kampung

Cara membuat: lengkuas diparut dan diperas untuk diambil airnya, telur ayam kampung mentah dipecah untuk diambil kuningnya, kemudian kedua bahan tersebut dioplos sampai merata.

Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari

 

  • Sakit Limpa

Bahan: 2 rimpang lengkuas sebesar ibu jari, 3 rimpang umbi temulawak sebesar ibu jari dan 1 genggam daun meniran

Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih

Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1 cangkir, pagi dan sore.

  • Membangkitkan Gairah Seks

Bahan: 2 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari, 3 rimpang umbi halia sebesar ibu jari dan 2 buah jeruk nipis, 1 sendok teh merica, 1 sendok teh garam dan 1 ragi tape.

Cara membuat: umbi lengkuas dan halia diparut dan diperas untuk diambil airnya, kemudian dioplos dengan bahan-bahan yang lain dengan 0,5 gelas air masak sampai merata.

Cara menggunakan: diminum.

  • Membangkitkan Nafsu Makan

Bahan: 1 rimpang lengkuas sebesar ibu jari, 3 buah mengkudu mentah, 0,5 rimpang kencur sebesar ibu jari, 0,5 sendok teh bubuk ketumbar, 1 siung bawang putih, 3 mata buah asam jawa yang masak, 1 potong gula merah, jakeling, jalawe dan jarahab.

Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas

Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 0,5 gelas, pagi dan sore.

 

  • Bronkhitis

Bahan: rimpang umbi lengkuas, temulawak dan halia (masing-masing 2 rimoang) sebesar ibu jari, keningar, 1 genggam daun pecut kuda, 0,5 genggam daun iler, daun kayu manis secukupnya.

Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk halus kemudian direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih

Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

  • Morbili

Bahan: 4 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari, 1 sendok teh minyak kayu putih, dan 2 sendok teh minyak gondopura.

Cara membuat: umbi lengkuas diparut halus, kemudian dicampur dengan bahan lainnya sampai halus.

Cara menggunakan: dipakai untuk obat luar.

  • Panu

Bahan: rimpang umbi lengkuas dan kapur sirih secukupnya

Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk sampai halus

Cara menggunakan: digosokkan pada bagian yang sakit, pagi dan sore.

 

27. Tanaman Obat Keluarga – Lidah buaya (Aloe vera)
khasiat tanaman lidah buaya

Lidah buaya – womenshealthmag.com

Penyakit yang dapat diobati: Shampo, minuman, obat cacing, luka bakar, bisul, luka bernanah, amandel, sakit mata, keseleo, kosmetik, Jerawat;

Pemanfaatan:

  • Penyubur rambut: Daun lidah buaya segar secukupnya dibelah, diambil bagian dalam yang rupanya seperti agar-agar, digosokkan ke kulit kepala sesudah mandi sore, kemudian dibungkus dengan kain, keesokan harinya rambut dicuci. Dipakai setiap hari selama 3 bulan untuk mencapai hasil yang memuaskan.
  • Luka terbakar dan tersiram air panas (yang ringan): Daun dicuci bersih, ambil bagian dalamnya, tempelkan pada bagian tubuh yang terkena api/air panas.
  • Bisul: Daun dilumatkan ditambah sedikit garam, tempelkan pada bisulnya.
  • Kencing manis (DM): 1 batang lidah buaya dicuci bersih, dibuat durinya, dipotong-potong seperlunya direbus dengan 3 galas air sampai menjadi 1 1/2 galas Diminum sehari 3×1/2 gelas, sehabis makan.
  • Batuk rejan: Daun sekitar 15-18 cm, direbus kemudian ditambah gula, minum.
  • Syphilis: Bunga ditambah daging: Direbus, minum.
  • Cacingan, susah buang air kecil: 15-30 gramam akar kering lidah buaya direbus, minum.
  • Luka terpukul, luka dalam (muntah jarah): 10-15 gramam bunga kering lidah buaya direbus, minum atau bunga ditim dengan arak putih, untuk pemakaian luar.
  • Kencing darah: 15 gramam daun lidah buaya diperas, ditambah 30 gramam gula, ditambah air beras secukupnya, minum.
  • Wasir: 1/2 batang daun lidah buaya dihilangkan duri-durinya, cuci bersih lalu diparut. Tambahkan 1/2 cangkir air matang dan 2 sendok makan madu, aduk, saring. Minum sehari 3 kali.
  • Sembelit: 1/2 batang daun lidah buaya dicuci dan dibuang kulit dan durinya, isinya dicincang, lalu diseduh dengan 1/2 cangkir air panas dan tambahkan 1 sendok makan madu, hangat-hangat dimakan, sehari 2 kali.

