Niat Puasa Senin Kamis Lengkap Arab Latin dan Artinya

Niat Puasa Senin Kamis Lengkap Arab Latin dan Artinya

Niat Puasa Senin Kamis – Secara bahasa, puasa adalah al-imsak yang berarti menahan, baik menahan makanan, minum, bicara dan perbuatan. Sedangkan secara syar’i, puasa adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dengan disertai niat puasa.

Sebagian ulama mendefenisikan puasa adalah menahan dua anggota badan, perut dan kelamin sehari penuh, sejak terbitnya fajar kedua sampai terbenamnya matahari dengan memakai niat tertentu. Saat niat puasa senin kamis harus tahu apa-apa yang dipatuhi dan dijauhi.

Niat Puasa Senin Kamis

Berikut niat puasa senin kamis

Niat puasa senin kamis
Niat puasa senin kamis

Dalam pengertian bahasa, niat atau an-niatu berarti menyengaja sesuatu. Orang yang niat puasa senin kamis berarti ia menyengaja melakukan ibadah puasa.

Sebagaimana kita ketahui bersama, niat puasa senin kamis harus (wajib) dilakukan pada malam hari sebelum masuknya waktu subuh. Istilah yang sering digunakan adalah tabyitunniyah, atau mengucapkan niat. Maksudnya, di malam hari seseorang sudah harus berniat bahwa keesokan harinya ia akan melaksanakan puasa.

Hadis Rasulullah SAW menyebutkan:

“Barang siapa yang tidak niat melakukan puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya” (Hadis Riwayat Ahmad, Tirmidzi, dan Abu Daud)

Namun yang perlu diketahui, ketentuan tabyitunniyah ini hanya berlaku untuk puasa wajib saja, seperti puasa Ramadhan, puasa nadzar, puasa qadha’, dan puasa kaffarah. Sedangkan untuk puasa-puasa yang sunnah, seperti niat puasa senin kamis, puasa 6 hari pada bulan syawal, puasa ayyamul biiyhdh (hari-hari yang putih), dan seterusnya tidak membutuhkan tabyitunniyah, atau tidak wajib.

Sehingga, asalkan seseorang belum sempat makan dan minum sejak pagi, lalu tiba-tiba terbetik keinginan berpuasa setelah fajar terbit apabila sebelum nya kita belum makan dan minum, lalu tiba-tiba terbetik keinginan untuk berpuasa, dia langsung bisa bepuasa.

Khusus untuk puasa sunnah, seperti niat puasa senin kamis, kita boleh berniat puasa setelah fajar terbit apabila sebelumnya kita belum makan. Hal ini sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW, bahwa suatu ketika beliau datang menemui Aisyah ra pada selain bulan Ramadhan, kemudian beliau bersabda;

“Apakah engkau punya santapan siang? Maka jika tidak ada aku akan berpuasa.” (Hadis riwayat Muslim)

Perlu diingat, bahwa niat puasa senin kamis itu tempatnya di hati, bukan di lidah. Itu karena niat adalah pekerjaan hati. Jadi misalnya Anda mengucapkan niat puasa sunnah senin kamis; nawaitu shauma ghadin lillahi ta’ala (saya niat puasa esok hari karena Allah Taa’ala), maka ucapan lisan Anda itu tidak sah dikatakan niat selama di hati Anda tidak benar-benar menyengaja mau melakukan puasa.

Makan Sahur

Makan Sahur
©satujam.com

Makan sahur itu tidak wajib, namun sangat dianjurkan untuk menjaga kebugaran tubuh selama berpuasa seharian penuh. Jadi, kalau kesiangan dan tidak sempat sahur tapi memiliki niat puasa senin kamis, maka puasanya sah-sah saja.

