Struktur Sel Hewan dan Fungsinya Masing-masing (Lengkap)

Struktur sel hewan dan fungsinya

Sel Hewan  – Apa kabar sahabat-sahabat di rumah? Kali ini, penulis ingin menyajikan informasi dan pengetahuan terkait tentang sel hewan. Sebelum kita masuk pada penjelasan inti tentang sel hewan, ada baiknya kita untuk tahu tentang jenis-jenis hewan itu sendiri. Seperti yang telah kita ketahui dan pelajari selama ini, kita menjumpai bahwa terdapat beragam bahkan jutaan jenis mahluk hidup yang menempati planet Bumi kita ini. Salah satu mahluk tersebut adalah hewan.

Hewan pun dengan demikian juga memiliki berbagai aneka ragam jenisnya, yang berdasarkan mulai dari bentuk, ukuran, struktur bagian luar maupun dalam, dan bahkan dengan tingkah lakunya.

Apabila kita melihat dari ukuran tiap hewan, akan banyak sekali jenis hewan, mulai dari yang memiliki ukuran yang sangat kecil atau mikro maupun hewan dengan ukuran yang sangat besar atau raksasa. Misalkan saja ada beberapa jenis hewan yang memiliki ukuran mikropis seperti plankton dan ada pula jenis hewan seperti paus biru yang memiliki ukuran besar dengan panjang badannya yang bisa mencapai 30 sampai 40 meter lebih.

Sedangkan disisi lainnya, juga ada spesies hewan yang dibedakan melalui jenis makanan yang hewan makan, adalah seperti Omnivora, Karnivora dan Herbivora. Ada pula juga jenis hewan yang berdasarkan kecepatan gerak atau berjalannya, seperti jenis hewan berikut yang memiliki kemampuan untuk berlari dengan cepat kecepatan yang mencapai 120 km/jam yaitu Cheetah. Sedangkan untuk hewan dengan cara bergerak yang sangat lambat, seperti siput, keong, kura-kura dan sebagainya. Bahkan beberapa hewan seperti hewan laut yaitu Anemon dan Koral laut hidup dengan tanpa berpindah-pindah karena jenis mahluk hidup tersebut bersifat Polip.

Untuk jenis hewan-hewan yang dibedakan berdasarkan makanan yang dimakannya, karnivora semisalnya, juga digolongkan berdasarkan sifatnya contohnya predator untuk jenis hewan pemangsa hewan lainnya.

Demikian jenis hewan yang dapat kita ketahui, nah berikutnya adalah kita akan mempelajari bersama-sama tentang organ terkecil di dalam tubuh hewan yaitu ‘sel’ hewan. Pada pembahasan selanjutnya akan dijelaskan tentang ‘apa itu sebenarnya sel hewan?’. Nah, untuk lebih jelasnya, langsung saja kita simak ulasan penjelasan sel hewan beserta fungsinya, sebagaimana berikut ini:

Pengertian Sel Sebagai Dasar Kehidupan

Sel adalah suatu unit, unsur atau kesatuan dari Protoplasma di dalam tubuh. Kemudian Protoplasma merupakan substansi dari sel hidup. Pada umumnya setiap sel mempunyai isi sel nya sendiri, dengan demikian juga dapat dikatakan bahwa setiap sel pasti bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Lalu kemudian di sekeliling sel terdapat lapisan atau membran luar yang ada sekitarnya.

Terdapat banyak sekali teori tentang sel tersebut yang mengatakan bahwa:

  1. Semua benda yang hidup terdiri atau disusun oleh atau dari sel
  2. Semua sel yang tumbuh berasal dari sel yang lain nya
  3. Semua reaksi dan proses metabolisme dari organisme hidup langsung terjadi di dalam sel
  4. Sel dapat membawa sifat keturunan dari induk ke anaknya

Senyawa, Bentuk dan Ukuran Sel

Dan yang perlu kalian ketahui bahwa, pada jaringan sel tersebut dikriteriakan menjadi beberapa, seperti senyawa di dalamnya, bentuk hingga ukurannya. Adapun juga, ulasannya adalah sebagai berikut :

