Cerita Fabel Pendek Zaman Dahulu Beserta Struktur Teksnya

Cerita fabel pendek zaman dahulu beserta struktur teksnya

Contoh Cerita Fabel – Dalam bahasa Indonesia terdapat banyak sekali jenis jenis teks, salah satunya yaitu teks cerita yang bergaya narasi atau lebih sering disebut sebagai karangan, seperti halnya cerita fabel. Banyak orang yang sangat menyukai atau menggemari cerita, karena menurut mereka cerita dapat menghiburnya melalui alur dan beberapa unsur cerita dalam cerita tersebut.

Menurut pengetahuan yang saya dapatkan, cerita mempunyai berbagai macam kategori diantaranya, cerita fabel, cerita dongeng, cerita mitos, cerita legenda, dan masih banyak lagi contohnya. Akan tetapi cerita yang banyak penggemarnya adalah cerita fabel, karena cerita fabel sangat menghibur para pembacanya.

Di berbagai toko buku ataupun majalah anak-anak banyak sekali cerita fabel yang dapat kita jumpai, bahkan pada jaman seperti sekarang ini banyak juga berbagai macam cerita fabel online yang jika kita cari di google kita bisa langsung bisa baca tanpa harus pergi ke toko buku dan membeli buku tersebut.

Di balik cerita cerita yang diceritakan dengan berbagai tokoh hewan yang perilakunya dimiripkan dengan manusia mengandung banyak moral yang dapat kita ambil hikmahnya.

Pada dasarnya, cerita fabel merupakan salah satu jenis cerita fiksi yang tidak ada unsur nyata di dalamnya. Cerita fabel dibuat dengan menggunakan unsur imajinasi, tidak ada sangkut paut atau kaitannya dengan dunia nyata. Biasanya cerita fabel sering disebut dengan cerita moral, karena di dalam cerita fabel terdapat banyak pelajaran yang dapat diambil.

Nah, pada kesempatan kali ini saya akan menuliskan beberapa contoh cerita fabel yang singkat dan pendek serta unsur cerita dari cerita tersebut.

Di dalam cerita fabel terdapat tokoh binatang dengan karakter yang memiliki kemiripan dengan sifat manusia. Sifat dari hewan tersebut bisa berupa kebaikan ataupun keburukan. Para tokoh binatang yang diceritakan dalam cerita fabel yaitu hewan yang memiliki sifat yang sopan, jujur, senang bersahabat, pintar maupun sifat sifat terpuji lainnya.

Akan tetapi para tokoh binatang tersebut juga memiliki sifat sombong, suka menipu, ingin menang sendiri, licik, culas maupun sifat tercela lainnya. Dalam pembuatan contoh cerita fabel singkat Anda juga harus memperhatikan struktur cerita fabel yang berlaku supaya ceritanya menjadi lebih unik serta menarik.

Struktur Cerita Fabel

Struktur cerita fabel
slideshare.net

Yang dimaksud dengan struktur yaitu suatu hal yang digunakan untuk mengembangkan suatu teks. Struktur pada cerita fabel meliputi resolusi, orientasi, komplikasi maupun koda. Di bawah ini adalah penjelasan mengenai struktur yang harus diperhatikan dalam membuat cerita fabel:

  1. Yang dimaksud dengan koda adalah struktur yang ada pada cerita fabel yang terdapat di bagian akhir cerita. Struktur koda ini biasanya mengandung amanat ataupun pesan pada cerita.
  2. Yang dimaksud dengan resolusi adalah struktur cerita fabel yang berisi cara memecahkan masalah yang dialami oleh tokoh cerita.
  3. Yang dimaksud dengan komplikasi adalah struktur cerita fabel yang mengandung klimaks ataupun puncak dari masalah yang dialami oleh tokoh cerita.
  4. Yang dimaksud dengan komplikasi adalah struktur cerita fabel yang terdapat di bagian akhir cerita. Dalam cerita fabel pada struktur orientasi ini biasanya mengandung latar tempat, perkenalan tokoh, waktu, maupun perkenalan background.

Contoh Cerita Fabel Singkat Pendek

Di bawah ini saya akan menulis beberapa contoh cerita fabel yang saya sajikan

Cerita Fabel Singkat “Katak dan Ular Piton”

Cerita fabel singkat katak dan ular piton
fotolia.com

Pada zaman dahulu di sebuah danau hiduplah dua binatang yaitu katak dan ular air. Setiap harinya katak selalu melompat lompat di sekitar danau, karena ia adalah hewan yang suka ingin tahu.

