Metode Pembelajaran Terbaik dan Penjelasannya

Metode Pembelajaran – Ada berbagai hal yang mendorong pentingnya mengetahui gaya belajar siswa, di antaranya adalah dengan mengetahui gaya belajar peserta didiknya, seorang guru dapat memilih metode pelajaran dan mengajar serta media pendidikan yang cocok bagi peserta didiknya.

Dalam hal ini, dituntut kreatifitas guru dalam menvariasikan metode mengajar dan dalam hal pemilihan media pendidikan. Dengan demikian, diharapkan perbedaan gaya belajar di antara peserta didik mamapu diakomodir dengan baik.

Pengertian Metode pembelajaran

Pengertian Metode pembelajaran

Belajar di kelas – pixabay.com

Metode menurut Dajamaluddin dan Abdullah Aly dalam Kapita Selekta Pendidikan Islam, (1999: 114) berasal dari kata meta berarti melalui, dan hados jalan. Jadi metode adalahjalan yang harus dilalaui untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan berdasarkan Departemen Agama Republik Indoneisa pada buku Metodologi Pendidikan Agama Islam (2001: 19), metode berarti cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan.

Menurut Gagne, Wagner dan  Brigsa, yang dimaksud pembelajaran adalah serangakaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar pada siswa. Sedangkan menurut Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

Jadi dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud metode pembelajaran adalah cara atau jalan yang ditempuh oleh guru untuk menyampaikan materi pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai. Bisa pula diambil kesimpulan bahwa metode pembelajaran merupakan strategi pembelajaran yang dipakai oleh guru sebagai media untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Video Metode Pembeajaran

Baca juga: Psikologi Belajar (Teori dan Macam-macamnya Lengkap dengan Penjelasan)

Macam-macam Metode Pembelajaran

Metode Ceramah

Metode Ceramah

Mendengar penjelasan guru – pixabay.com

Metode ceramah adalah suatu bentuk penyajian bahan pelajaran yang dilakukan oleh guru dengan penuturan atau penjelasan oleh guru dengan penuturan atau penjelasan lisan secara langsung terhadap siswa. Metode ceramah berbentuk penjelasan konsep, prinsip dan fakta atau dengan kata lain siswa mendengarkan dengan teliti serta mencatat pokok penting yang diajarkan oleh guru.

Metode ceramah merupakan metode mengajar yang paling tradisional dan telah lama dijalankan dalam pendidikan. Sejak dahulu guru dalam usaha mentransfer pengetahuannya pada siswa, ialah secara lisan atau ceramah. Metode ceramah ini kadang membosankan, oleh karena itu pada penerapannya membutuhkan keterampilan tertentu, supaya model pelaksanaannya menarik dan tidak membosankan bagi murid.

Guru biasanya memakai metode ceramah jika mempunyai tujuan supaa siswa mendapatkan pelajaran atau informasi tertentu. Metode ini wajar dipakai jika sekolahnya tidak mempunyai bahan bacaan materi yang diperlajari. Karena jumlah siswa biasanya banyak sehingga susah jika menggunakan metode lain kecuali ceramah dalam menjangkau semuanya.

Metode Demonstrasi

Metode Demonstrasi

Siswa memperhatikan demonstrasi yang dilakukan oleh guru – pixabay.com

Metode pembelajaran demonstrasi adalah metode yang efektif, karena membantu siswa dalam mencari tahu jawaban melalui usaha sendiri berdasarkan data dan fakta yang ada. Model pembelajaran dengan demonstrasi merupakan penyajian pelajaran lewat peragaan dan menunjukkan kepada siswa mengenai suatu hal, proses, atau benda tertentu, baik benda yang sebenarnya maupun hanya sekadar benda tiruan.

Walaupun demikian, dalam metode penyajiannya guru juga memberikan penjelasan lewat lisan. Meski siswa hanya memperhatikan ketika proses demonstrasi, namun demonstrasi bisa juga menyajikan materi pelajaran lebih konkret. Metode demonstrasi bisa dipakai dalam mendukung keberhasilan metode pembelajaran lainnya seperti inkuiri dan ekspositori.

Metode Diskusi

Metode Diskusi

Mengamati penjelasan teman lainnya dalam diskusi – pixabay.com

Metode pembelajaran diskusi adalah interaksi sesama siswa dengan siswa atau siswa dengan guru dalam membahas materi pelajaran tertentu.

