Doa Niat Mandi Wajib Setelah Mimpi Basah Yang Benar

Niat Mandi Wajib Setelah Mimpi Basah – Mimpi basah merupakan suatu hal yang alami terjadi pada kalangan anak remaja atau pemuda, meskipun tidak menutup kemungkinan juga dialami oleh kalangan orang tua yang telah berkeluarga.

Terkhusus untuk laki-laki, peristiwa mimpi basah adalah sebuah tanda bahwa dia telah baligh sehingga sejak itu dia mulai terbebani kewajiban-kewajiban syariah dalam ajaran agama Islam. Kaum hawa juga mengalami mimpi basah, tetapi hal itu bukanlah sebagai pertanda bahwa dia telah baligh seperti halnya pria, akan tetapi tanda bahwa wanita telah akil balig adalah dengan keluarnya darah haid.

Dalil yang menerangkan mengenai wanita juga mengalami mimpi basah yakni hadis yang dari Ummu Salamah rha., dia berkata, “Ummu Sulaim, istri Abu Thalha datang kepada Nabi SAW lalu berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu menerangkan kebenaran. Apakah kaum wanita juga harus mandi jika mimpi basah?’ Nabi SAW mengatakan, ‘Ya, jika dia melihat air.‘” (HR. Muttafq Alaih)

Dari Anas ra pernah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah menjelaskan mengenai seorang wanita yang mengalami mimpi basah sebagaimana yang dialami oleh laki-laki, “Dia harus mandi.” (Muttafaq Alaih) Imam Muslim menambahkan, “Ummu Salamah rha berkata, ‘Apakah dia juga mengalaminya?’ Beliau menjawab, ‘Ya, dari mana adanya kemiripan?‘”

Tata Cara dan Niat Mandi Wajib Setelah Mimpi Basah

Tata Cara dan Niat Mandi Wajib Setelah Mimpi Basah
©penviral.com

Untuk laki-laki maupun perempuan yang mengalami mimpi dengan lawan jenisnya kemudian disertai dengan air mani, maka dia wajib mandi. Lalu, bagaimana tata cara niat mandi wajib setelah mimpi basah yang diperintahkan Rasulullah SAW?

Berdasarkan penjelasan dari Syeikh Utsaimin ra dalam salah satu fatwanya, bahwa mandi wajib/junub mempunyai dua bentuk, yakni bentuk yang sempurna/lengkap dan bentuk yang mencukupi.

Bentuk yang mencukupi dilakukan hanya berkumur-kumur, memasukkan air ke dalam hidung kemudian mengeluarkannya (beristinsyaq) lalu membasahi semua bagian tubuh meskipun hanya sekali, bahkan bisa juga hanya dengan menyelam (menceburkan diri) ke dalam air yang cukup dalam.

Kemudian bentuk yang sempurna yakni dengan mencuci kemaluan serta bagian tubuh yang terkena air dari mimpi, setelah itu berwudhu sebagaimana tata cara berwudhu sebelum melakukan sholat. Lalu menyiram air ke bagian kepala sebanyak tiga sampai membasahi seluruh rambut hingga ke bagian pangkalnya. Dilanjutkan dengan membasahi dan membasuh anggota tubuh dengan mendahulukan yang kanan kemudian kiri.

Tata cara niat mandi wajib setelah mimpi basah yang sempurna di atas berdasarkan atas beberapa hadis Rasulullah SAW berikut ini.