Pada suatu hari katak tersebut ingin mencari kegiatan baru yaitu dengan cara berpetualang di sekitar danau. Dengan hati yang sangat gembira sang katak melompat lompat menjauhi danau. Katak pun terkejut, karena sang katak menjumpai semak-semak yang goyang.

Tak lama kemudian dari balik semak-semak itu muncullah seekor ular piton. Katak pun sangat kaget dan berusaha menjauhi ular piton tersebut, kemudian sang katak berusaha kembali ke danau lagi. Sebelum sang katak berlari menjauhi ular, ternyata si ular piton menyadari keberadaan sang katak. Dan ular tersebut berusaha mendekati katak dan merayap dengan cepat.

Ketika sang ular telah dekat dengan katak, ular segera mengangkat kepalanya dengan tinggi dan berkata, “Hai katak yang gemuk apa yang hendak kau lakukan di hutan ini?

Karena katak sudah punya firasat kalau akan dimakan ular, si katak tersebut merasa sangat takut dengan ular dan si katak selalu berusaha untuk menjauh dari sang ular. Dan pada saat itu sang ular pun berkata bahwa ia tak akan memakan si katak karena tadinya sang ular sudah memakan kelinci kecil.

Setelah berkata seperti itu,  sang ular berkata, “Aku tidak ingin memakan mu katak, aku hanya ingin berpetualang dan mencari kegiatan baru”. Akhirnya sang ular menawarkan kepada katak petualangan yang seru dan katak pun menyetujui tawaran sang ular.

Sang ular memberi syarat kepada si katak, apabila si katak ingin mencoba petualangan baru yang ditawarkan sang ular, maka ia harus menjelajahi hutan ini sendirian. Akan tetapi katak pun belum pernah menelusuri sekitar hutan karena ia takut di mangsa hewan-hewan buas lainnya.

Sang ular pun tau kalau si katak tidak berani menyelusuri hutan yang sebesar itu sendirian. Lalu sang ular menawarkan bantuan untuk menemani katak menjelajahi hutan. Sang ular pun berkata,”Wahai katak carilah tali dan ikatkan pada ekorku.” Si katak bertanya, “wahai ular untuk apa tali itu?

Tali tersebut berguna untuk menjaga supaya si katak tidak tertinggal jauh ketika berada di hutan, jadi katak akan tetap aman bersama ular. Si katak yang belum berpengalaman menyusuri hutan itu tidak pikir panjang dan langsung menerima tawaran  sang ular.

Dengan polosnya si katak pun mencari tali dan mengikatkan perutnya dengan ekor sang ular. Setelah perut si katak terikat dengan ekor sang ular, lalu mereka mulai berjalan menjelajahi hutan, dan sesampai di tengah hutan, sang ular memiliki niat buruk.

Sang ular ingin berusaha membelit tubuh katak yang terikat di ekornya. Sang ular tersebut mulai berusaha membelit tubuh si katak akan tetapi tubuh katak itu disambar oleh elang dan digelantungkan di udara. Dan elang tadi menyadari bahwa ia juga menangkap piton karena ekornya terikat dengan katak.

***

Dari cerita fabel di atas pesan moral yang dapat diambil adalah jauhilah niat buruk terhadap orang lain karena di kemudian hari akan merugikan kita, atau keburukan itu akan menimpa kita.

Cerita Fabel “Kelinci dan Siput”

Cerita fabel kelinci dan siput
youtube.com

Pada jaman dahulu hiduplah dua binatang di hutan yang luas. Kedua binatang itu adalah seekor kelinci dan seekor siput. Kelinci itu memiliki sifat yang sangat sombong, angkuh, dan pemarah. Bahkan hal yang sering dilakukan oleh sang kelinci adalah selalu meremehkan hewan hewan lainnya.

Suatu ketika seekor kelinci itu berjalan jalan di sekitar hutan, kelinci itu bertemu dengan sang siput yang tengah berjalan dengan lambatnya. Kelinci berkata, “Siput, kamu sedang melakukan apa di sini?” Siput menjawab,” Aku sedang mencari penghidupan.

Kelinci sombong itu malah marah karena ia berpikir sang siput hanya berlagak mencari penghidupan. Namun si siput berusaha menjelaskan maksud jawabannya tadi namun kelinci tetap saja marah bahkan ia juga mengancam akan menginjak tubuh siput.

Setelah lama kelinci memaki maki siput yang tidak bersalah, siput merasa diremehkan walaupun tidak di tampakkan di depan kelinci. Akhirnya siput mengajak kelinci untuk lomba lari, menurut logika tidak mungkin siput bisa mengalahkan kelinci.