Perhatian: Dilarang pakai untuk wanita hamil, gangguan pada sistem pencernaan dan diare.

28. Tanaman Obat Keluarga – Khasiat Bunga Melati (Jasminum sambac)
khasiat bunga melati

Melati – latin-wife.com

Penyakit yang dapat diobati: Kelebihan ASI, sakit mata, demam, sakit kepala, sesak napas;

Pemanfaatan:

Cara Pemakaian:

  • Menghentikan ASI yang keluar berlebihan

Bahan: 1 genggam daun melati

Cara membuat: bahan tersebut dipipis halus

Cara menggunakan: ditempel di seputar buah dada, setiap pagi sebelum mandi.

  • Sakit mata (mata merah atau belek)

Bahan: 1 genggam daun melati

Cara membuat: bahan tersebut dipipis halus

Cara menggunakan: ditempel pada dahi, apabila sudah kering diganti baru, ulangi sampai sembuh.

  • Bengkak akibat serangan daun lebah

Bahan: 1 genggam bunga melati

Cara membuat: bahan tersebut diremas-remas sampai halus

Cara menggunakan: ditempel pada bagian yang disengat lebah.

  • Demam dan sakit kepala

Bahan: 1 genggam daun melati, 10 bunga melati

Cara membuat: bahan tersebut diremas-remas dengan tangan, kemudian direndam dengan air dalam rantang

Cara menggunakan: air rendaman ini digunakan untuk kompres dahi

  • Sesak napas

Bahan: 20 lembar daun melati dan garam secukupnya

Cara membuat: bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas dan disaring.

Cara menggunakan: ditempel di seputar buah dada, setiap pagi sebelum mandi.

29. Tanaman Obat Keluarga – Khasiat Buah Mengkudu (Morinda citrifolia)
khasiat mengkudu

Mengkudu – palmbeachmedicinalherbs.com

Penyakit yang dapat diobati: Hipertensi, sakit kuning, demam, influenza, batuk, sakit perut; menghilangkan sisik pada kaki.

Pemanfaatan:

  • Sakit Kuning

Bahan: 2 buah Mengkudu yang telah masak di pohon dan 1 potong gula batu.

Cara Membuat: buah mengkudu diperas untuk diambil airnya, kemudian dicampur dengan madu sampai merata dan disaring.

Cara menggunakan: diminum dan diulangi 2 hari sekali.

  • Demam (masuk angin dan infuenza)

Bahan: 1 buah Mengkudu dan 1 rimpang kencur;

Cara Membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring.

Cara menggunakan: diminum 2 kali 1 hari, pagi dan sore.

  • Menghilangkan sisik pada kaki

Bahan: buah Mengkudu yang sudah masak di pohon.

Cara menggunakan: bagian kaki yang bersiisik digosok dengan buah mengkudu tersebut sampai merata, dan dibiarkan selama 5-10 menit, kemudian dibersihkan dengan kain bersih yang dibasahi dengan air hangat.

30. Tanaman Obat Keluarga – Meniran (Philanthus urinaria)
khasiat meniaran

Meniran – agusandisulhan.blogspot.co.id

Penyakit yang dapat diobati: Sakit kuning (lever), malaria, demam, ayan, batuk, haid lebih; disentri, luka bakar, luka koreng, jerawat;

Pemanfaatan:

Cara Pemakaian:

  • Haid berlebihan

Bahan  Utama: 3-  potong akar Meniran kering

Bahan tambahan: 1 gelas air tajan

Cara membuat: bahan ditumbuk halus dan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih, Kemudian ditambah dengan 1 gelas air tajin dan diaduk sampai rata.

Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

  • Disentri

Bahan Utama: 17 batang tanaman meniran lengkap (akar, batang, daun dan bunga)

Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih

Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

  • Luka Bakar Kena Api atau Air Panas

Bahan Utama: 3-7 batang tanaman meniran lengkap (akar, batang, daun dan bunga)

Bahan Tambahan: 1 Rimpang umbi temulawak (4 cm), 3 buah bunga cengkeh kering, 1 potong kayu Manis.

Cara membuat: Bahan utama ditumbuk halus, dan temulawak diiris-iris . Kemudian dicampur dengan bahan -bahan yang lain dan direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih.

  • Jerawat

Bahan Utama:  7 Batang tanaman meniran

Bahan Tambahan:  1 Rimpang umbi kunyit (4 cm)

Cara membuat:  Seluruh bahan dicuci sampai bersih dan ditumbuk sampai halus, Kemudian direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas.

