Contoh Narrative Text Legend Singkat Beserta Strukturnya

Contoh narrative text legend singkat

Contoh Narrative Text – Narrative text atau di dalam pelajaran Bahasa Indonesia dikenal sebagai teks narasi adalah salah satu jenis teks narasi yang secara lebih spesifik menceritakan kisah-kisah di masa lalu.

Baca penjelasan lengkap dan contoh narrative rext di bawah ini.

Pengertian Narrative Text

Pengertian Narrative Text
kuliahbahasainggris.com

Pengertian pada narrative text jika ditulis dalam bahasa inggris adalah ‘one type of narration which is specifically telling the story of the past’.

Secara umumnya, kisah atau cerita yang diceritakan dalam teks narasi merupakan cerita-cerita klasik yang terkenal sejak zaman dahulu, baik itu cerita yang pengarangnya tidak diketahui maupun cerita yang pengarangnya sudah banyak diketahui.

Cerita-cerita yang termasuk teks narasi tersebut lebih tepat dapat dikatakan sebagai dongeng yang dimiliki oleh setiap budaya di seluruh dunia.

Struktur Narrative Text

Struktur narrative text

Struktur teks narasi sendiri tersusun dari 3 bagian utama yang akan dijelaskan sebagai mana berikut ini:

1. Orientasi

Pada bagian ini merupakan bagian yang memperkenalkan cerita melalui pengenalan karakter, tempat dan waktu terjadinya peristiwa di dalam cerita dan lain sebagainya.

2. Komplikasi

Bagian ini adalah merupakan bagian ketika problem atau masalah yang dihadapi tokoh utama dalam cerita mulai dimunculkan.

3. Resolusi

Pada bagian ini akan menunjukkan kisah atau alur cerita ketika tokoh utama berusaha menyelesaikan masalahnya serta bagian yang akan menjadi akhir dari cerita.

Tujuan Narrative Text

Tujuan narrative text

Tujuan dari teks narasi sendiri adalah untuk menghibur sekaligus mengedukasi pembaca melalui cerita yang dituliskan dalam teks tersebut.

Jenis-jenis Narrative Text

Jenis jenis narrative text

Beberapa jenis dalam teks narasi berikut diantaranya adalah dongeng, mitos, legenda, roman, balada, fabel, dan kisah-kisah klasik lain sebagainya yang termasuk di dalamnya adalah kisah-kisah bernuansa historis yang menceritakan kerajaan-kerajaan di masa lampau.

Ciri-ciri Narrative Text

Selanjutnya, berikut ini merupakan 4 ciri-ciri dari narrative text tersebut:

  1. Naratif teks biasanya menceritakan kisah di masa lalu.
  2. Unsur cerita dalam teks narasi terdiri dari setting waktu dan tempat, tokoh cerita, tema cerita, suasana cerita, konflik dan kemudian penyelesaian.
  3. Teks narasi adalah lebih merupakan cerita rakyat atau telah diketahui dan dimiliki oleh rakyat sebagai cerita bersama meski bisa diceritakan ulang dalam beragam jenis versi cerita.
  4. Teks narasi juga dapat tersusun dalam satu sekuen sederhana atau tersusun dari beberapa sekuen kompleks.

Ciri Kebahasaan Narrative Text

Ciri kebahasaan narrative text

Dalam teks narasi setidaknya terdapat 6 ciri-ciri kebahasaan, adalah sebagai berikut:

  1. Penggunaan keterangan atau penanda waktu yang telah lampau.
  2. Dalam teks narasi umumnya menggunakan bahasa bercerita sehingga tidak terkesan formal melainkan mudah dicerna.
  3. Teks juga menggunakan beragam jenis tanda baca dan jenis kata seperti contohnya kata benda, kata sifat, kata keterangan dan kata kerja.
  4. Secara umum teks naratif berisi dialog, monolog, dan narasi cerita.
  5. Teks narasi juga sering kali menggunakan kata kerja aktif dan pasif.
  6. Dalam satu kalimat di naratif teks tidak selalu terdiri dari subjek, predikat, objek, dan keterangan.