Mendengar tantangan itu  kelinci pun sangat marah seolah olah dirinya diremehkan, akan tetapi siput menyetujui tantangan tersebut. Dengan sifat angkuhnya kelinci berkata dengan sangat kerasnya “iya aku menerima tantanganmu siput, namun aku ingin perlombaan ini disaksikan oleh hewan-hewan lain”.

Sambil menunggu hari perlombaan yang telah ditentukan itu, siput selalu berfikir dan mengatur taktik. Sesegera mungkin dia kumpulkan bangsa siput sebanyak-banyaknya. Didalam pertemuan itu, siput berkobar kobar membakar semangat kawan-kawannya dan dengan geram mereka ingin mempermalukan kelinci di hadapan umum.

Dari musyawarah itu, disepakatilah oleh para kawan kawan siput dengan suara bulat bahwa dalam lomba nanti setiap siput ditugaskan berdiri diantara rerumputan di pinggir kali.

Akhirnya setiap siput mengatur tempat mereka masing-masing. Supaya saat kelinci memanggil maka siput yang didepan nya itu yang menjawab begitu seterusnya. Hal ini dikarenakan cangkang semua siput memiliki kesamaan, dengan begitu hewan hewan lain tidak akan curiga.

Hari perlombaan telah tiba. Kelinci dan siput Sampailah saat yang ditunggu itu. Penonton pun sangat penuh. Para penonton datang dari semua penjuru hutan. Kelinci dan siput telah bersiap digaris start. Pemimpin lomba atau wasit segera mengangkat bendera, tanda lomba di mulai.

Kelinci berlari dengan sangat cepatnya. Semua tenaga yang ia miliki telah ia keluarkan. Tepuk tangan dari para penonton kian menggema, memberi semangat kepada kelinci, sementara itu siput selalu diledek dan dianggap tidak akan bisa mengalahkan kelinci .

Setelah mereka berlari sekian kilometer, akhirnya berhentilah kelinci. Sambil menghela napas terengah-engah dia memakan wortel milik pak tani. Karena perutnya kenyang dan dia kecapekan diapun tertidur. Setelah kelinci terbangun dari tidurnya dia memanggil manggil siput.

Kelinci : “Siput !” seru kelinci.

Siput : “Ya, aku disini.

Karena siput telah berada didepan nya, kelinci pun kembali lari sangat cepat sampai tidak ada lagi tenaga yang tersisa. Kemudian sembari berlari dia pun memanggil.

Kelinci : “Siput !” teriak kancil lagi.”

Siput : “Ya, aku disini.”

Berkali ulang kali selalu begitu. Sampai pada akhirnya kelinci lunglai dan tak dapat berlari lagi. Menyerahlah sang kelinci dan mengakui kekalahannya. Penonton terbengong-bengong.

Siput menyambut kemenangan itu dengan senyuman saja. Tidak ada loncatan kegirangan seperti pada umumnya pemenang lomba. Akhirnya apa yang telah direncanakan oleh siput berjalan dengan lancar sesuai rencana.

Dan akhirnya siput tadi menjadi pemenang walaupun sebenarnya yang memasuki finish ialah temannya. Dengan kemenangan tersebut, siput membuat kelinci menjadi tidak sombong dan tidak pemarah lagi.

***

Pesan moral atau hikmah yang dapat kita ambil adalah : makna dari contoh cerita fabel singkat diatas ialah jangan suka meremehkan orang lain dengan kesombongan kita.

Karena kesombongan tersebut akan membuat kita rugi dan menyesal di kemudian hari. Hargai orang yang kelihatannya lebih jelek darimu, bisa jadi dia adalah musuh terberatmu.

Cerita Fabel Pendek “Gajah, Kerbau dan Harimau”

Cerita fabel pendek gajah, kerbau dan harimau
ocehanemakemak.blogspot.com

Suatu hari pada zaman dahulu di dalam hutan hiduplah seekor kerbau yang sedang mencari seekor gajah. Si kerbau ini mencari gajah bertujuan agar gajah mau untuk menemaninya mencari makanan di hutan. Setelah lama si kerbau mencari akhirnya dia melihat sang gajah yang sedang santai-santai berjalan di pinggir hutan.

Dan akhirnya si gajah tersebut mau menemani kerbau untuk mencari makanan, tetapi ketika dijalan tadi sebelum bertemu dengan si gajah sang kerbau bertemu harimau terlebih dahulu. Sang kerbau juga meminta harimau untuk menemaninya mencari makanan di hutan dan harimau menerima ajakannya.