Cara menggunakan: disaring dan diminum sekaligus, ulangi secara teratur setiap hari.

31. Tanaman Obat Keluarga – Nona Makan Sirih (Clerodendrum thomsonae)
khasiat tanaman Nona makan siri

Nona Makan Sirih – flickr.com

Penyakit yang dapat diobati: Radang selaput gendang telinga (tympanitis) pada anak- anak.

Pemanfaatan:

Bagian yang dipakai: Daun.

Kegunaan:Radang kronis selaput gendang telinga (tympanitis) pada anak- anak.

Pemakaian: Untuk minum: 5-10 gramam

32. Tanaman Obat Keluarga – Pacar air (Impatiens balsamina)

Penyakit yang dapat diobati: Peluruh haid, kanker pencernaan, bengkak, reumatik, bisul; gigitan ular, ranadang kulit, keputihan, tulang patah/retak; rasa nyeri, anti-inflamasi, tertusuk benda asing di kerongkongan;

Pemanfaatan:

Bagian yang dipakai: Akar, daun, bunga dan biji.

Kegunaan:

  • Biji: Peluruh haid (Emenagog), mempermudah persalinan (Parturifasien), kanker saluran pencernaan bagian atas.

Pemakaian 3-10 gram, untuk kanker: 15-60 gram, direbus.

  • Bunga: Peluruh haid, mengakiri kehamilan (abortivum) dipakai bunga warna putih, pembengkakan akibat terpukul (haematom), rheumatik sendi, bisul (furunculolsis), gigitan ular, radang kulit (dermatitis).

Pemakaian: 3-6 gram, direbus.

  • Daun: Keputihan (Leucorrhoea), tulang patah/retak (Fracture), mengurangi rasa nyeri (analgetik).
  • Akar: Peluruh haid, anti-inflamasi (antiflogistik=anti radang), rheumatik, tertusuk tulang/benda asing di kerongkongan.

Pemakaian luar:

  • Bunga: Pembengkakan, bisul, rheumatik, radang kulit: Lumatkan bunga segar, ternpelkan di tempat yang sakit.
  • Daun: Frakture, anti-inflamasi: Lumatkhan daun segar, ditempelkan di tempat yang sakit, atau daun direbus, untuk mencuci luka dan daunnya ditempelkan ke tempat yang sakit.

Cara Pemakaian:

  • Keputihan (Leucorrhoea): 30-60 gram daun segar, rebus.
  • Peluruh haid:
    1. 4-5 bonggol akar, direbus, 3-4 kah minum
    2. (Haematoma dan pcluruh haid):

Impatiens balsamina  6 gramam

Leonurus sibiricus 30 gramam

Curcuma zedoaria 6 gramam

Scirpus yagara 6 gramam

Semua bahan direbus.

  • Tertusuk tulang/benda asing di kerongkongan:

Akar dikunyah, telan dengan air hangat.

Kontraindikasi: Wanita hamil

Efek Samping: Pada pemakaian lama, dapat timbul mulut terasa kering (Xerostomia), mual (Nausea), nafsu makan menurun (anorexia) yang menghilang setelah menurunkan dosis atau penghentian pengobatan selama 2-3 hari.

33. Tanaman Obat Keluarga – Pandan wangi (Pandanus amaryllifolius)
khasiat pandan wangi

Pandan wangi – wikipedia.org

Penyakit yang dapat diobati : Rambut rontok, menghitamkan rambut, menghilangkan ketombe; Lemah saraf (neurastenia), tidak napsu makan, rematik, ; Pegal linu, sakit disertai gelisah.

Pemanfaatan:

Bagian yang dipakai: Daun.

Kegunaan:

Daun pandan berkhasiat untuk mengatasi:

  • lemah saraf (neUrasthenia),
  • tidak nafsu makan,
  • rematik, pegal linu,
  • sakit disertai gelisah,
  • rambut rontok, menghitamkan rambut.

Cara Pemakaian: Daun pandan segar sebanyak 2-5 lembar diiris-iris secukupnya lalu direbus atau diseduh, minum. Atau daun ditumbuk lalu diperas dan diminum. Pemakaian luar, daun dicuci bersih lalu digiling halus. Turapkan pada luka atau kulit kepala yang berketombe.

 

34. Tanaman Obat Keluarga – Petikan Kebo (Euphorbia hirta)
khasiat petikan kebo

Petikan kebo – wikipedia.org

Pemanfaatan dan Cara Pemakaian:

  • Radang tenggorokan

Bahan: daun patikan kerbau secukupnya.

Cara membuat: diseduh dengan air panas secukupnya.

Cara menggunakan: disaring dan dipakai untuk kumur.