Senyawa di dalam Sel

Berikut ini terdapat beberapa senyawa yang ada di dalam jaringan sel, diantaranya sebagai berikut:

  1. Unsur karbohidrat, biasanya didapat dari gula, pati, dan selulosa. Unsur senyawa ini sangat penting dalam proses fotosintesa.
  2. Lipid, senya yang misalnya berupa lemak dan minyak. Umumnya digunakan sebagai cadangan makanan.
  3. Protein, pada umumnya berupa enzim. Senyawa ini berperan dalam proses metabolisme.
  4. Asam nukleat, biasanya terdapat dalam bentuk DNA dan RNA. Senyawa ini memiliki peran penting dalam proses sintesis protein.

Ukuran Sel

Pada umumnya perbedaan untuk ukuran sel di dalam tubuh ini berhubungan atau terkait dengan volume dan luas areal permukaan sel itu sendiri. Ukuran untuk sel aktif yang melakukan metabolisme cenderung memiliki ukuran yang lebih kecil ketimbang jaringan sel tidak aktif bermetabolisme. Secara garis besar pula, penyusun jaringan sel tubuh hewan dan sel tumbuhan memiliki diameter sekitar 10 – 30 μm.

Bentuk Sel

Berikut ini, merupakan ciri-ciri jaringan sel yang biasanya dimiliki oleh tubuh hewan:

  1. Cakram kecil
  2. Celondong
  3. Kolummer
  4. Polihedral

Struktur Sel Hewan dan Fungsinya

Jadi, dengan demikian intinya apabila dilihat dari struktur, tipe enzim maupun bahan genetiknya, semua jaringan sel sebenarnya adalah sama, meskipun tipe sel ragam yang berbeda. Adapun untuk struktur atau susunan jaringan sel dari yang terluar sampai terdalam adalah sebagai berikut :

Membran Sel

Membran sel hewan
Membran sel hewan ©dosenbiologi.com

Membran sel merupakan salah satu dari bagian sel yang berada paling luar dan berfungsi sebagai pembungkus sel. Pada bagian membran sel ini tersusun dari unsur protein (Lipoprotein). Selain itu, membran sel memiliki peran penting yang lain yaitu sebagai pengatur mineral dan nutrisi yang terdapat di dalam maupun luar sel itu sendiri.

Sedangkan di sisi lainnya, selain kedua fungsi diatas, ada pula fungsi yang lain yang dimiliki membran sel, diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Untuk mengatur keluar masuk nya nutrisi dan mineral
  2. Berfungsi sebagai pembungkus/pelindung sel
  3. Menerima rangsangan dari luar
  4. Merupakan tempat berlangsungnya berbagai reaksi kimia dalam tubuh

Sitoplasma

Sitoplasma
Sitoplasma ©taufik-ardiyanto.blogspot.com

Selain terdapat pada tumbuhan, sitoplasma juga terdapat pada jaringan sel hewan. Sitoplasma merupakan bagian sel yang berupa cairan dan mempunyai bentuk mirip seperti gel. Dalam pembentukan jaringannya, organel ini mengalami dua proses fase yaitu fase gel (cair) dan fase sol (padat). Pada umumnya cairan tersebut dapat kita jumpai pada Nukleus yang biasa dikenal atau disebut dengan istilah Nukleoplasma.

Adapun sifat dari jaringan Sitoplasma ini yaitu koloid komplek yaitu jaringan yang berbentuk tidak cair maupun juga tidak padat. Karena jaringan ini dapat berubah-ubah sesuai dengan konsentrasi airnya.  umumnya apabila berada pada konsentrasi air yang rendah, maka akan menjadi lembek. Namun sebaliknya, jika berada pada konsentrasi air yang cukup tinggi, maka gel tersebut akan berubah menjadi lebih encer atau sering dikenal dengan Sol.