Perbedaan Recount dan Narrative Text

Setidaknya terdapat 2 perbedaan utama dari teks recount dan teks narasi yang akan dibahas sebagaimana ulasan berikut:

  1. Pada teks recount lebih cenderung menceritakan peristiwa yang bersifat personal atau pernah dialami oleh penulis baik sebagai pengalaman langsung maupun pengalaman tidak langsung. Sedangkan dalam teks narasi, cerita yang disampaikan tersebut cenderung berupa cerita fiksi, cerita dari masa lalu yang mengalami perubahan terutama dalam cara penyampaiannya dan hal ini sesungguhnya tergantung dari sudut pandang penulis sendiri.
  2. Teks recount memiliki sifat personal. Dan sebaliknya pada teks narasi lebih bersifat publik karena cerita-cerita dalam teks narasi pada dasarnya adalah cerita rakyat

Contoh Kalimat Narrative

Contoh kalimat narrative

Di bawah ini adalah merupakan contoh-contoh kalimat naratif:

  1. Pada zaman dahulu, ada seorang penyihir yang tengah hidup menyendiri di dalam hutan.
  2. Dahulu kala, ada seorang kesatria yang mendengar adanya pertandingan sayembara untuk memperebutkan putri raja.
  3. Di suatu hari, ada seekor buaya lapar di pinggir danau di dalam hutan yang sedang menunggu mangsanya.

Contoh Narrative Text

Contoh narrative text

Berikut di bawah ini adalah beberapa contoh narrative text beserta bagian-bagian dan penjelasannya.

Buaya Yang Lapar

Berikut uraian contoh narrative text pada cerita “Buaya yang Lapar”

Orientasi

Pada suatu hari, ada seekor buaya yang kelaparan sedang menunggu mangsa di dekat danau di dalam hutan.

Buaya tersebut bersembunyi di bawah permukaan air danau dalam waktu yang lama, akan tetapi belum juga ada seekor mangsa pun mendekati danau untuk minum.

Buaya tersebut sangat jahat dan oleh karena itulah ia tidak memiliki teman dan binatang lain pun sangat membencinya.

Komplikasi

Setelah hari mulai menjelang sore, buaya tersebut pun tak tahan berendam di dalam air. Kemudian akhirnya buaya itu merayap ke tanah.

Namun ternyata hari itu sungguh hari yang sial bagi buaya. Setelah mencapai tepi danau tiba-tiba sebuah batang pohon dengan ukuran besar jatuh tepat di leher buaya. Buaya itu pun tidak bisa bergerak sama sekali.

Namun tak lama kemudian, akhirnya datanglah seekor kerbau ke danau tersebut untuk minum.

Lalu kerbau itu melihat buaya dan langsung ketakutan serta hendak meninggalkan danau itu secepatnya. Akan tetapi buaya itu memelas memohon untuk pertolongan.

Kerbau pun merasa kasihan pada buaya itu dan akhirnya memutuskan untuk menolongnya. Namun setelah kerbau menolong buaya tersebut, kerbau itu malah mendapatkan sesuatu yang tak ia harapkan.

Buaya tersebut menggigit salah satu kaki kerbau dan kerbau itu berteriak lantang minta tolong kepada binatang lain di sekitar danau tersebut.

Kancil yang pada saat itu sedang berjalan-jalan menuju danau mendengar suara kerbau. Kancil pun berlari secepatnya untuk melihat apa yang telah dialami oleh kerbau. Sesampainya di dekat danau itu, kancil melihat perseteruan kerbau dan buaya.

Kemudian kancil bertanya, “Ada apa ini?”

Dan kerbau pun menjawab, “buaya ini menggigit kaki ku setelah aku menolongnya untuk menyingkirkan dahan pohon yang menjatuhi lehernya.”

Sang buaya lalu berkata, “Aku sungguh sangat lapar dan kamu berada di wilayahku, maka aku menggigitmu kerbau yang bernasib malang.”

Buaya kemudian menertawakan kerbau.

Kancil lalu berkata kepada kerbau, “Tidak mungkin kamu membantu buaya, maka dari itu buaya punya hak untuk menggigitmu.”