  • Disentri, Radang perut, Diare dan Kencing darah

Bahan: 1 genggam daun patikan kerbau dan 1 potong gula batu.

Cara membuat: direbus bersama-sama dengan 3 gelas air sampai mendidih.

Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

  • Radang kelenjar susu atau payu dara bengkak:

Bahan: 1 genggam daun patikan kerbau dan 2 sendok kedelai.

Cara membuat: kedua Bahan tersebut direbus dengan 3-5 gelas air sampai mendidih;

Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1 cangkir.

Selain itu dibuat pula tapal untuk payu dara:

Bahan: daun patikan kerbau yang masih segar dan garam dapur secukupnya.

Cara membuat: ditumbuk halus dan ditambah garam dapur secukupnya, diaduk sampai merata.

Cara menggunakan: ditempel pada bagian payu dara yang sakit.

  • Eksim

Bahan: daun patikan kerbau secukupnya.

Cara membuat: direbus dengan air secukupnya.

Cara menggunakan: dipakai untuk mencuci bagian yang sakit.

35. Tanaman Obat Keluarga – Bawang Putih
khasiat bawang putih

Bawang putih – pixabay.com

Pemanfaatan:

  • Hipertensi: Bawang putih dibakar sampai matang, makan. Dua hari pertama makan 6 siung selanjutnya selama seminggu makan 2 siung.
  • Sakit kepala: Umbi bawang putih dilumatkan, lalu borehkan pada dahi.
  • Flu: Bawang putih, bawang merah, jahe dengan takaran yang sama dikupas, cuci, seduh. Tutup selama 15 menit, sisihkan jahenya, makan bawang merah, bawang putih, minum airnya.

Catatan: Sebaiknya bawang putih tidak dimakan mentah, karena mengganggu lambung, lebih baik direbus, digoreng, atau dipanggang lebih dulu.

36. Tanaman Obat Keluarga – Khasiat Daun Kelor

Pemanfaatan:

  • Sakit Kuning

Bahan:  3-7 gagang daun kelor, 1 sendok makan madu dan 1 gelas air kelapa hijau;

Cara membuat:  Daun kelor ditumbuk halus, diberi 1 gelas air kelapa dan disaring. Kemudian ditambah 1 sendok makan madu dan diaduk sampai merata.

Cara menggunakan:  diminum, dan dilakukan secara rutin sampai sembuh.

  • Reumatik, Nyeri dan Pegal Linu

Bahan:  2-3 gagang daun kelor, ½ sendok makan kapur sirih;

Cara membuat:  Kedua bahan tersebut ditumbuk halus;

Cara menggunakan:  dipakai untuk obat gosok (param).

38. Tanaman Obat Keluarga – Buah Pare (Momordica Charantia L.)
manfaat buah pare

Pare – balconygardenweb.com

Pemanfaatan:

Khasiat Buah

  • Disentri: Sediakan 2 buah pare segar, cuci lalu potong-potong. Tambahkan seperempat gelas air bersih, lalu diblender. Seduh dan peras. Silakan diminum 2 kali sehari.
  • Kencing Manis: Ambil 2 buah pare, cuci dan lumatkan. Tambahkan setengah gelas air bersih. Aduk dan peras. Minum sehari sebanyak 1 ramuan. Diulang selama 2 minggu.
  • Penambah ASI: Ambil 1 buah pare, cuci bersih, lalu rebus beberapa menit. Dipakai sebagai lalap.
  • Bisul: Buah pare dipakai sebagai obat luar. Ambil 1 buah segar lantas dilumatkan. Borehkan pada bagian yang terkenal bisul.
  • Bronkhitis: Sediakan 2-3 buah pare, lalu diambil sarinya. Berikan 1 sendok makan madu. Minum sekali sehari. Lakukan selama 3 bulan. Resep ini juga baik untuk menyembuhkan anemia, radang perut, sakit pada hati, nyeri haid, reumatik, dan melangsingkan tubuh.