Untuk fungsi dari Sitoplasma ini sendiri, sebenarnya ada banyak sekali, namum diantaranya yang paling utama yaitu:

  1. Adalah sebagai sumber bahan kimia pada sel
  2. Merupakan tempat berlangsungnya metabolisme sel

Retikulum Endoplasma

Retikulum endoplasma
Retikulum Endoplasma ©biomagz.com

Reticulum Endoplasma merupakan sebuah organel jaringan yang tersusun oleh benang-benang dan terletak pada inti sel. Namun para ahli membagi Reticulum Endoplasma menjadi dua macam, yaitu organel Retikulum Endoplasma halus (REh) dan Retikulum Endoplasma kasar (REk). Untuk Retikulum Endoplasma kasar pada umumnya dapat melekat dan terikat pada Ribosom. Sedangkan untuk Retikulum Endoplasma halus adalah sebaliknya, yaitu tidak dapat melekat dan terikat dengan Ribosom.

Adapun fungsi dari Retikulum Endoplasma itu sendiri adalah sebagai berikut :

  1. Sebagai sintesis atau pengolah protein (Rek).
  2. Sebagai tempat mengangkut sintesis, steroit dan lemak dalam tubuh hewan.
  3. Membantu detoksifikasi dan membunuh sel-sel berbahaya di dalam sel (REh).
  4. Sebagai tempat untuk penyimpanan fospolipid, steroid dan glikolipid.

Mitokondria

Mitokondria
Mitokondria ©kehidupankita.com

Mitokondria merupakan organel pada sel yang mempunyai fungsi yang sangat penting. Bagian ini memiliki peran sebagai mesin pengolah dalam sel. Pada organel ini terdiri dari dua bagian yaitu lapisan membran yang lekuk-lekuk dan biasanya disebut dengan Kritas. Sedangkan lainnya, ada bagian ini berupa zat Glukosa dan Oksigen yang saling bekerja sama dalam proses pembentukan energi pada sel.

Maka dari itu, hal tersebut pun juga termasuk sebagai proses metabolisme dan aktivitas seluler. Selain itu banyak juga yang menyebutkan bagian ini dengan sebutan The Power House  karena organisme ini dapat menghasilkan energi bagi tubuh. Kemudian ada juga sel Mitokondria yang berbentuk tunggal dan biasanya dikenal dengan nama Mitokondrion. Pada bagian tersebut, berfungsi untuk mengubah energi kimia menjadi energi yang lainnya.

Sedangkan untuk fungsi lain dari Mitokondria ini adalah sebagai berikut :

  1. Sebagai respirasi perbaikan seluler pada jaringan sel.
  2. Sebagai penghasil energi dalam bentuk ATP yang akan digunakan tubuh dalam beraktivitas.

Mikrofilamen

Mikrofilamen
Mikrofilamen ©khamasita.blogspot.com

Mikrofilamen merupakan sebuah organel pada jaringan sel yang terbentuk dari protein aktin dan myosin. Apabila dilihat dari bentuknya, bagian ini sekilas hampir mirip dengan Mikrotobulus, namun yang membedakan keduanya yaitu terletak pada tekstur dan ukurannya.

Pada umumnya pada Miktofilamen mempunyai tekstur yang lembut dan memiliki ukuran diameter yang lebih kecil. Sedangkan untuk fungsi dari Mikrofilamen sendiri yaitu berperan sebagai penggerak sel Endositosos dan Eksotisotis.

Berikut ini merupakan fungsi mikrofilamen itu sediri:

  1. Sebagai bagian dari alat pengerak actomyisin, yang filamen sendiri berfungsi sebagai dasar peregangan bagi myosin untuk kontraksi otot dan pengembangan pseudopod. Mikrofilamen memiliki kerangka kerja yang lebih fleksibel, yang dapat membantu dan mengatur pergerakan sel.
  2. Mikrofilamen juga berfungsi sebagai bagian yang akan bekerja sama dalam cytoskeleton. Serat single pada organel ini biasanya akan berkumpul bersama untuk menghasilkan berbagai fungsi. Mereka akan membentuk dan membuat sebuah skeleton tipis di dalam membrane plasma untuk menyediakan struktur dan bentuk dari membrane. Mereka yang memiliki tanggung jawab dan tugas untuk semua sel protusion.