  • Dari istri Nabi SAW, Aisyah rha, beliau menuturkan, “Bahwa Nabi SAW jika mandi wajib/junub, maka beliau memulai dengan mencuci kedua tangannya (kedua telapak tangan). Lalu berwudhu seperti hanya wudhu untuk sholat. Setelah itu beliau memasukkan jari-jarinya ke dalam air dan menyela-nyela pangkal rambut dengan air tersebut. Kemudian beliau menyiram air di atas kepalanya sebanyak 3 kali cidukan dengan kedua tangannya lalu meratakan air pada seluruh kulitnya.” (HR. Bukhari)
  • Hadis dari Maimunah rha. dia berkata, “Aku pernah menyediakan air untuk mandi junub Nabi SAW. Kemudian beliau mencuci kedua telapak tangannya 2 atau 3 kali, lalu memasukkan tangan kanannya pada wadah air (untuk menciduk air yang akan dituangkan pada tangan kirinya), setelah itu mencuci kemaluan beliau dengan tangan kiri. Kemudian beliau menggosokkan tangannya ke tanah (ada riwayat yang mengatakan di dinding). Setelah itu beliau berwudhu sebagaimana wudhu yang dilakukan ketika hendak sholat. Kemudian beliau menyiramkan air ke atas kepalanya dengan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, lalu beliau meratakannya ke seluruh tubuh. Lalu beliau bergeser dari tempat semula dan membasuh kedua kakinya. Kemudian aku membawakan handuk untuk beliau, tetapi beliau menolaknya.” (HR. Muslim).

Urutan Mandi Wajib

Urutan Mandi Wajib
©okezone.com

Berdasarkan kedua hadits tersebut di atas maka dapat diambil kesimpulan urutan tata cara niat mandi wajib setelah mimpi basah atau karena hadas besar lainnya sebagai berikut.

  1. Membasuh kedua tangan sebanyak tiga kali, dilakukan sebelum tangan dimasukkan ke dalam bejana tempat air atau sebelum mandi.
  2. Mencuci area kemaluan serta bagian tubuh yang terkena air mani menggunakan tangan bagian kiri.
  3. Setelah mencuci kemaluan, tangan dicuci lagi dan membersihkannya memakai sabun atau semacamnya.
  4. Melakukan wudhu sebagaimana ketika hendak sholat dengan sempurna (walaupun mengenai mencuci bagian kaki ada dua pendapat, ada yang mengatakan bahwa dilakukan saat wudhu, dan yang lainnya mengatakan bahwa setelah mandi selesai dilakukan dengan berpindah dari tempat sebelumnya.)
  5. Menyiramkan air ke atas kepala sebanyak tiga kali hingga air membasahi seluruh rambut hingga ke pangkalnya (membasahi kulit kepala)
  6. Diteruskan dengan menyiram seluruh badan dengan air yang dilakukan dengan mendahulukan bagian tubuh sebelah kanan kemudian bagian kiri.

Cara Mandi Wajib Perempuan

Cara Mandi Wajib Perempuan
©suraplimau.com

Tata cara mandi wajib perempuan tidaklah berbeda dengan cara niat mandi wajib  setelah mimpi basah bagi laki-laki. Namun, kalau perempuan memiliki rambut yang panjang dan dikepang maka ia tidak perlu membasahi semuanya. Tetapi dia hanya cukup meratakan air pada pangkal rambut.

Ketentuan tersebut di atas berdasarkan  dari Maimunah rha., “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku adalah wanita yang mengepang rambutku apakah aku harus melepaskannya untuk mandi junub?” Beliau SAW menjawab, “Tidak, cukup bagimu menyiramkan air di kepalamu sebanyak tiga kali cidukan, lalu engkau guyurkan air ke seluruh tubuhmu. Dengan demikian engkau telah suci.” (HR. Muslim).

Kemudian perihal mandi sesudah haid, bagi wanita lebih dianjurkan untuk melepaskan ikatan rambutnya. Karena Rasulullah SAW pernah memerintahkan kepada Aisyah saat mendapat haid ketika menuanaikan ibadah haji.

Tinggalkanlah (rangkaian tertentu ibadah) umrahmu, lepaskan ikatan rambutmu (ketika mandi) dan sisirlah rambutmu.” (HR. Bukhari).

Syaikh bin Bazz menjelaskan dalam ta’liqnya atas Muntaqa Al-Akhbar karya Ibnu Taimiyah, “bagi wanita haid lebih dianjurkan untuk melepaskan ikatan rambutnya ketika mandi setelah haid, tetapi tidak dianjurkan untuknya melepaskannya ketika mandi junub.”

Nah, demikianlah penjelasan mengenai doa niat mandi wajib setelah mimpi basah dan cara mandi wajib bagi perempuan setelah haid. Semoga bermanfaat dan dapat diamalkan.

Tinggalkan komentar