Adab Malam Pertama Pengantin dalam Islam Agar Romantis dan Berkah

Malam Pertama Pengantin dalam Islam – Setelah akad dilakukan dan seluruh rangkaian kegiatan pernikahan usai, hendaklah suami istri yang baru, melakukan beberapa hal. Sesungguhnya ada beberapa etika dalam Islam yang dilalaikan atau tidak diketahui oleh kebanyakan orang.

Adab-adab malam pertama pengantin dalam Islam sepatutnya diketahui setiap muslim, sebab pernikahan yang dilaksanakan dan adab hubungan suami istri yang dasar-dasarnya dibangun di atas ajaran Islam adalah pangkal keberlangsungan hidup berumah tangga dan salah satu jalan untuk meraih pernikahan yang bahagia.

Dan di antara kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kalian rasa kasih sayang.” (Ar-Rum: 21)

Berikut adab-adab malam pertama pengantin dalam Islam yang romantis dan berkah yang perlu dilakukan oleh pasangan baru:

1. Hendaknya Ia Mengerjakan Shalat Sunnah Dua Rakaat Bersama Istrinya.

Mengerjakan Shalat Sunnah Dua Rakaat Bersama Istrinya

enterberita.com

Abu Sa’ide Maula (budak yang telah dimerdekakan), beliau mengisahkan bahwa semasa masih menjadi budak ia pernah melangsungkan pernikahan. Ia mengundang beberapa sahabat Rasulullah SAW, di antaranya Abdullah bin Mas’ud, Abu Dzar dan Hudzaifah. Abu Said mengatakan, mereka pun membimbingku, mengatakan,

Apabila istrimu masuk menemuimu maka shalatlah dua rakaat. Mintalah perlindungan kepada Allah dan berlindunglah kepada-Nya dari kejelekan istrimu. Setelah itu urusannya terserah engkau dan istrimu’.

Dalam riwayat atsar yang lain, Abdullah bin Mas’ud ra mengatakan, ‘perintahkan istrimu shalat di belakangmu’.

2. Pengantin Pria Hendaklah Meletakkan Tangannya pada Ubun-ubun Istrinya Seraya Mendoakannya.

Meletakkan Tangannya pada Ubun-ubun Istrinya Seraya Mendoakannya

idasafii.blogspot.com

Rasulullah SAW bersabda:

Apabila salah seorang dari kamu menikahi wanita atau membeli seorang budak maka peganglah ubun-ubunnya lalu bacalah ‘basmalah’ serta doakanlah dengan doa berkah seraya mengucapkan: Yaa Allah, aku memohon kebaikan dan kebaikan tabiat yang dia bawa. Dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan tabiat yang ia bawa.” (HR. Al Bukhari).

3. Berinteraksi dengan Penuh Kemesraan dan Kelembutan untuk Menghilangkan Rasa Takut dan Benci yang Ada pada Istri

Berinteraksi dengan Penuh Kemesraan dan Ke

pinterestcom

“Asma’ binti Yazid binti as-Sakan ra, ia berkata: saya merias Aisya untuk rasulullah SAW. setelah itu saya datangi dan saya panggil beliau supaya menghadiahkan sesuatu kepada Aisya. Beliau pun datang lalu duduk di samping Aisya. Ketika itu Rasulullah SAW disodori segelas susu. Setelah beliau minum, gelas itu beliau sodorkan kepada Aisya. Tetapi Aisya menundukkan kepalanya dan malu-malu”

“Asma binti Yazid berkata, ‘Aku menegur Aisya dan berkata, ambillah gelas itu dari tangan Rasulullah SAW! Akhirnya Aisya pun meraih gelas itu dan meminum isinya sedikit demi sedikit.

Untuk menghilangkan rasa takut dan benci istri pada malam pertama, ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh pengantin laki-laki:

  • Mengucapkan Salam Kepada Istri
Mengucapkan Salam Kepada Istri

buzzkito.com

Tidak diragukan lagi, jika seorang wanita meninggalkan rumah keluarganya dan berpindah ke rumah suaminya pada malam pertama maka ia akan merasa takut. Sebab, malam tersebut merupakan awal dari kehidupan barunya bersama suaminya, yang belum dia mengerti karakternya, kecuali sedikit.

Oleh karena itu, di antara kewajiban paling penting seorang suami pada malam pertama pengantin dalam Islam adalah menghilangkan perasaan takut ini atau menguranginya semaksimal mungkin sampai pada tingkat terendah.

Nabi SAW telah mengajarkan kita dengan petunjuk yang mulia, suatu cara yang dapat menghilangkan atau mengurangi perasaan takut tersebut. Caranya adalah dengan mengucapkan salam. Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Asy-Syaikh Ibnu Hayyan, sebagaimana terdapat di dalam kitabnya, Akhlaqun Nabi, dengan sanad hasan dari Ummu Salamah ra.:

“Sesungguhnya ketika Nabi menikahinya (Ummu Salamah) dan ingin mengumpulinya, beliau mengucapkan salam.”

Apabila salam dapat menghilangkan dendam dan kebencian dari orang yang berselisih maka ia akan lebih dapat menghilangkan perasaan benci dan takut yang ada pada istri.

  • Bersikap Lembut Kepada Istri
Bersikap Lembut Kepada Istri

imohtava.com

Apabila suami istri telah selesai shalat dan berdoa, hendaknya suami menghadapkan wajahnya kepada istrinya. Dia duduk di hadapannya, mengucapkan salam sebagaimana yang dijelaskan di atas, dan berbicara ramah kepadanya dengan perkataan yang baik, yang bisa menumbuhkan kegembiraannya dan menghilangkan rasa takut dirinya. Sebab sesuatu yang baru masuk akan mengejutkan dan segala yang asing akan menakutkan.