Khasiat Daun

  • Bisul dan cacing kremi: Sediakan 1 genggam daun segar, diberi seperempat cangkir air bersih, lalu blender. Saring dengan kain kasa. Jika perlu, tambahkan sedikit garam, gula aren secukupnya, dan jeruk nipis. Minum sekali sehari seperempat cangkir. Lakukan selama 1 minggu.
  • Demam nifas: Ambil 3 daun pare segar, cuci bersih, dan lumatkan. Tambahkan segelas air dan sedikit garam, lalu seduh. Peras dan saring, lalu minum 2 kali sehari sebanyak setengah gelas.
  • Penambah ASI: Sediakan 2 daun pare lalu panaskan beberapa saat. Kompreskan pada payudara.
  • Batuk: Pilihlah 7 daun pare segar, lantas seduh dengan 2 sendok makan air bersih. Setelah itu, peras dan saring. Minum 2 kali sehari.
  • Bekas luka: Cuci bersih segenggam daun pare segar, lalu lumatkan. Tambahkan air panas sedikit, lalu peras. Campur air perasan dengan 2 sendok makan tepung beras, lalu aduk sampai merata. Borehkan pada bagian bekas luka setiap hari.
  • Wasir: Ambil 5 daun pare segar, tambahkan seperempat gelas air, didihkan dan peras. Ambil 3 sendok air perasan ini, lalu dicampur dengan segelas yoghurt cair. Minum setiap pagi.
39. Tanaman Obat Keluarga – Ekor Kucing (Acalypha hispida Burm. F)
khasiat tanaman obat keluarga

Tanaman ekor kucing – worldtropicalflowers.com

  • Disentri: Sediakan 10–30 gram untai bunga ekor kucing yang sudah dibersihkan. Rebus untai bunga ekor kucing yang sudah disediakan tadi dengan air secukupnya. Rebus beberapa saat hingga air berubah warna dan hanya tersisa setengah dari air yang digunakan untuk merebus. Saring ketika air rebusan sudah dingin hingga terpisah antara ampas bunga dan air saringannya. Minumlah air saringan dari bunga ekor kucing tersebut
  • Radang usus: Sediakan 10–30 gram untai bunga ekor kucing yang sudah dibersihkan. Rebus untai bunga ekor kucing yang sudah disediakan tadi dengan air secukupnya. Rebus beberapa saat hingga air berubah warna dan hanya tersisa setengah dari air yang digunakan untuk merebus. Saring ketika air rebusan sudah dingin hingga terpisah antara ampas bunga dan air saringannya. Minumlah air saringan dari bunga ekor kucing tersebut
  • Cacingan: Sediakan 10–30 gram untai bunga ekor kucing yang sudah dibersihkan. Rebus untai bunga ekor kucing yang sudah disediakan tadi dengan air secukupnya. Rebus beberapa saat hingga air berubah warna dan hanya tersisa setengah dari air yang digunakan untuk merebus. Saring ketika air rebusan sudah dingin hingga terpisah antara ampas bunga dan air saringannya. Minumlah air saringan dari bunga ekor kucing tersebut
  • Kusta: Daun tanaman ekor kucing secukupnya yang sudah dicuci bersih. Kencur secukupnya yang sudah dicuci bersih. Tumbuk halus daun tanaman ekor kucing dan kencur tadi hingga halus dan lemut seperti bubur. Oleskan pada bagian badan yang luka karena kusta.
40. Tanaman Obat Keluarga – Pacar Cina (Aglaia odorata)
tanaman obat keluarga dari tanaman pacar cina

Tanaman Pacar cina – wikipedia.org

Penyakit yang dapat diobati: Perut kembung, batuk, pusing, mempercepat persalinan, memar, bisul, darah haid banyak, bau badan, diare, sukar menelan.

Pemanfaatan:

Bagian yang dipakai: Bunga, daun, batang, dan ranting.

Kegunaan:

  • Bunga berkhasiat untuk
    • perut kembung,
    • sukar menelan, batuk, pusing, dan
    • mempercepat persalinan.
  • Daun berkhasiat untuk memar, bisul, darah haid banyak, bau badan, dan diare.

Cara Pemakaian: Daun, bunga, atau ranting sebanyak 5-15 g direbus, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, batang, ranting atau daun digiling halus lalu dibubuhkan ke tempat yang sakit.

Catatan: Perempuan hamil dilarang minum.

41. Tanaman Obat Keluarga – Anting-anting
khasiat tanaman anting-anting

Tanaman anting-anting – bukalapak.com

Penyakit yang dapat diobati: disentri basiler dan disendtri amuba, diare, malnutrisi, mimisan, muntah darah, berak darah, kencing darah, malaria.

Pemakaian: seluruh tanaman, pemakaian segar atau kering

Cara pemakaian:

  • Malaria.

9-15 gram kering atau 30-60 gram segar, direbus, minum. Herba segar dilumatkan, tempel atau direbus, airnya untuk cuci.

Dipakai untuk bisul, koreng, luka berdarah, eczema, dermatitis, gigitan ular.