Rasulullah SAW memerintahkan kita agar melakukan sahur dan tidak melupakannya. Sahur berarti makan di waktu sahar (waktu menjelang terbitnya fajar). Dalam salah satu hadis Rasulullah SAW memberikan penjelasan:

“Makan sahur;ah kalian karena dalam sahur ada barokah.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

Lebih baiknya, kita mengakhirkan makan sahur sesaat menjelang tiba waktunya subuh. Hal seperti ini disunnahkan, sebagaimana keterangan hadis Anas bin Malik ra. berikut ini:

“Kami makan sahur bersama Rasulullah SAW kemudian beliau shalat, ‘aku tanyakan (kata Anas), berapa lama jarak antara azan dan sahur?’ Zaid menjawab, ‘kira-kira 50 ayat membaca Al-Qur’an.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

Dengan makan sahur, berarti kita telah mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Selain itu, sahur juga akan menguatkan badan, menambah semangat, serta membuat puasa menjadi lebih ringan.

Baca juga:  Kerajaan Islam di Indonesia Beserta Raja dan Peninggalannya

Jika kita lupa sahur pada malamnya, maka puasa kita tetap sah dan tidak batal. Hanya saja, kita tidak mendapat pahala kesunnahan sahur.

Hal-hal yang Membatalkan Puasa

Hal-hal yang Membatalkan Puasa
©tribunnews.com

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat membatalkan puasa sunnah, yaitu sebagai berikut.

Makan dan minum

Jika kita makan dan minum pada siang hari dalam kondisi sedang berpuasa, maka puasa  kita menjadi batal kecuali jika hal itu kita lakukan karena lupa bahwa saat itu kita sedang berpuasa, maka makan dan minum yang kita lakukan tidaklah membatalkan puasa kita.

Kita bisa melanjutkan puasa sunnah secara sempurna. Sebagaimana dijelaskan oleh Nabi SAW berikut ini:

“Jika seseorang lupa ketika ia berpuasa, lalu dia makan atau minum, maka hendaklah menyempurnakan puasanya,karena sesungguhnya Allah yang memberinya makan dan minum.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

Muntah dengan Sengaja

Muntah dengan sengaja dapat membatalkan puasa. Hal ini diterangkan dalam  hadis Rasulullah SAW berikut:

“Barang siapa yang terpaksa muntah, maka tidak wajib baginya untuk meng-qadha (mengganti) puasanya, dan barang siapa dengan sengaja, maka wajib baginya meng-qadha puasanya,” (Hadis riwayat Al-Hakim)

Murtad

Yaitu ketika seseorang keluar dari agama Islam, maka ketika itu juga puasanya batal.

Keluar darah haid atau nifas

Tragedi ini ya pasti pada perempuan. Jika haid dan nifas melanda, otomatis dilarang berpuasa. Jika itu terjadi saat sedang berpuasa, harus langsung berbuka. Kemudian ia wajib mengganti di hari lain kalau puasa wajib. Jika puasa sunnah ya nggak perlu diqadha.

Dari Aisya ra, bahwa Rasulullah SAW memberikan penjelasan:

“Kami menstruasi pada masa Rasulullah SAW, maka kami disuruh untuk mengqadha puasa dan tidak disuruh untuk mengqadha shalat.” (Hadis riwayat Bukhari Muslim)

Keluar mani yang disengaja

Yang disengaja itu seperti onani, atau bersentuhan dengan perempuan. Misalnya mencium istri atau bercumbu rayu dengannya sehingga mengeluarkan mani, maka batal puasanya. Tetapi, jika keluar karena mimpi yang tidak disengaja, maka puasanya tetap sah.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

Tiga hal yang tidak membatalkan puasa; berbekam, muntah, dan mimpi bersetubuh (hingga keluar mani).” (Hadis riwayat Tirmidzi)

Bersetubuh atau jima

Yang satu ini sudah pasti batal. Artinya, orang yang melakukan hal ini tidak mampu untuk menahan hawa nafsunya. Awas, ketika ini terjadi ketika puasa Ramadhan, maka bisa runyam masalahnya. Mengapa demikian?

