Antibiotik untuk diare

Hati-hati Memberikan Antibiotik Untuk Diare pada Anak!

Antibiotik Untuk Diare – Diare adalah “plesetan” dari bahasa kedokteran: diarrhoea. Hingga kini diare menjadi child killer (pembunuh anak-anak) peringkat pertama di Indonesia. Definisi diarrhoea adalah buang air encer lebih empat kali sehari, baik disertai lendir dan darah maupun tidak.

Diare berasal dari bahasa Yunani yang berarti “mengalir”. Defenisi diare menurut WHO adalah buang air besar lembik atau cair sebanyak 3 kali atau lebih dalam sehari atau buang air besar cair dan lebih sering dari yang biasa terjadi.

Diare  pada Balita

Diare pada balita
Diare pada balita – ajengapriat.iwordpress.com

Diare akut adalah hal yang lazim terjadi karena masa balita. Bayi dan balita setidaknya akan mengalami diare 2-3 kali dalam setahun. Diare akut sampai saat ini masih menjadi penyumbang angka kematian balita yang cukup tinggi. Namun demikian, hal ini sebenarnya dapat kita cegah.

Tatalaksana yang tepat saat di rumah menjadi kunci keberhasilan tatalaksana diare pada bayi dan balita. Untuk itu, orang tua perlu memahami terlebih dahulu apa itu diare agar dapat melakukan tindakan yang tepat.

Mekanisme diare

mekanisme diare
Mekanisme diare – fadhilaalizza.blogspot.co.id

Diare secara alamiah merupakan mekanisme pertahanan tubuh. Yang paling sering terjadi adalah diare akibat peradangan atau infeksi pada saluran cernah. Dengan diare sebetulnya tubuh berusaha membuang kuman atau benda asing yang membahayakan tubuh.

Di dalam lambung manusia terdapat cairan asam yang mempunyai mekanisme menghancurkan setiap kuman. Cairan tersebut dinamakan asam lambung, di dalam asam lambung terdapat enzim bernama ptialin yang berguna menghancurkan makanan dan mengubahnya menjadi glukosa yang dibutuhkan tubuh sebagai energi.

Tubuh membuang kuman dengan cara menarik banyak cairan ke dalam saluran cerna sehingga saluran cerna seperti disiram dan dibersihkan. Seperti halnya jika kita membersihkan garasi atau lantai kamar mandi, kita menyiram air agar air membawa semua kotoran yang ada.

Baca juga:  Cara Mengecilkan Perut Buncit Secara Alami Hanya Dalam 3 Hari

Dalam kondisi normal, segala macam kuman dapat dibunuh dan dikeluarkan tubuh lewat tinja. Namun pada kondisi tubuh menurun, kuman tidak bisa dilumpuhkan dan betah tinggal di dalam lambung. Jika terjadi hal demikian, akan timbul berbagai penyakit termasuk diare.

Sebuah artikel yang terbit di jurnal DRUG, 1988 menyebutkan mekanisme diare adalah to flush nout harmful organism and toxins, thus limiting the morbidity from this illness (untuk membersihkan kuman serta racun sehingga membatasi penyakit). Itulah mengapa pemberian obat anti diare tidak lagi dianjurkan.

The approach to therapy of acute diarrhoeas must be physiologycal rather than pharmacological (pendekatan tatalaksana diare harus bersifat fisiologis dan bukan farmakologis) – Centre for Disease Control, 1992

Namun, disisi lain cairan yang tercurah tersebut akan menimbulkan kehilangan air dan elektrolit dengan segala akibatnya. Di samping itu, yang tidak kalah penting adalah kehilangan nutrisi melalui tinja. Sehingga pengobatan diare dititikberatkan pada penggantian cairan, elektrolit dan nutrisi yang hilang.

Penyebab Diare

Penyebab diare pada anak
Diare pada anak – nusapenidamedia.com

Diare yang terjadi sehari-hari umumnya adalah diare akut atau berlangsung tak lebih dari 7 hari. Sekitar 60-80% penyebab diare akut pada anak adalah virus.

Penyebab diare dapat digolongkan menjadi 2, yaitu infeksi dan non infeksi. Diare sebagian besar disebabkan oleh infeksi, di mana hampir 80% kasus diare disebabkan oleh infeksi virus , sisanya oleh infeksi bakteri dan parasit rotavirus  adalah penyumbang kejadian diare sebanyak 25-40%. Diare non infeksi di antaranya yang tersaring diakibatkan oleh alergi makanan (protein susu sapi, telur, makanan laut dan kacang tanah).

Tatalaksana Diare

Diare pada anak
Diare pada anak – pdokteran.com

Apa yang dapat dilakukan di rumah? Diare karena virus sama dengan penyakit lain yang diakibatkan oleh virus yang bersifat self-limitted (sembuh sendiri). Seperti telah disebutkan di atas, yang harus dicermati pada diare adalah hilangnya cairan dan elektolit. Elektrolit yang terutama hilang adalah Natrium dan Klorida (NaCl), yang sama dengan komposisi garam.