  • Dermatitis, eczema, koreng: Herba segar secukupnya direbus, airnya untuk cuci di tempat yang sakit.
  • Perdarahan, luka luar: Herba segar ditambah gula pasir secukupnya, dilumatkan dan ditempel ke tempat yang sakit.
  • Disentri amoeba: 30 – 60 gram tanaman kering (seluruh batang) direbus, sehari dibagi  2 kali minum, selama 5 – 10 hari.
  • Diare, disentri basiler, muntah darah, mimisan, berak darah (melena), batuk: Herba kering 30 – 60 gram direbus, minum.
42. Tanaman Obat Keluarga – Cacar air (Impatiens balsamina)
khasiat tanaman cacar air

Cacar air – wikipedia.org

Penyakit yang dapat diobati: Peluruh haid, kanker pencernaan, bengkak, reumatik, bisul, gigitan ular, ranadang kulit, keputihan, tulang patah/retak, rasa nyeri, anti-inflamasi, tertusuk benda asing di kerongkongan;

Pemanfaatan:

Bagian yang dipakai: Akar, daun, bunga dan biji.

Kegunaan:

  • Biji: Peluruh haid (Emenagog), mempermudah persalinan (Parturifasien), kanker saluran pencernaan bagian atas.

Pemakaian 3-10 gr, untuk kanker: 15-60 gram, direbus.

  • Bunga: Peluruh haid, mengakiri kehamilan (abortivum) dipakai bunga warna putih, pembengkakan akibat terpukul (haematom), rheumatik sendi, bisul (furunculolsis), gigitan ular, radang kulit (dermatitis).

Pemakaian: 3-6 gram, direbus.

  • Daun: Keputihan, tulang patah/retak, mengurangi rasa nyeri (analgetik).
  • Akar: Peluruh haid, anti-inflamasi (antiflogistik=anti radang), rheumatik, tertusuk tulang/benda asing di kerongkongan.

Pemakaian luar:

  • Bunga: Pembengkakan, bisul, rheumatik, radang kulit: Lumatkan bunga segar, ternpelkan di tempat yang  sakit.
  • Daun: Frakture, anti-inflamasi: Lumatkhan daun segar, ditempelkan di tempat yang sakit, atau daun direbus, untuk mencuci luka dan daunnya ditempelkan ke tempat yang sakit.

Cara Pemakaian:

  • Keputihan: 30-60 gram daun segar, rebus.
  • Peluruh haid:
    1. 4-5 bonggol akar, direbus, 3-4 kali minum
    2. (Haematoma dan peluruh haid):

Impatiens balsamina 6 gr

Leonurus sibiricus 30 gr

Curcuma zedoaria 6 gr

Scirpus yagara 6 gr

Semua bahan direbus.

  • Tertusuk tulang/benda asing di kerongkongan: Akar dikunyah, telan dengan air hangat.

Kontraindikasi: Wanita hamil

Efek Samping: Pada pemakaian lama, dapat timbul mulut terasa kering (Xerostomia), mual (Nausea), nafsu makan menurun (anorexia) yang menghilang setelah menurunkan dosis atau penghentian pengobatan selama 2-3 hari.

43. Tanaman Obat Keluarga – Kemuning (Murraya paniculata)
khasiat tanaman kemuning

Kemuning – thetutuguru.com.au

Penyakit yang dapat diobati: Radang buah zakar (orchitis), radang saluran napas (bronkhitis), infeksi saluran kencing, kencing nanah, keputihan, sakit gigi, haid tidak teratur, lemak tubuh berlebihan, pelangsing tubuh, nyeri pada tukak (ulkus), kuli kasar, memar akibat benturan, rematik, keseleo, digigit serangga dan ular berbisa, ekzema, bisul, koreng, epidemik encephalitis B, luka terbuka di kulit.

Pemanfaatan:

Bagian yang dipakai: Daun, ranting dan akar. Kulit batang juga berkhasiat obat.

Kegunaan:

Daun dan ranting berguna untuk mengatasi:

  • radang buah zakar (orchitis), radang saluran napas (bronkitis), infeksi saluran kencing, kencing nanah,
  • keputihan,
  • datang haid tidak teratur,
  • lemak tubuh berlebihan, pelangsing tubuh, nyeri pada tukak (ulkus), sakit gigi,
  • kulit kasar.

Akar berguna untuk mengatasi:

  • memar akibat benturan atau terpukul, nyeri rematik, keseleo,
  • digigit serangga dan ular berbisa, bisul, ekzema, koreng.
  • epideniik encephalitis B.

Kulit batang berguna untuk mengatasi: Sakit gigi, nyeri akibat luka terbuka di kulit atau selaput lendir (ulkus).

Cara Pemakaian: Akar dan daun kering sebanyak 9- 1 5 g atau daun segar sebanyak 30-60 g, direbus atau direndam arak, lalu rninum. Untuk pemakaian luar, daun segar dipipis lalu diletakkan pada tempat yang sakit, atau direbus, airnya untuk cuci.