Baca juga:  Gambaran Neraka Jahanam dan Penghuninya Yang Mengerikan

Ya, karena jika hal ini terjadi ketika puasa Ramadhan, maka pelakunya harus membayar denda memerdekakan seorang budak, atau puasa dua bulan berturut-turut, atau yang paling ringan memberikan makan 60 orang miskin.

Dari Abu Hurairah ia berkata: “Ketika kami sedang duduk-duduk bersama Nabi, tiba-tiba seorang laki-laki datang menghadap Nabi SAW, seraya berkata; ‘Celaka saya wahai Rasulullah!’. Ujar Nabi, ‘Apakah yang mencelakakanmu?’ Ia berkata; ‘Saya menyetubuhi istri saya di siang hari bulan Ramadhan sedang saya berpuasa.’ Maka Rasulullah pun bersabda; ‘apakah kamu bisa mendapatkan budak sahaya yang bisa kamu merdekakan?’ Ia menjawab; ‘Tidak!’ Nabi bersabda; ‘Mampukah kamu berpuasa dua bulan berturut-turut?’ Jawabnya; ‘Tidak!’. Nabi bersabda; ‘Dapatkah kamu mmeberi makan kepada enam puluh orang miskin?’ Jawabnya; ‘Tidak!’.

Abu Hurairah mengatakan bahwa lelaki tersebut tetap diam di hadapan Nabi SAW, maka sementara kami dalam keadaan seperti itu tiba-tiba ada yang memberikan sekeranjang kurma kepada Nabi SAW. -dan keranjang itu satu ukuran- lalu Nabi pun bertanya; ‘Dimanakah penanya tadi?’ Orang itu menjawab; ‘Saya,’ maka sabda beliau; ‘Ambillah kurma ini dan sedekahkanlah!’ Kata orang itu; ‘Apakah saya sedekahkan kepada orang yang lebih miskin dan pada saya, wahai Rasulullah? Demi Allah, tidak ada di antara dua benteng (kedua bukit hitam) kota madinah ini keluarga yang lebih miskin daripada keluarga saya!’ Maka tertawalah Nabi SAW sehingga tampak gigi taringnya, kemudian beliau bersabda; ‘Berikanlah makanan itu kepada ahli keluargamu!'” (Hadis riwayat Bukhari dari Abu Hurairah ra.)

Gila atau hilang akal

Orang yang hilang akal, otomatis langsung distop catatan amalnya, baik yang masih sadar atau karena tidak sadarkan diri. Yang sadar tapi hilang akal pasti gila. Kalau yang tidak sadarkan diri seperti koma atau pingsan.

Rasulullah SAW bersabda dari Aisyah ra:

“Hukum tidak berlaku untuk tiga orang; orang yang tidur hingga bangun, anak kecil hingga dewasa, dan orang gila hingga berakal sehat lagi atau sembuh.” (Hadis riwayat Ibnu Majah)

Sadar Saat Berpuasa

Sadar Saat Berpuasa
©jawapos.com

Sudah tahu kan kalau puasa itu adalah perbuatan menahan diri dari makan, minum, bersenggama dan lain-lain yang membatalkannya sejak terbit fajar hingga terbenam matahari disertai niat karena Allah SWT? Nah, artinya dari segi hukum Islam, jika seseorang tidak makan atau minum, tidak melakukan senggama, dan lain-lain yang membatalkannya pada rentang waktu tersebut, maka telah sah puasanya.

Eits, tapi jangan puas dengan melakukan hal itu. Kalau puasa diibaratkan seperti ujian sekolah, lalu kita hanya meninggalkan apa yang membatalkan saat menjalankannya, bisa kena remedial dong. nilai pahalanya mencukupi KKM.

So, perlu dipahami lebih dalam bahwa puasa tidak hanya bermakna lahiriyah. Yakni tidak hanya sebatas menahan lapar, dahaga, dan bersetubuh. Yang lebih penting dari itu adalah soal bathiniyah. Merupakan suatu proses pembinaan akhlak pada upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mendapatkan derajat taqwa; derajat yang paling mulia di sisi Allah SWT. Atau lebih tepatnya puasa dari dosa dan maksiat.