Metode pembelajaran diskusi sangat tepat digunakan jika:

  • Siswa berada ditahap menengah atau tahap akhir proses belajar,
  • Pelajaran formal maupun magang,
  • Menambah wawasan siswa berdasarkan materi pelajaran yang telah dikuasai diberikan
  • Siswa belajar menganalisis lalu mengutarakan solusi, serta mengambil keputusan,
  • Siswa dibiasakan menghadapi berbagai bentuk keprpibadian, pendekatan, dan interpretasi.
  • Mengatasi masalah bersa-sama melalui kelompok,
  • Siswa dilatih untuk menyampaikan pendapat serta berfikir kritis dan rasional.

Metode Pembelajaran Simposium

Simposium

Suasana simposium – pixabay.com

Metode pembelajaran simposium merupakan cara mengajar dengan membahas suatu materi pelajaran atau masalah yang kemudian dilihat dari berbagai sudut pemikiran berdasarkan keahlian. Metode simposium ini dipakai dengan tujuan merangsang siswa didik untuk berwawasan luas

Saat pemateri selesai mengutarakan argumennya tentang materi atau maslah yang sedang dibahas, simposium lalu diakhiri dengan membacakan kesimpulan yang dikerjakan oleh tim perumus yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Diskusi Panel

Diskusi Panel

pixabay.com

Metode pembelajaran diskusi panel merupakan suatu pembahasan masalah yang dilakukan oleh beberapa siswa yang bertindak sebagai panelis, biasanya terdiri atas 4 – 5 orang di hadapan audiens. Berbeda dengan model diskusi lainnya, pada diskusi panel, audiens tidak terlibat dengan langsung, tetapi betugas meninjau panelis-panelis yang sedang melaksanakan diskusi.

Oleh karena itu, supaya diskusi panel berjalan efektif sebaiknya digabungkan dengan metode pembelajran lain, misalnya dengan metode penugasan. Siswa diberi tugas merumuskan hasil yang telah dibahas pada diskusi.

 Metode Simulasi

Metode Simulasi

pixabay.com

Sebagai metode pembelajaran, simulasi bisa diartikan sebagai cara menyajikan pengalaman belajar melalui penggunaan suasana dalam bentuk tiruan atau bukan sungguhan dengan tujuan memberi pemahaman mengenai teori, prinsip, atau keahlian tertentu. Simulasi bisa dipakai sebagai metode dalam mengajar namun dengan asumsi bahwa tidak semua proses pembelajaran bisa dilaksanakan secara langsung di objek yang sungguhan. Gladi resik adalah salah satu contoh bentuk simulasi.

Metode simulasi memiliki tujuan, di antaranya yaitu; melatih suatu keterampilan baik yang difatnya profesional maupun untuk kegiatan sehari-hari, mendapatkan pemahaman mengenai sebuah teori maupun prinsip, melatih mencari solusi, belajar aktif lebih ditingkatkan, siswa diberi motivasi untuk belajar, siswa dilatih menghadapi suatu masalah secara bersama-sama dalam suatu kelompok, kreatif siswa ditumbuhkan, dan untuk memberi nanamkan dikap toleransi terhadap sesama teman.

Metode Tugas dan Resitasi

Metode Tugas dan Resitasi

pixabay.com

Metode pembelajaran dengan resitasi atau tugas biasanya dipakai bertujuan supaya siswa lebih mantap pada hasil belajar, disebabkan siswa mengerjakan latihan-latihan, sering diberi tugas, sehingga siswa memiliki pengalaman, bisa lebih terintegrasi ketika mempelajari sesuatu. Keadaan itu dapat dicapai karena siswa mendalami pengalaman atau masalah yang berbeda, saat diberi tugas dan masalah yang baru.

Siswa diberikan tugas yang banyak dan intens diharapkan dapat memberika kesadaran kepada siswa untuk senantiasa menggunakan waktunya yang senggang untuk hal-hal bermanfaat dan menunjang pendidikannya, dengan diisi berbagai kegiatan yang konstruktif dan berguna.