44. Tanaman Obat Keluarga Selendri (Apium graveolens)
khasiat selendri

Selendri – keyserver.lucidcentral,org

Penyakit yang dapat diobati: Hipertensi, Sakit mata, Reumatik.

Pemanfaatan:

Cara Pemakaian :

  • Hipertensi

Bahan: daun seledri secukupnya

Cara membuat: diperas dengan air masak secukupnya kemudian disaring;

Cara menggunakan: diminum 3 kali sehari 2 sendok makan, dan dilakukan secara teratur.

Catatan: penggunaan berlebihan berbahaya!

  • Berguna untuk obat mata yang memiliki khasiat mengatasi sakit mata kering.

Bahan: 2 tangkai daun seledri, 2 tangkai daun bayam, 1 tangkai daun kemangi.

Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk bersama kemudian diseduh dengan 1 gelas air panas dan disaring.

Cara menggunakan: di minum biasa.

  • Reumatik

Bahan: 1 tangkai daun seledri

Cara menggunakan: dimakan sebagai lalapan setiap kali makan.

45. Tanaman Obat Keluarga – Sambiloto (Andrographis paniculata)
khasiat tanaman sambiloto

Sambiloto – wikipedia.org

Pemanfaatan:

Bagian yang dipakai: Herba. Dipanen sewaktu tumbuhan ini mulai berbunga. Setelah dicuci, dipotong-potong seperlunya lalu dikeringkan.

Kegunaan :

Herba sambiloto ini berkhasiat untuk mengatasi:

  • hepatitis, infeksi saluran empedu,
  • disentri basiler, tifoid, diare, influenza, radang amandel (tonsilitis), abses paru, radang paru (pneumonia), radang saluran napas (bronkhitis), radang ginjal akut (pielonefritis akut), radang telinga tengah (OMA), radang usus buntu, sakit gigi,
  • demam, malaria,
  • kencing nanah (gonore),
  • kencing manis (DM),
  • TB paru, skrofuloderma, batuk rej an (pertusis), sesak napas (asma),
  • darah tinggi (hipertensi),
  • kusta (morbus hansen = lepra),
  • leptospirosis,
  • keracunan jamur, singkong, tempe bongkrek, makanan laut,
  • kanker: penyakit trofoblas seperti kehamilan anggur (mola hidatidosa) dan penyakit trofoblas ganas (tumor trofoblas), serta tumor paru.

Cara Pemakaian : Herba kering sebanyak 10-20 g direbus atau herba kering digiling halus menjadi bubuk lalu diseduh, minum atau 3-4 kali sehari,  4-6 tablet. Untuk pengobatan kanker, digunakan cairan infus, injeksi, atau tablet. Untuk pemakaian luar, herba segar direbus lalu airnya digunakan untuk cuci atau digiling halus dan dibubuhkan ke tempat yang sakit, seperti digigit ular berbisa, gatal-gatal, atau bisul.

46. Tanaman Obat Keluarga – Ubi kayu (Manihot esculenta)
khasiat ubi kayu sebagai obat

Ubi kayu – calphotos.berkeley.edu

Ubi kayu (Manihot esculenta) termaasuk tumbuhan berbatang pohon lunak atau getas (mudah patah). Ubi kayu berbatang bulat dan bergerigi yang terjadi dari bekas pangkal tangkai daun, bagian tengahnya bergabus dan termasuk tumbuhan yang tinggi. Ubi kayu bisa mencapai ketinggian 1-4 meter.

Pemeliharaannya mudah dan produktif. Ubi kayu dapat tumbuh subur di daerah yang berketinggian 1200 meter di atas permukaan air laut. Daun ubi kayu memiliki tangkai panjang dan helaian daunnya menyerupai telapak tangan, dan tiap tangkai mempunyai daun sekitar 3-8 lembar. Tangkai daun tersebut berwarna kuning, hijau atau merah.

47. Tanaman Obat Keluarga – Kamboja (Plumeria acuminata)
khasiat tanaman kamboja

Kamboja – tanamankesehatanherbal.blogspot.com

Penyakit yang dapat diobati: Kencing nanah (Gonorrhea), Bengkak, Bisul

Pemanfaatan:

Cara Pemakaian :

  • Kencing Nanah (Gonorrhea)

Bahan:  1 Potong akar kamboja

Cara membuat:  direbus dengan gelas air sampai mendidih.

Cara menggunakan:  diminum 1 kali sehari 1 cangkir.