Baca juga:  Hukum Nikah dalam Islam dan Jenis-jenis Pernikahan Terlarang

“Banyak orang yang berpuasa hanya memperoleh rasa lapar dan dahaga, dan banyak orang yang shalat hanya memperoleh rasa kantuk.” (Hadis Riwayat Ibnu Majah dari Abu Hurairah).

Puasa Senin Kamis Sebagai Terapi Kecantikan

Puasa Senin Kamis Sebagai Terapi Kecantikan
©twitter.com/anna_kgilbert

Orang yang tidak terbiasa berpuasa, pasti akan mengira kalau puasa itu hanyalah membuat tubuh menjadi lemas dan tidak bertenaga. Begitulah kalau orang yang kurang ilmu. Ia akan memiliki pikiran bahwa tidak makan dan tidak minum berarti tidak ada energi yang diserap tubuh.

Nah, kalau orang yang berilmu dan paham agama, pasti tidak akan begitu cara berpikirnya. Orang yang terbiasa berpuasa, dan para ahli medis yang memahami manfaat dan hikmah berpuasa, pastilah berbeda cara berpikirnya. Sebab, mereka tahu dan merasakan manfaatnya yang luar biasa.

Eh, sudah lama nggak ketemu. Kamu makin hari makin cantik aja nih, apasih rahasianya?

*biasa, orang heboh jika ada yang penampilannya makin good looking

Kamu sering ke salon, ya? Pakai terapi kecantikan apa? Pasti terapinya mahal, ya?

*sederet pertanyaan pasti langsung dijejalkan karena penasaran dan ingin tampil menawan juga.

Ah, biasa saja kok. Tidak ke salon apalagi terapi ini itu yang menguras kantong. Kan mending aku sedekahin biar dapat 700 kali lipat pagala. heheh

*langsung kaget tuh orang yang penasaran tadi.

Aku hanya terapi alami cara Nabi SAW, sering berpuasa dua kali, puasa senin kamis. Selain dapat banyak pahala, juga akan cantik luar dalam, insya Allah 🙂

*pasti banyak yang tidak percaya. Kalau kamu orang yang beriman dan berilmu, tidak boleh tidak percaya.

***

Pada masa Rasulullah SAW, memang belum dijelaskan hikmah dan manfaat puasa bagi manusia. Namun sekarang dengan berbagai kecanggihan teknologi dan kemajuan ilmu pengetahuan, kita jadi tahu apa manfaat puasa senin kamis untuk dunia akhirat.

Penelitian para ahli dan ilmuwan menemukan fakta bahwa ada sangat banyak manfaat puasa bagi tubuh dan jiwa manusia. Di antaranya adalah akan menjadikan awet muda, merawat kecantikan, dan menambah tenaga.

Tidak percaya? Simak kata Doktor dari Rusia berikut ini:

What do you think is the most important discovery in our time? The radioactive watches? Wxocet bombs? In my option the bigest discovery of our time is the ability to make onself younger phisically, mentally, and spiritually through rational fasting.
(Menurut pendapat Anda, apakah penemuan terpenting pada abad ini? Jam radioaktif? Bom exoset? Menurut pendapat saya, penemuan terbesar dalam abad ini ialah kemampuan seseorang membuat dirinya tetap awet muda secara fisik, mental, dan spiritual melalui puasa yang rasional). – Dr. Yuri Nikolayev dari Rusia

Walaupun banyak manfaat melakukannya, niat puasa senin kamis tetap harus kita luruskan karena mengharap ridha Allah, mengenai manfaatnya untuk tubuh, anggaplah itu sebagai bonus.

Nah, demikianlah penjelasan mengenai niat puasa senin kamis, semoga selalu bersemangat melakukannya.

Content Protection by DMCA.com