Setelah kerbau mengumpulkan gajah dan harimau, kemudian ketiga hewan tersebut berusaha melakukan perburuan makanan bersama. Ketiga hewan tersebut berusaha menangkap hewan-hewan lain dan merebut makanan hewan lain juga. Ketiga hewan itu bekerja sama dengan sangat maksimal untuk memburu makanan sebuah di hutan.

Hewan hewan tersebut mulai berangkat berburu mencari makanan dari pagi hari sampai menjelang sore hari. Kerbau, gajah, dan harimau telah berhasil menangkap hewan lain dan merebut makanannya. Mereka berhasil mendapatkan berbagai jenis makanan yang dikumpulkan mulai dari buah buahan sampai hewan hewan hidup.

Setelah semua makanan dikumpulkan, harimau menunjuk si kerbau untuk membagi makanan yang telah didapatkan. Si kerbau tersebut menghitung banyaknya makanan yang telah didapatkan dan membagi  tiga dengan adil.

Setelah makanan dibagi tiga, sang harimau merasa pembagian yang dilakukan kerbau tidak adil dan akhirnya sang harimau mulai marah besar, akhirnya si harimau mengajak kerbau bertangkar dan mulai menerkam kerbau yang membuat tumpukan makanan si harimau menjadi bertambah.

Harimau pun masih merasa kurang dengan tumpukan makanan yang ia dapatkan. Akhirnya setelah itu harimau menunjuk gajah, dan meminta gajah untuk membagi makanannya.

Setelah makanan yang dibawa gajah dibagi rata, si harimau merasa masih saja kurang akhirnya ia juga menerkam gajah. Si harimau tersebut sangatlah serakah karena merasa kekurangan makanan dan menerkam kedua teman nya tadi.

***

Pesan moral atau hikmah yang dapat diambil dari contoh cerita fabel pendek diatas ialah jangan sekali kali kamu sekalian memiliki sifat serakah dan kurang, agar tidak dijauhi oleh orang lain.

Ingatlah, karena manusia adalah makhluk sosial, yang pastinya pada suatu hari kita akan membutuhkan bantuan orang lain juga. Jika kita tidak baik sama orang namun pada akhirnya orang lain tidak mau untuk membantu kita.

Cerita Fabel Pendek “Kancil dan Anjing Pemburu”

Cerita fabel pendek kancil dan anjing pemburu
membacahiburanku.blogspot.com

Pada suatu hari di sebuah hutan yang lebat, seorang pemburu berhasil menangkap seekor kancil jantan. Kala itu, anjing peliharaan si pemburu yang membantu menemukan si kancil di tengah hutan.

Kancil tersebut benar-benar pas untuk dimakan. Tubuhnya gemuk dan sehat dengan bulu cokelat berkilauan. Usianya pun tidak terlalu muda atau terlalu tua. Dagingnya pasti sangat tebal dan gurih, cocok untuk hidangan makan malam.

Pemburu itu mengikat keempat kaki kancil dan langsung membopong nya ke rumah. Sesampainya di rumah pemburu, kancil dilepaskan di sebuah kandang besar yang terbuat dari kayu-kayu kokoh. Sementara si anjing peliharaan pemburu diikat tak jauh dari kandang tersebut.

Hari menjelang malam. Sang pemburu sibuk menyiapkan bahan-bahan untuk membuat sup kancil. Ia mengiris wortel, kentang, mencuci bumbu, dan mulai merebus air.

Kancil yang menyaksikan pemburu memasak mulai ketakutan. Tubuhnya gemetar. Khawatir kalau riwayatnya benar-benar tamat di mulut pemburu yang lapar. Namun kancil mencoba menenangkan hatinya. Kancil memutar otak dengan keras sampai akhirnya ia menemukan sebuah ide.

Hai, pemburu. Aku sangat kehausan nih. Bolehkah aku minta sedikit air?

Jangan banyak omong. Sebentar lagi kamu akan ku masak. Kamu tak butuh air minum.

Wah, kamu keliru. Kalau aku kekurangan air, dagingku akan terasa keras ketika dimasak. Sangat alot dan tak enak dimakan. Daging yang berair tentu lebih empuk dan gurih.

Sang pemburu diam saja mendengar perkataan kancil. Sementara si kancil tetap tak putus asa merayunya dari balik kandang kayu.

Oh, aku punya ide, wahai pemburu. Tolong berikan aku air rebusan supmu itu. Biar aku meminum kuah yang sudah berbumbu itu. Bumbunya pasti meresap sempurna ke seluruh bagian dagingku. Ayo, berikan aku kuahnya beberapa sendok saja.

Si pemburu akhirnya luluh juga. Ia memberikan beberapa sendok kuah sup yang sedang dimasak pada kancil. Anjing peliharaan si pemburu yang dari tadi tertidur rupanya tak mendengar percakapan antara kancil dan pemburu.