Kerbau itu menjawab, “Aku tidak berbohong kancil. Aku bisa membuktikan hal tersebut.”

Kancil berkata lagi, “Aku percaya buaya yang benar, namun kamu boleh saja mencoba membuktikan omonganmu tadi. Namun sebelumnya, buaya harus melepaskan gigitanmu itu, oke?”

Buaya kembali berkata, “Oke itu gampang, tapi setelah itu aku akan memakanmu kerbau.”

Kancil berkata dengan lantang, “Oke, setuju.”

Resolusi

Kemudian kerbau menaruh dahan besar itu pada posisi semula, yaitu di atas leher buaya. Setelah itu tiba-tiba kancil berteriak sembari berkata, “Ayo lari kerbau, ayo cepat kita lari!”

Kerbau dan kancil pun lari secepat mungkin dan buaya baru sadar kalau ia baru saja dibodohi oleh kancil. Pada akhirnya buaya itu tetap terjebak di sana dan tak ada yang mau menolongnya.

Lumba-lumba dan Nelayan

Berikut uraian contoh narrative text pada cerita “Lumba-lumba dan Nelayan”

Orientasi

Pada suatu hari ada seorang nelayan yang sedang memancing ikan di tengah laut. Nelayan tersebut memancing ikan sendirian di atas perahu tuanya yang kecil.

Komplikasi

Hari itu bukanlah hari yang baik untuk nelayan memancing ikan. Nelayan itu tak mendapatkan seekor ikan pun meskipun ia telah memancing selama beberapa jam.

Nelayan tersebut tak bisa bertahan lebih lama lagi untuk memancing jika tak ada seekor ikan pun yang memakan umpannya.

Nelayan itu pun merasa bosan dan lapar. Namun kemudian ia berfikir kalau ia tak mendapatkan seekor ikan pun maka ia tidak akan mendapatkan uang untuk keluarganya. Ia merasa sangat bingung dan sedih. Ia kemudian memohon kepada Tuhan agar mendapat keberuntungan.

Selanjutnya pelayan itu memutuskan untuk bertahan beberapa menit lagi, apabila ia tidak mendapat ikan maka ia akan segera pulang, namun apabila kemudian ia mendapat ikan maka ia akan melanjutkan memancing.

Setelah berdoa dengan sungguh-sungguh, nelayan lalu mengganti umpannya dan memancing sekali lagi.

Tak lama kemudian ia melemparkan kailnya, seekor ikan memakan umpannya dan akhirnya ia mendapatkan seekor ikan.

Setelah itu ia menjadi memiliki keberuntungan, ia mendapatkan ikan terus menerus dengan sangat mudahnya. Perahunya hampir penuh dengan ikan dan ia pun bisa pulang dan menjual ikannya.

Dalam perjalanan pulangnya, ia melihat sesuatu di atas permukaan laut. Ia melihat sebuah pelampung yang bergerak-gerak dengan berputar-putar.

Kemudian nelayan mendekatkan perahunya agar bisa melihat dengan jelas. Seperti yang telah ia sangka, benda itu merupakan jaring dengan pelampung yang mengambang di permukaan laut. Jika pelampung itu bergerak, maka tentu ada ikan yang tersangkut di jaring tersebut. Namun kiranya jaring siapakah itu?

Tak ada satupun perahu atau kapal di area itu kecuali nelayan itu. Maka, jaring tersebut bisa jadi merupakan jaring yang tertinggal oleh pemiliknya.

Nelayan mengambil jaring tersebut dan melihat ikan apa yang telah membuat pelampung itu bergoyang-goyang. Tidak terduga ada seekor ikan lumba-lumba yang terperangkap dalam jaring tersebut. Sungguh lumba-lumba malang. Lumba-lumba itu sangat cantik dengan warna putih dan lumba-lumba jenis itu merupakan ikan yang langka di area tersebut.

Kemudian nelayan pun melepaskan ikan lumba-lumba tersebut. Lumba-lumba tampak senang dan kemudian ia berenang mengelilingi perahu sang nelayan dan melompat tiga kali sebelum akhirnya meninggalkan nelayan itu.