  • Memulihkan Bengkak

Bahan:  1 Sirap kulit kamboja

Cara membuat:  ditumbuk halus dan direbus dengan 0,5 cerek air sampai mendidih.

Cara menggunakan:  digunakan untuk merendam bagian tubuh yang  bengkak.

  • Bisul

 

Bahan: Getah Kamboja

Cara membuat:  ambil getah kamboja dari pohonnya

Cara menggunakan:  oleskan pada bagian yang bisul.

48. Tanaman Obat Keluarga – Jayanti (Sesbania sesban)
khasiat tanaman jayanti

Jayanti – lamcanh.com

Penyakit yang dapat diobati: TB Paru (Tuberculosa), Kencing nanah, lnfeksi ginjal, demam;

Pemanfaatan:

Bagian yang dipakai: Daun, akar, kulit, biji, dan minyak,

Kegunaan:

  • Daun: Demam, Cacingan, TB Paru (Tuberculosa), Radang selaput lendir mata, Infeksi ginjal.
  • Kulit: Sukar berkeringat, kencing kurang lancar, kencing nanah.
  • Biji: Kepala pusing, batuk, keguguran, datang haid tidak teratur.
  • Akar: kencing nanah, sifilis.
  • Minyak: Borok, koreng, kudis, Trachoma.

Pemakaian: Untuk minum: 1/4-1 genggam daun.

Pemakaian luar: Daun digiling halus, untuk pemakaian setempat

Cara Pemakaian:

  • TB Paru: Daun jayanti sebanyak 1/4 genggam, dicuci bersih lalu ditumbuk sampai halus. Tambahkan 1/2 gelas air masak dan 1 sendok makan madu. Aduk sampai merata, lalu diperas dan disaring, minum. Lakukan 3 kali sehari.
  • Kencing nanah: 1 jari akar jayanti, 6 lembar daun sirih, 6 buah kemukus, jintan hitam dan adas masing-masing 3/4 sendok teh, 3/4 jari pulosari, 3 jari gula enau, dicuci dan  dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 4 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas.  Setelah dingin disaring, minum.  Sehari 3 x 3/4 gelas.
  • lnfeksi ginjal: Daun jayanti sebanyak 1 genggam, dicuci bersih lalu bilas dengan air matang. Masukkan daun tadi kedalam  3/4 gelas air. Remas-remas daunnya sampai airnya berbusa. Saring, minum airnya. Lakukan setiap hari, sampai kencingnya menjadi lancar dan jernih  kembali.
  • Demam: Daun secukupnya dicuci bersih lalu diremas-remas dengan adas. Dibalurkan pada badan, yang akan memberikan rasa sejuk pada penderita demam.
49. Tanaman Obat Keluarga – Ciplukan (Physalis peruviana)
khasiat ciplukan

Ciplukan – naturkostbar.com

Pemanfaatan:

Cara Pemakaian:

  • Diabetes Mellitus

Bahan: tumbuhan ciplukan yang sudah berbuah dicabut beserta akar-akarnya dan dibersihkan.

Cara membuat: dilayukan dan direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tingga 1 gelas, kemudian disaring

Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari.

  • Sakit paru-paru

Bahan: tumbuhan ciplukan lengkap (akar, batang, daun, bunga dan  buahnya).

Cara membuat: direbus dengan 3-5 gelas air sampai mendidih dan  disaring.

Cara menggunakan: diminum 3 kali sehari 1 gelas.

  • Ayan

Bahan: 8-10 butir buah ciplukan yang sudah dimasak.

Cara menggunakan: dimakan setiap hari secara rutin.

  • Borok

Bahan: 1 genggam daun ciplukan ditambah 2 sendok air kapur sirih.

Cara membuat: ditumbuk sampai halus

Cara menggunakan: ditempelkan pada bagian yang sakit.

50. Tanaman Obat Keluarga – Rosella (Hibiscus sabdariffa Linn.)
khasiat tanaman rosella

Rosella – taiguotong.cn

Penyakit yang dapat diobati: Mencegah penyakit kanker, mengendalikan tekanan darah, melancarkan peredaran darah, dan melancarkan buang air besar, menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Cara Pemanfaatan/Penggunaan:

Diseduh dengan air mendidih sebanyak tiga kelopak bunga rosela dengan 200 ml. Tunggu saja 5 s/d 10 menit hingga airnya berubah jadi merah, diminum dua kali dalam sehari sebelum makan. Disarankan untuk orang yang penyakit maag diminum satu jam sesudah makan.

***

Itulah berbagai jenis tanaman obat keluarga (TOGA) yang bisa Anda manfaatkan, semoga berguna.

Apa komentar Anda?