Ketika ia membuka mata, ia hanya menyaksikan tuannya menyuapi kancil dengan kuah sup. Setelah memberi minum kancil, sang pemburu pergi ke luar rumah sebentar untuk mengambil sayuran di kebun. Kancil pun mulai mengajak anjing pemburu berbicara.

Wahai anjing yang kuat, sudah berapa lama kamu setia mengikuti tuanmu si pemburu?

Aku sudah dipelihara sejak lahir. Kira-kira sudah 5 tahun lamanya. Aku senang mengikuti tuanku. Karena aku sering diajak berburu ke hutan.

Ah, dasar kau anjing bodoh. Apanya yang menyenangkan? Setiap hari kamu hanya diberi nasi dan lauk sisa kan? Padahal kau sudah membantunya berburu selama 5 tahun. Dia sangat tidak menghargaimu.

Mendengar ucapan si kancil, anjing pemburu hanya terdiam.

Kau tahu tidak tuanmu bilang apa padaku tadi? Dia bilang bahwa dia akan memasakmu!”

Tidak mungkin. Tuanku sangat sayang kepadaku.

Kamu tidak percaya padaku? Tuanmu tadi juga bilang kalau kamu sudah semakin tua. Gerakmu lambat dan kamu suka sekali tidur. Tuh, benar kan perkataan tuanmu. Kamu tidur lelap sampai tidak mendengar percakapan kami.

Tuanmu sudah lelah memelihara kamu. Katanya makanmu banyak dan kamu semakin pemalas. Dia berencana memasakmu malam ini dan memakan dagingmu. Karena aku yang akan menggantikanmu menjadi binatang peliharaannya.

Kamu bohong, kancil. Tuankan tidak seperti itu. Dia tidak mungkin berbuat setega itu padaku.

Apanya yang bohong? Kamu kan tadi lihat sendiri kalau tuanmu menyuapi kuah sup untukku. Dia menyuruhku mencicipi kuah sup itu. Karena dia ingin tahu apakah rasanya sudah pas dan cocok dengan dagingmu nanti.

Tidak! Itu tidak boleh terjadi. Aku yang selama ini mengabdi kepadanya. Kenapa harus aku yang dimasak. Kamu pasti bohong!” anjing pemburu mulai emosi mendengar ucapan-ucapan kancil.

Jangan marah, dong. Aku juga tidak mau jadi peliharaan tuanmu. Aku lebih suka tinggal di hutan. Tapi kalau tuanmu maunya begitu, aku bisa apa? Aku kan masih terkurung di sini.

Anjing pemburu mulai termakan hasutan kancil. Hatinya begitu cemburu mendengar cerita kancil. Ia berharap bahwa dirinya yang mendapatkan perlakuan istimewa, bukan si kancil yang baru ditangkap dari hutan.

Dengan sekuat tenaga, anjing pemburu berlari hingga tali pengikatnya terlepas. Anjing tersebut menabrakkan diri ke kandang kayu tempat si kancil di kurung. Ia juga menggunakan gigi-gigi tajamnya untuk merusak kandang tersebut.

Tak berapa lama kemudian, kandang kayu tersebut mulai terbuka. Kancil pun memanfaatkan kesempatan untuk segera melepaskan diri dan lari ke hutan. Saat si pemburu masuk ke rumah, ia mendapati kancil sudah kabur karena kandang kayunya rusak.

Hanya ada anjing peliharaannya yang duduk kelelahan di dalam kandang kayu. Pemburu kehilangan bahan makan malamnya. Rasa lapar dan emosi yang memuncak akhirnya menggelapkan mata si pemburu. Ia mengambil sepotong kayu besar di dapur dan memukul anjing peliharaannya berulang kali.

Anjing yang sudah kepayahan itu tidak melawan tuannya. Ia tidak tahu mengapa tuannya begitu marah padanya. Baginya, tuannya tetap yang terbaik. Orang yang merawatnya sejak baru lahir. Ia hanya meringkuk sambil melolong menahan sakit ketika tuannya terus menghantam kepalanya dengan kayu besar.

Hingga akhirnya anjing tersebut tak kuat lagi dan mati dengan kepala bersimbah darah. Saat anjingnya tidak mengerang lagi, sang pemburu seketika baru menyadari perbuatannya. Namun, penyesalan sudah tiada gunanya. Pemburu itu kehilangan menu makan malamnya dan sahabat terbaiknya dalam sekejap.

***

Sekian beberapa cerita narasi yang dapat saya tulis, semoga bermanfaat, selamat membaca.