Resolusi

Sebulan kemudian berlalu, nelayan berjumpa lagi dengan lumba-lumba putih dalam situasi yang berbeda. Pada waktu itu cuaca sedang mendung dan sang nelayan masih berada di tengah laut.

Badai kemungkinan akan segera datang dan sang nelayan segera bersiap untuk kembali pulang. Namun naas, sebelum nelayan mendekati pantai untuk menepi, badai datang. Ombak laut sangat tinggi menenggelamkan perahu nelayan perlahan.

Nelayan tidak dapat berbuat apa-apa lagi selain mencoba untuk berenang. Namun ia terlampau tua dan tak kuat bertahan lebih lama lagi.

Di momen itu, sang lumba-lumba putih pun datang dan menyelamatkan si nelayan. Badai pun telah berlalu dan nelayan itu telah berada di pinggir pantai.

Nelayan tidak bisa mengingat bagaimana ia telah sampai di sana namun yang bisa ia ingat adalah ikan lumba-lumba itu telah menyelamatkannya. Nelayan memandang ke tengah laut dan melihat sang lumba-lumba putih sedang melompat dengan riang.

Anak Ayam Buruk Rupa

Berikut uraian contoh narrative text pada cerita “Anak Ayam Buruk Rupa”

Orientasi

Pada suatu hari di sebuah peternakan, terdapat seekor induk ayam yang memiliki 7 butir telur. Salah satu dari ketujuh telur itu berukuran terlalu besar ketimbang lainnya. Induk ayam itu tidak mengerti mengapa ia memiliki telur tersebut namun ia tetap mengeraminya.

Komplikasi

Di suatu pagi, semua telur itu kemudian menetas. Terdapat enam anak ayam berwarna kuning dan imut serta satu anak ayam yang berwarna hitam dan besar.

Induk ayam tersebut pun tidak mengerti mengapa ada satu anaknya yang berukuran terlalu besar, hitam serta buruk rupa. Anak ayam buruk rupa tersebut tumbuh terlalu besar jika ketimbang dengan keenam anak ayam lainnya.

Semua ayam di peternakan tersebut menertawakan kehadiran anak ayam buruk rupa dan setiap hari mereka juga menghinanya.

Anak ayam buruk rupa itu merasa sangat sedih. Karena merasa berbeda dan jelek dan malu atas penampilan tubuhnya. Suatu waktu anak ayam buruk rupa itu memutuskan untuk kabur dari peternakan.

Ia lalu bertanya kepada burung-burung lainnya tentang jenisnya, tapi tidak satupun yang tahu tentang dirinya. Ia kembali sedih dan kesepian.

Ia kemudian berjalan perlahan di tepi sungai untuk mencari makanan. Dilihatnya penampilannya di sungai itu dan benar bahwa ia tampak sangat buruk serta berbeda dengan anak ayam lainnya.

Ketika anak ayam itu pergi sendirian, ia ditangkap seorang anak laki-laki. Lalu membawanya ke rumah dan memeliharanya di dalam kandang.

Setiap hari lelaki itu selalu memberinya makanan dan air. Sebenarnya ia pun aman namun ia merasa sendirian dan kesepian di dalam kandang tersebut.

Ia hanya bisa melihat ayam-ayam lainnya berada di luar kandang. Ia kembali tak mengerti kenapa lelaki itu tidak melepasnya di luar kandang.

Anak ayam tumbuh semakin besar dan ia tak tahu sudah berapa lama ia tinggal dalam kandang tersebut. Ia pun tidak tahu bagaimana rupanya ketika tumbuh besar.

Yang ia tahu adalah semua ayam di peternakan sangat takut padanya. Hal tersebut membuatnya semakin sedih dan semakin merasa buruk rupa.

Hingga pada suatu hari, lelaki itu melepaskannya ke luar kandang karena ukuran tubuhnya tak lagi cukup berada di dalam kandang itu. Ia pun sedikit bahagia karena akhirnya ia bisa berjalan-jalan keluar.