Kepada guru harapannya adalah jika akan memakai metode ini dalam mengajar supaya sasaran yang diharapkan di atas bisa tercapai, oelh karena itu sangat penting menjadi perhatian apakah tujuan yang hendak dicapai dengan  pemberian tugas tersebut cukup jelas? Siswa cukup memahaminya? Sehingga siswa dalam melaksanakannya dibarengi dengan rasa penuh tenggung jawab. Begitu pun tugas yang guru berikan, bagi sisiwa cukup jelas, sehingga para peserta didik tidak lagi bertanya-tanya hal apa yang harus dikerjakan, serta yang menjadi tugasnya mereka ketahui.

Metode Tanya Jawab

Metode Tanya Jawab

pixabay.com

Metode tanya jawab adalah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada sisiwa, namun dapat pula dari sisiwa kepada guru. Hal ini sejalan dengan pendapat Sadirman (1987: 120) yang mengartikan bahwa metode tanya jawab adalah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada murid, tatapi dapat pula dari siswa kepada guru.

Lebih lanjut dijelaskan pula oleh Sudirman (1987: 119) menyatakan bahwa metode tanya jawab ini dapat dijadikan sebagai pendorong dan membuka jalan pikiran bagi siswa untuk mengadakan penelusuran lebih lanjut (dalam rangka belajar) kepada berbagai sumber belajar sepert buku, majalah, surat kabar, kamus, ensiklopedia, laboratorium, alam, masyarakat, video dna lain sebagainya.

Metode Kerja Kelompok

Metode Kerja Kelompok

pixabay.com

Metode ini dilakuakan dengan cara membagi kelas menjadi beberapa kelompok, kemudian siswa diberi tugas untuk mencapai tujauan pelajaran. Metode keraj kelompok ini dipakai untuk mengatasi kekurangan alat-alat pelajaran, mengatasi kesulitan karena adanya perbedaan kemampuan belajar siswa, mengatasi kesulitan karena adanya perbedaan minat siswa sehingga kelompok dibentuk atas dasar persamaan minat dan membagi pekerjaan siswa agar lebih efisien.

Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving)

Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving)

pixabay.com

Metode pemecahan masalah adalah metode yang menstimulus siswa untuk berfikir dan menggunakan wawasannya tanpa melihat kualitas pendapat yang disampaikan oleh siswa. Metode ini dapat dipergunakan pada setiap tingkat pengetahuan dari yang sederhana sampai pada tingkat yang paling kompleks.

Guru disarankan tidak berorientasi pada metode tersebut, akan tetapi guru hanya melihat jalan fikiran yang disampaikan oleh siswa, pendapat siswa, serta memotivasi siswa untuk mengeluarkan pendapat mereka, dan sekali-kali guru tidak boleh tidak menghargai pendapat siswa, sekalipun pendapat siswa tersebut salah menurut guru. 

Metode Sistem Regu (Team Teaching)

Metode sistem regu pada dasarnya merupakan teknik mengajar yang dilakukan oleh dua orang guru maupun lebih, mereka bekerja sama dalam memberikan pelajaran kepada selompok anak didik, jadi suasana kelas menjadi lebih hidup karena beberapa guru.

Sistem regu banyak macamnya, sebab untuk satu regu tidak senantiasa guru secara formal saja, tetapi dapat melibatkan orang luar yang dianggap perlu sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan.

Beberapa hal yang penting menjadi perhatian pada pelaksanaan metode sistem regu (Team Teaching), yaitu.

  1. Program pembelajaran harus disusun oleh tim tersebut, hal ini dimaksudkan agar tujuan yang hendak dicapai benar-benar terarah dan jelas berdasarkan tugas masing-masing guru pada team tersebut.
  2. Topik pembahasan dibagi oleh setiap guru dalam penyampaiannya, hal ini dimaksudkan agar penyampaian materi pelajaran yang disampaikan lebih terarah.
  3. Hindari terjadinya jam bebas (kosong) karena ketidak hadiran salah seorang anggota team.

Metode Latihan (Drill)

Metode Latihan (Drill)

pixabay.com

Metode Drill merupakan metode mengajar dengan memberikan latihan-latihan kepada siswa untuk memperoleh suatu keterampilan. Latihan (drill) ini merupakan kegiatan yang selalu diulang-ulang, seperti melatih keterampilan motorik melalui penggunaan alat-alat musik, olahraga,kesenian,melalui kegiatan menghafal, melatih kecakapan mental, mengali dna menjumlah.