Lisosom

Lisosom
Lisosom ©babacaca.com

Lisosom merupakan organel sel yang berbentuk seperti kantong yang terikat pada membran sel dan pada bagian ini berisi kandungan enzim hidrolitik. Adapun fungsi enzim tersebut akan berguna sebagai pengontrol dan yang mengatur pencernaan intraseluler pada keadaan apa saja. Bagian organel Lisosom ini terletak pada sel Eukariotik.

Berikut ini  fungsi dari Lisosom itu sendiri diantaranya yaitu:

  1. Organel ini berfungsi untuk mengontrol pencernaan intraseluler.
  2. Sebagai alat untuk mencerna materi dengan menggunakan fagositosis.
  3. Sebagai tempat penghancuran organel sel yang telah rusak (autofagi).
  4. Sebagai tempat pemasukan makromulekul dari luar menuju ke dalam sel dengan mekanisme endositosis.

Peroksisom (Badan Mikro)

Peroksisom (badan mikro)
Peroksisom (Badan Mikro) ©taufik-ardiyanto.blogspot.com

Peroksisom adalah suatu organel sel yang mempunyai kantong kecil yang berisi enzim katalase. Sedangkan fungsi dari enzim itu sendiri yaitu untuk menguraikan peroksida (H2O2) atau proses metabolisme yang bersifat toksik, yaitu yang dapat menetralkan air dan oksigen yang berbahaya pada sel. Organel Peroksisom sendiri terletak di area sekitar sel hati dan ginjal.

Adapun fungsi lain dari organel ini diantaranya yaitu :

  1. Merubah lemak dalam tubuh menjadi karbohidrat.
  2. Menguraikan perokida (H2O2) dari sisa-sisa metabolisme toksik dalam tubuh.

Ribosom

Ribosom
Ribosom ©ramdanbuhang.blogspot.com

Ribosom merupakan organel pada jaringan sel yang memiliki tekstur permukaan yang padat, kecil, serta memiliki ukuran diameter sekitar 20 cm. Peran dari organel Ribosom itu sendiri adalah sebagai menerjemahkan RNA agar bisa membentuk menjadi rantai polipeptida (protein) dengan hanya menggunakan zat asam amino ketika proses translasi. Selain itu organel ini juga hanya terdiri dari RNA Ribosom (rRNA) sebanyak 65% dan selebihnya adalah protein Ribosom (Ribonukleoprotein atau RNP) sekitar 35%.

Di dalam organel sel Ribosom juga terdapat terikat yang berada pada Retikulum Endoplasma kasar (REk), atau membran inti sel. Dan selain itu, Ribosom juga memiliki fungsi sebagai tempat berlangsungnya proses sintesis protein.

Sentriol

Sentriol
Sentriol ©usaha321.net

Sel Sentriol merupakan salah satu organel sel yang memiliki bentuk hampir sama dengan bentuk tabung. Bagian organel sel ini juga bisa kalian temukan pada sel Eukariota. Disisi lain fungsi dari Sentriol ini adalah berperan penting dalam pembelahan sel pada ketika terjadi pembentukan Sisila dan Flagela. Dan sepasang Sentriol juga dapat membentuk struktur gabungan yang dikenal dengan sebutan Sentrosom.

Berikut ini juga fungsi yang lainnya dari Sentriol itu sendiri yaitu :

  1. Mempunyai peran sebagai tempat untuk membentuk silia dan flagella.
  2. Adalah sebagai proses pembelahan sel dalam membentuk benang spindle.

Mikrotubulus

Mikrotubulus
Mikrotubulus ©asuhand.blogspot.com

Seperti yang telah kita ketahui bahwa selain ada di hewan, Mikrotobulus juga dapat kita temukan pada sel tumbuhan. Mikrotobulus merupakan organel sel yang berada pada Sitoplasma dan dapat ditemukan pada sel Eukaroit. Bentuk dari Mikrotobulus yaitu berupa silindris panjang serta berongga. Sedangkan untuk ukuran dari organel tersebut yaitu dengan diameter sekitar 12 nm dan diameter luar kurang lebih 25 nm.