Resolusi

Hingga, anak ayam itu melihat seekor burung besar yang cantik datang mendekatinya. Burung itu juga berukuran sama besar dengannya dan memiliki bulu-bulu yang indah. Namun ia sangat takut dan kemudian ia berlari menjauh.

Di dekat kolam yang ada di peternakan itu, akhirnya ia bisa melihat wujudnya. Ternyata ia serupa dengan burung yang tadi ia lihat.

Kemudian paham bahwa ia bukanlah ayam, melainkan adalah seekor burung dan ia menceritakan seluruh pengalaman menyedihkan kepada burung tersebut. Hingga ia pun tahu bahwa ia adalah seekor merak dan ia kini bahagia karena tidak lagi sendiri dan buruk rupa. Ia menjadi seekor merak cantik bersama dengan keluarga barunya.

Kancil dan Singa

Berikut uraian contoh narrative text pada cerita “Kancil dan Singa”.

Orientasi

Pada zaman dahulu kala, kancil merasa sangat haus dan ingin minum di tepi sungai. Di tepi sungai, ia melihat seekor singa besar akan memakan tikus yang kecil. Tikus kecil sangat putus asa dan tak bisa berbuat apa-apa.

Kancil pun merasa kasihan dengan tikus itu dan ia sebenarnya juga sangat takut dengan singa itu. Akan tetapi kancil harus menolong tikus itu.

Komplikasi

Kancil berfikir keras dan akhirnya mendapatkan sebuah ide. Kancil berjalan mendekat ke arah singa dan tikus kecil kemudian menyapa mereka berdua.

Kancil menyapa, “Halo teman-temanku, kalian berdua terlihat sangat senang, sedang bermain apa?”

Singa menjawabnya, “Berani-beraninya kamu datang ke sini wahai binatang kecil, siapa kamu? Tunggu, sungguh beruntungnya aku, aku pun juga bisa memakanmu sekarang. Ah, aku merasa sangat lapar.” Singa itu mengaum keras.

Kancil kembali berkata, “Aku? Aku adalah raja di hutan ini. Aku tidak takut kepada siapapun termasuk itu manusia. Aku akan memakan apapun yang membuatku marah meski binatang besar sepertimu sekalipun.”

Sang singa pun menjadi sedikit ragu dengan kancil.

Singa kemudian berkata, “Kamu raja? Aku tidak percaya. Bagaimana bisa binatang kecil sepertimu menjadi seorang raja. Buktikan kepadaku?”

Kancil menjawabnya, “Tentu saja kamu tidak mengenalku. Kamu itu pendatang baru di sini. Aku adalah raja dan semua binatang di hutan ini menghormatiku karena aku sangat kuat dan tak takut dengan apapun. Tanyakan kepada tikus kecil itu jika kamu tidak percaya.”

Singa bertanya kepada si tikus, “Benarkah itu, tikus kecil malang?”

Si tikus menyadari bahwa kancil berbohong dan mencoba untuk menyelamatkannya.

Tikus pun berkata, “Benar, ia adalah sang raja yang sangat pemberani.”

Singa dengan ragu berkata, “Buktikan? Jika kalian berbohong, akan aku makan kalian.”

Kancil lalu berkata, “Kemarin aku memakan singa dan masih tersimpan kepalanya di sebuah lubang di dekat sungai. Aku tidak takut kepadamu. Ikuti aku untuk melihatnya.”

Singa menjadi takut, namun juga malu mengakuinya. Singa mengikuti kancil pergi ke sebuah lubang di dekat sungai.

Resolusi

Kancil berkata kepada, “Kita sudah sampai, lihatlah kepala singa itu. Tapi yang kamu harus tahu bahwa aku akan memakan siapapun yang telah melihat kepala singa itu, Bersiaplah.”

Singa gemetar, dilihatnya ke dalam lubang itu dengan perasaan takut sehingga ia tak melihat dengan jelas sesuatu di dalam lubang itu kecuali bayangan dari kepalanya sendiri. Singa mengira bahwa bayangannya sendiri adalah kepala singa yang telah disimpan oleh kancil.