Metode ini cocok digunakan dalam pelajaran matematika, misalnya bagaimana siswa bisa melakukan perhitungan soal matematika. Dalam pelajaran olehraga, misalnya untuk dapat menendang bola dengan baik maka harus melakukan beberapa kali tendangan. Mata pelajaran lain yang cocok adalah pelajaran kesenian, baik cara menari, olah vokal, maupun memainkan alat musik. Mata pelajaran yang bisa menggunakan metode ini adalah IPS dan Bahasa.

Metode Karyawisata (Field Trip)

Metode Karyawisata (Field Trip)

pixabay.com

Dalam metode ini, guru mengajak siswa ke objek tertentu untuk mempelajari sesuatu. Ini berbeda dengan darmawisata yang tujuannya adalah rekreasi. Metode karyawisatan berguna bagi siswa dalam memehami kehidupan nyata beserta segala masalahnya.

Karyawisata tidak selamanya membutuhkan biaya yang mahal. Misalnya, melakukan karyawisata ke pasar yang ada di sekitar sekolah, siswa bisa melakukan pengamatan kegiatan jual beli dalam pelajaran ekonomi. Para siswa bisa mewawancarai penjual atau pembeli, mereka bisa memperoleh pengalaman yang berkaitan dengan pelajaran ekonomi secara langsung di pasar.

Untuk pelajaran sejarah, siswa bisa diajak ke museum untuk melihat benda-benda bersejarah yang dipelajari dalam pelajaran sejarah. Masih banyak palajaran lain yang bisa diajarkan dengan kenggunakan metode karyawisara, seperti pelajaran agama, IPS, dan geografi.

Strategi Pembelajaran Ekspositori

Strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal. Dengan strategi ini, materi pelajaran disampaikan secara langsung dan siswa tidak dituntut untuk menemukan materi terssebut.

Strategi pembelajaran ekspositori merupakan bentuk pembelajaran yang menempatkan guru sebagai peran yang lebih aktif baik pada tahap perencanaan maupun pada proses pelaksanaan. Dan sebaliknya, siswa berperan lebih pasif tanpa banyak melakukan pengolahan meteri pelajaran karena telah menerima materi yang sudah jadi gutu

Strategi Pembelajaran Inkuiri

Strategi pembelajaran Inkuiri menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam strategi ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing siswa untuk belajar.

Metode pembelajaran inkuiri adalah kegiatan pembelajaran yang lebih menekankan pada proses berpikir kritis dan analitis untuk memikirkan, mencari dan mendapatkan sendiri jawaban dari berbagai masalah yang diberikan. Proses berpikir itu sendiri umumnya dilaksanakan lewat kegiatan tanya jawab di antara guru dan siswa. Teknik pembelajaran inkuri ini juga sering disebut strategi heuristic, kata yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan.

Strategi Pembelajaran Inkuiri Sosial

Metode pembelajaran yang bisa meningkatkan kemampuan berpikir adalah metode inkuiri sosial, melatih kemampuan berpikir secara kritis (critical thinking). Bruce Joyce berpendapat bahwa inkuiri sosial adalah teknik pembelajaran dari kelompok sosial (social family) subkelompok konsep masyarakat (concept of society).

Subkelompok ini didasarkan pada asumsi bahwa metode pendidikan bertujuan untuk mengembangkan anggota masyarakat ideal yang dapat hidup dan dapat mempertinggi kualitas kehidupan masyarakat. Karena itulah siswa harus diberi pengalaman yang memadai bagaimana caranya memecahkan persoalan-persoalan yang muncul di masyarakat. Lewat pengalaman seperti ini setiap peserta didik akan bisa mengembangkan wawasan dan pengetahuan yang berguna terhadap masyarakat maupun dirinya sendiri.

Inkuiri sosial bisa dianggap sebagai suatu teknik pembelajaran yang berfokus pada kepada pengalaman siswa.

Metode Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning)

Metode Pembelajaran Kontekstual ini digunakan untuk menghidari mahasiswa bosan dengan materi-materi yang kaku dan membosankan. dan kadang tuntutan mata pelajaran tidak sebanding dengan kemampuan seorang siswa. Dengan kata lain metode ini dapat menghindari kecemasan siswa terhadap mata pelajaran tertentu.

Selain itu juga untuk mengasah dan melatih kemampuan peserta didik dalam menelaah materi pelajaran yang diberikan. Walaupun pada penerapannya strategi pembelajaran kontekstual dibutuhkan daya rasional peserta didik untuk menganalisi konteks-konteks permasalahan baru yang sedang diberikan kepada mereka.