4. Mencium Istri dan Berbincang-bincang

Mencium Istri dan Berbincang-bincang

fuh.my

Sebelum berjimak, hendaknya suami mencandai istrinya, mencumbui, menyentuh, memeluk dan menciumnya. Hendaknya dia tidak langsung menyetubuhinya, kecuali telah melakukan pemanasan-pemanasan ini. Hal ini berdasarkan sabda Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Baihaqi:

“Hendaknya seorang di antara kalian tidak menyetubuhi istrinya sebagaimana binatang ternak menyetubuhi betinanya. Akan tetapi, hendaknya di antara keduanya ada perantara. Ada yang bertanya, ‘apakah perantara itu?’ Beliau menjawab, ‘ciuman dan bincang-bincang’.

Hikmah dianjurkannya hal tersebut ialah karena wanita juga menyukai sesuatu yang disukai suami dari istrinya. Jika suami mengumpuli istrinya tanpa melakukan pemanasan terlebih dahulu, maka suami akan terpenuhi hajadnya sebelum hajad istri terpenuhi. Hal ini akan menyebabkan terganggu atau rusaknya agama. Sedangkan segala kebaikan ada di dalam sunnah. Yakni hendaknya sang suami tidak mengumpuli istri sebelum dia bercengkrama, menghibur, dan tidur berbaring bersamanya, baru kemudian bersiap melaksanakan hajadnya.

Sesungguhnya besenda gurau dan bercumbu rayu adalah seni penting, yang akan melanggengkan eksistensi kebahagiaan dan keberlangsungan hidup berumah tangga.

Di dalam sahih Bukhari disebutkan, dari hadits Jabir ra ketika dia telah menikah, Nabi SAW bertanya kepadanya, “Dengan siapakah engkau menikah, gadis atau janda?” dia menjawab bahwa dia menikah dengan janda. Lalu nabi SAW bersabda, “kenapa engkau tidak menikah dengan perawan yang masih segar air ludahnya.”

Adapun Al-Hafizh berkata di dalam kitabnya “Al-Fathu” jilid ke-9 halaman 121, “Dalam hadits ini terdapat isyarat untuk mengisap lidahnya dan menghisap air liurnya. Hal ini terjadi ketika bercumbu dan berciuman.”

5.  Pada Malam Pertama Pengantin dalam Islam, Hendaknya Meluruskan Niat Sebelum Berjimak

Meluruskan Niat Sebelum Berjimak pada Malam Pertama Pengantin

iosefinresidence.ro

Salah satu adab yang perlu diingat pada malam pertama dalam Islam adalah sepatutnya suami dan istri menghadirkan niat sebelum berjimak.

Hendaklah suami istri meniatkan pernikahan untuk menjaga dan membentengi diri agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang diharamkan Allah atas mereka berdua. Hendaknya mereka berdua juga menghadirkan niat bahwa persetubuhan yang dilakukan adalah bernilai sedekah.

6. Membaca Basmalah dan Berdoa Sebelum Jima’ (bersenggama, atau ML)

 Membaca Basmalah dan Berdoa Sebelum Jima

makemefeed.com

Hendaklah ia membaca doa:

“Dengan menyebut nama Allah. Yaa Allah, jauhkanlah kami dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari apa yang engkau karuniakan kepada kami.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari sahabat Abdullah bin Abbas).

7. Suami Boleh Menggauli Istrinya dengan Cara Bagaimana Pun yang Disukainya Asalkan Pada Kemaluannya.

Suami Boleh Menggauli Istrinya dengan Cara Bagaimana Pun yang Disukainya

thebridalbox.com

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 223:

Istri-istrimu adalah seperti tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.

Ibnu Abbas ra berkata, “pernah suatu ketika Umar bin al-Khattab ra datang kepada Rasulullah SAW, lalu berkata, ‘wahai Rasulullah, celaka saya. Beliau bertanya, ‘apa yang membuatmu celaka?’ Umar menjawab, ‘Saya membalikkan pelana saya tadi malam’. Dan beliau SAW tidak memberikan komentar apa pun hingga turunlah ayat kepada beliau (al Baqarah ayat 225):

“Istri-istrimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu kapan saja dengan cara yang kamu suka.”

Lalu Rasulullah SAW bersabda:
“Setubuhilah istrimu dari arah depan atau belakang, tetapi hindarilah (jangan engkau menyetubuhinya) di dubur dan ketika sedang haid.” (HR Ahmad)

Juga berdasarkan sabda Rasulullah SAW:
Silakan menggaulinya dari arah depan atau dari belakang asalkan pada kemaluannya” ( al-Baihaqi)

Apabila seorang suami ingin bercumbu dengan istrinya yang sedang haid, ia boleh bercumbu dengannya selain pada kemaluannya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW:
Lakukanlah apa saja kecuali nikah (jima’/bersetubuh)

8. Berwudhu Ketika Ingin Mengulangi Persetubuhan

9. Berwudhu Ketika Hendak Tidur Setelah Bersetubuh

***

Adab malam pertama pengantin dalam Islam

thesunanhotelsolo.com

Beberapa tambahan lagi bisa dilihat pada video berikut

Itulah adab-adab malam pertama pengantin dalam Islam yang romantis dan berkah yang perlu diketahui dan dilakukan oleh pasangan suami istri yang baru. Semoga bermanfaat. Wassalam.