Setelah itu, singa langsung lari terbirit-birit karena takut kancil akan memakan dirinya.

Kancil dan tikus kecil tertawa terbahak-bahak. Padahal tidak ada apapun, kecuali air yang sangat jernih sehingga siapapun yang melihat ke dalam lubang itu di siang hari, mereka pun akan melihat bayangannya sendiri yang tampak di permukaan air.

Putri Duyung

Berikut uraian contoh narrative text pada cerita “Putri Duyung”:

Orientasi

Di jaman dahulu ada seorang putri yang menderita karena sihir sang penyihir. Sebenarnya, sang putri  cantik dan baik hati. Semua orang begitu mencintainya kecuali saudarinya yang iri kepadanya.

Apabila putri tersebut masih memiliki kecantikannya, setiap pangeran pun akan memilih untuk menikahi putri tersebut dari pada menikahi saudarinya.

Komplikasi

Di lain hari, saudari sang putri datang kepada penyihir jahat untuk merubah putri cantik itu menjadi buruk rupa. Sang penyihir memberikan sebotol ramuan sihir kepadanya untuk dicampurkan ke dalam makanan sang putri. Ramuan tersebut akan membuat sang putri menjadi buruk rupa.

Malam hari nya menjelang makan malam, saudari si putri mencampurkan ramuan sihir ke dalam makanannya. Tak ada yang tahu. Sang putri pun memakan makanannya tanpa menyadari bahwa ada bahaya di dalam makanannya.

Setelah makan malam kulit sang putri melepuh. Sang putri merasa perih kesakitan dan ia menangis meminta pertolongan.

Tidak ada yang menolongnya sekalipun tabib istana. Sang putri terlihat mengerikan seperti monster. Putri sangat sedih dan malu karena setiap orang menjadi takut kepadanya. Sang putri kemudian pergi jauh meninggalkan istana.

Putri berjalan sendirian melewati hutan siang dan malam. Ia tampak mengerikan bagai monster sehingga tidak ada binatang buas sekalipun yang berani mendekatinya. Hal itu membuatnya merasa sangat sedih.

Ia berjalan hingga sampai di sebuah pantai dan ia sangat kelelahan karena tak pernah berhenti berjalan kaki.

Resolusi

Di pantai, ia tertidur dan tidak menyadari bahwa ia telah tidur di pantai selama tiga bulan dan ia terbangun karena ada seseorang yang sangat tampan datang dan membangunkannya. “Bangun wahai putri yang amat malang”, sang lelaki berkata.

“siapakah engkau? Mengapa tak takut kepadaku?” sang putri pun bertanya.

“Aku adalah raja samudera. Kau telah tertidur di sini selama tiga bulan dalam penderitaan. Sekarang adalah saatnya bagiku untuk menolongmu. Akan ku kembalikan kecantikanmu namun setelah itu kamu tidak akan bisa hidup seperti kehidupanmu yang sebelumnya.” Kata lelaki itu kemudian.

“Paduka sungguh baik sekali. Aku telah kehilangan kehidupanku di masa lalu dan sekarang kehidupan baru yang aku inginkan. Apa yang harus aku lakukan?” Sang putri kembali bertanya.

“Mendekat  dan ikuti aku ke lautan.”

Sang putri mengikuti lelaki itu mendekati laut. Ketika menyentuh lautan, kecantikan sang putri kembali. Ia juga sangat takjub ketika separuh dari tubuhnya menjadi tubuh ikan.

“Sekarang kamu tidak akan bisa tinggal di daratan wahai putri, kamu akan selamanya tinggal di lautan seperti ikan-ikan. Tak perlu takut, aku akan menikah denganmu dan kamu akan menjadi ratu di kerajaanku.” Kata lelaki itu.

Sejak saat itu juga, sang putri tidak pernah kembali lagi ke daratan. Ia menikah dengan raja menjadi ratu lautan. Kadangkala ia akan muncul di karang laut untuk melihat matahari. Beberapa pelaut dan nelayan pun menamainya sebagai putri duyung.

***

Demikianlah penjelasan mengenai contoh narrative text atau teks narasi, sekian dan selamat membaca.