Adapun penyusun dan pembentuk dari Mikrotobulus sendiri adalah terdiri dari beberapa molekul-molekul berbentuk bulatan yaitu protein globular atau sering disebut dengan Tubulin. Sehingga dalam posisi yang tidak sadar, organel sel ini mampu bergabung untuk membentuk silindris yang berongga dalam kondisi tertentu. Selain itu pada Mikrotobulus juga memiliki sifat kaku dan tetap yang tidak dapat berubah-ubah dalam bentuknya.

Organel sel ini juga memiliki fungsi sebagai berikut :

  1. Adalah Untuk melindungi sel .
  2. Memberi bentuk sel.
  3. Dam berperan penting sebagai dalam pembentukan flagela, silia dan sentriol.

Badan Golgi

Badan Golgi
Badan Golgi ©woocara.blogspot.com

Aparatus Golgi atau yang lebih sering dikenal dengan sebutan Badan Golgi ini merupakan salah satu organel sel yang ada kaitannya dengan fungsi dari ekskresi sel. Biasanya Badan Golgi tersebut dapat ditemukan di semua bagian sel Eukariotik. Seperti yang telah disebutkan diatas tadi, bahwa organel yang satu ini memiliki peran yang sangat penting yaitu terletak pada proses ekskresi pada sel. Adapun bentuk untuk Badan Golgi ini yaitu hampir sama dengan  kantong pipih yang berukuran kecil hingga besar dan terikat atau menempel dengan membran. Dan yang perlu kalian ketahui bahwa disetiap sel pada hewan selalu mengandung 10-20 badan golgi.

Badan geologi memiliki fungsi diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Untuk memproses dan mengolah protein.
  2. Membentuk sel lisosom.
  3. Untuk membentuk membran plasma.
  4. Untuk membentuk vesikula (kantung) untuk ekskresi.

Nukleus

Nukleus
Nukleus ©thoughtco.com

Nukleus merupakan organel sel yang berperan sebagai pengatur atau pengendali segala aktivitas sel. Proses ini dimulai dari metabolisme sampai pada proses pembelahan sel. Disisi lainnya, Nukleus juga mengandung materi genetik berbentuk DNA Linear panjang yang membentuk sel Kromosom. Pada umumnya organel sel ini dapat kita temukan pada sel Eukaroit serta terdiri dari beberapa bagian seperti membran inti, Nuekloplasma, Kromatin atau Kromoom dan juga Nukleus.

Ada pula, untuk fungsi dari Nukleus itu sendiri diantaranya yaitu :

  1. Tempat terjadinya proses replikasi.
  2. Menyimpan informasi genetik.
  3. Untuk menjaga integritas dan keutuhan kinerja gen-gen.
  4. Mengendalikan dan mengatur proses metabolisme dalam sel.
  5. Mengontrol aktivitas pada sel dengan mengelola ekspresi gen.

Nukleolus

Nukleolus
Nukleolus ©sridianti.com

Nukleolus merupakan salah satu organel sel yang terletak pada inti sel atau Nukleus. Selain itu organel sel yang satu ini selalu berperan dalam pembentukan protein dengan menggunakan RNA atau Asam Riboukleat. Sedangkan disisi lain Nukleolus juga berfungsi dalam pembentukan protein.

Tipe dari organisasi struktural nukleolus ditemukan dalam sel-sel eukariotik. Hal Ini mencakup hampir setengah inti, nukleolus yang ada dalam matriks inti pun tidak dikelilingi oleh semacam membran. Komponen utama dn penting dari sel ini organel adalah asam ribonukleat (RNA), asam deoksiribonukleat (DNA) dan protein.

Fungsi dan peran utama dari nukleolus adalah sebagai untuk memproduksi dan merakit subunit yang membentuk ribosom. Ribosom sebagaimana telah dijelaskan adalah situs untuk sintesis protein. Nukleolus memainkan pera tidak langsung namun begitu penting dalam sintesis protein dengan merakit dan menyusun subunit ribosom. Nukleolus melaksanakan dan melakukan proses hingga 50% dari total produksi RNA yang terjadi dalam sel. Fungsi ini pun dikaitkan dengan ratusan r-gen yang terdapat dalam nukleolus.