Baca juga:  Kamu Penikmat Kopi? Ini Bahaya yang Mengintai Kesehatanmu

Oleh karena itu yang dapat dilakukan adalah:

  1. Pemberian cairan 5-10 ml/kg berat badan, beri 50-100 ml untuk anak < 2 tahun dan 100-200 untuk anak >2 tahun setiap kali anak mencret . encerkan oralit 1 sachet dengan 200 ml air. Bila anak muntah, istirahatkan anak dari makanan padat, beri cairan secara perlahan menggunakan sedotan / pipet atau disendok perlahan.
  2. Beri ASI lebih sering.
  3. Tetap beri makanan dan minuman seperti yang biasa anak dapat
  4. Perhatikan tanda-tanda kekurangan cairan:
    Sangat rewel,
    b. Lemah
    c. Anak haus, minum dengan lahap
    d. Anak tidak dapat minum daripada biasanya
    e. Demam
    f. Kelopak mata cekung, air mata kurang
    g. Cubitan perut kembali dengan lambat
    h. Buang air kecil berkurang/lebih pekat
  5. Jangan berikan obat anti diare. Obat ini memiliki banyak efek samping yang merugikan anak.
  6. Jangan berikan antibiotik tanpa indikasi yang kuat, seperti BAB berdarah atau BAB seperti cucian beras.

Kapan harus ke dokter?

  • Jika didapati 2 atau lebih tanda-tanda kekurangan cairan
  • Jika anak muntahkan semua cairan yang diberikan.
  • Disertai gejala lain, seperti kejang atau pernapasan terlihat cepat dan dalam
  • Diare berdarah
  • Diare berlangsung lebih dari 7 hari

Data yang harus didapatkan saat berkunjung ke dokter

  • Frekuensi diare
  • Lamanya diare yang telah terjadi
  • Apakah ada darah dalam tinja
  • Apakah ada muntah

Sesuai dengan mekanisme terjadinya diare, tatalaksana diare fokus pada penanganan kehilangan cairan (dehidrasi). Berdasarkan pedoman WHO, kita mengenal 3 rencana terapi berdasarkan beratnya dehidrasi, yaitu rencana terapi A, B dan C seperti tertera dalam 3 bagan berikut. Ini adalah hal-hal yang perlu dilakukan dan dikomunikasikan tenaga kesehatan kepada orang tua pasien yang anaknya mengalami diare.

Baca juga:  Manfaat Teh Hijau Untuk Kesehatan Dan Kecantikan

Antibiotik untuk Diare

Antibiotik untuk diare
Pemberian antibiotik untuk diare pada anak- ibuhamil.com

Antibiotik untuk diare HANYA bila ada bukti bahwa diare disebabkan oleh bakteri. Diare yang disebabkan oleh bakteri antara lain:

  1. Sindrom disentri (diare dengan darah dalam tinja dan terbukti ditemukan amuba pada pemeriksaan feses lengkap).
  2. Kolera (diare dengan tinja seperti air cucian beras).

Ingat, antibiotik DAPAT menimbulkan diare (sebagai salah satu efek sampingnya), terlebih bila tidak ada indikasi yang jelas untuk menggunakan antibiotik.

Bahaya Diare pada Bayi

Antibiotik untuk diare pada anak
Diare pada bayi – healthhaphope.com

Pada orang dewasa, diare jarang menimbulkan kematian. Pada bayi atau anak-anak, dalam waktu singkat, diare akan menyebabkan kematian . jika diare dapat disembuhkan tetapi sering terjadi lagi, akan menyebabkan berat badan anak terus merosot. Akibatnya, anak akan kekurangan gizi yang menghambat pertumbuhan fisik dan jaringan otaknya.

Seperti diketahui, 60% pertumbuhan otak anak terjadi sejak anak masih berasa dalam kandungan sampai berusia dua tahun. Diare yang terjadi pada anak usia di bawah 2 tahun (dan balita) akan mengganggu perkembangan otaknya. Volume otak menjadi kecil dan jaringan otaknya menjadi lebih sedikit dibandingkan dengan mereka yang pertumbuhannya normal.

Kondisi kurang gizi ini juga akan diikuti oleh rentetan lainnya yang memperburuk kondisi fisik bayi. Daya tahan tubuh yang menurun pada bayi kurang gizi akan membuat pertahanan tubuhnya rapuh dan mudah diserang berbagai kuman penyakit, seperti kuman penyebab infeksi saluran pernapasan.

Diare Akut

diare akut
Diare akut – zonafaniblogspot.com

Dibandingkan dengan diare akut, diare kronis (menahun) paling sering menyebabkan kematian. Kematian ini juga disebabkan oleh infeksi sekunder yang terjadi akibat diare. Seandainya tidak meninggal, bayi akan terus menerus mengalami penurunan berat badan sehingga pertumbuhan fisiknya terhambat.


Sumber:

  1. A – Z Penyakit Langganan Anak (oleh Dr. Fransisca Handy)
  2. Mengatasi diare dan keracunan pada Balita (oleh dr. M.C. Widjaja)

Nah demikianlah pembahasan mengenai antibiotik untuk diare, semoga bermanfaat.

Content Protection by DMCA.com
  • Kornelius ginting

    Dulu kalau diare biasaya dibuatin oralit sederhana..campuran air garam dan gula..

    Btw.. baru tau kalau diare pengaruh juga ke otak untuk anak dibawa 2 tahun.. bahaya juga ya