Nukleoplasma

Nukleoplasma
Nukleoplasma ©hisham.id

Nukleoplasma juga merupakan salah satu organel sel yang memiliki tekstur yang padat dan juga dapat kita temukan di dalam inti sel atau Nukleus. Pada organel sel Nukleoplasma ternyata terdiri dari serat Kromatin yang padat dan membentuk Kromosom. Adapun salah satu fungsi dari organel ini adalah sebagai pembawa informasi genetika.

Nukleoplasma adalah salah satu bagian organel penting, karena banyaknya zat, termasuk enzim dan unsur nukleotida, dilarutkan dalam nukleoplasma tersebut. Nukleoplasma pun dibuat atau terbentuk terutama dari air, ion dan berbagai campuran molekul lainnya.

Fungsi utama dari organel nukleoplasma adalah berfungsi sebagai zat suspensi untuk organel di dalam nukleus. Hal ini juga membantu menjaga bentuk dan struktur inti, dan memainkan peran penting dalam transportasi atau proses berjalannya bahan-bahan yang dibutuhkan dan sangat penting untuk metabolisme dan fungsi sel. Banyak zat seperti nukleotida dan enzim dilarutkan oleh sel nukleoplasma tersebut.

Membran Inti

Membran inti
Membran Inti ©slideplayer.info

Membran inti merupakan elemen struktural utama Nukleus yang membungkus keseluruhan organel sel. Selain itu organel sel ini adalah sebagai pemisah antara Sitoplasma dan daerah inti. Organel ini bersifat tidak permeable (berpori-pori) sehingga sebagian besar molekul tersebut yang membuat Nukleus sangat membutuhkan pori inti. Dengan demikian membran Nukleus mampu melintasi dan melewati membran. Membran inti memiliki fungsi sebagai berikut :

  1. Berguna untuk melindungi inti sel (Nukleus).
  2. Adalah sebagai tempat pertukaran zat antara materi inti dan Sitoplasma.

Di dalam sel tubuh hewan maupun sel tumbuhan memang memiliki suatu kemiripan dalam strukturnya. Namun pastinya ada beberapa perbedaan dalam sel hewan dan tumbuhan. Nah, untuk lebih lengkapnya mengenai pengetahuan tentang perbedaan sel tumbuhan dan hewan anda bisa menyimak artikel sebelumnya.

Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

Seperti yang telah kita ketahui bahwa meskipun sel hewan dengan tumbuhan hampir sama, namun di antara keduanya terdapat beberapa perbedaan yang signifikan. Adapun perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan tersebut, bisa kalian pahami dengan ulasan berikut:

  1. Untuk ukuran, pada sel hewan memiliki ukuran lebih kecil sedangkan untuk sel pada tumbuhan lebih besar.
  2. Organel lisosom pun hanya dimiliki oleh tubuh hewan, sedangkan pada tumbuhan tidak memiliki organel lisosom.
  3. Sel pada hewan tidak memiliki organel Plastisida, namun sebaliknya pada tumbuhan memiliki Plastisida.
  4. Hewan tidak memiliki dinding sel, sedangkan sel tumbuhan memilikinya.
  5. Sel hewan juga memiliki organ sentrosom dan pada sel tumbuhan tidak memiliki sentrosom.
  6. Sel hewan juga memiliki bentuk yang pasti tetap sedangkan sel tumbuhan tidak tetap.
  7. Vakula tidak dimiliki pada sel hewan dan adapun jika beberapa hewan yang memiliki bentuknya pun kecil, sedangkan pada tumbuhan memiliki vakula dan pasti bentuknya pun besar.

Nah, demikianlah penjelasan tentang sel hewan baik dimulai dari pengertian, macam-macam, struktur hingga fungsinya. Semoga bermanfaat dan selamat membaca.